Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Belajar Mengerti


__ADS_3

Aku dan kamu gak cuma satu atau dua bait. Aku dan kamu gak cuma satu atau dua paragraf. Kisah kita panjang. Kisah kita juga bukan cerpen yang tidak butuh banyak halaman. Kita sebuah buku yang berjudul, dan jelas nyata, walau kisah kita gak semulus pasangan lainnya ,ada jatuh dan bangun, ada saling marah dan berantem ,tapi aku tahu, kita tidak bisa di pisahkan. Semua tentang kamu dan aku tidak pernah selesai.Membaca buku yang sama berulang kata dan endingnya tetap SAMA.Begitu banyak kisah , namun tak berjudul.


Bukan sekedar ada, tapi sungguh nyata.


Setiap orang masing masing punya takdir sejak lahir sampai tiada.


Dimas memandang wajah sang isteri. Bertapa bodohnya dia ,bisa membohongi sang isteri, takut disalah artikan menjadi salah arti akibat kebohongannya menutupi.Pelajaran paling berharga yang hampir mengandaskan biduk rumah tangga nya.


Dengan rumah yang rampung, bertapa keluarga yang hangat menemaninya, dalam hidup kurang apa lagi .


" Udah sadar bro ?," tepuk Ardi pada bahu Dimas.


Dimas tersenyum. Dimas bersyukur dekat dengan Ardi sedari dulu, Ardi mengerti karakter Dimas.


" Wanita sulit pulih hatinya, habis kamu juga , gimana temanmu itu Dim ?".


" Kanker nya stadium akhir."


" Kamu gak ngerawat dan ke rumahnya lagi ?".


" Kalau perawatan dia wajib ke rumah sakit, karena buat dokter pribadi saya sudah menolak Di."


" Laki laki sering kurang paham dengan keadaan perasaan isterinya. Mengabaikan perasaan iateri hanya karena orang lain.Belajarlah Dimas"

__ADS_1


" Ya Di, aku banyak merenung menyesali krisis ini ,kenapa harus terjadi, semua karena kesalahpahaman ,berkembang jadi kehancuran."


" Adikku gak bakalan percaya ke kamu 100% lagi".


" Gak apa apa Di, aku memang salah, gak terbuka dalam rumah tangga kami. Bagiku tanpa Andien sungguh aku hancur."


Ardi menepuk pundak Dimas.


" Rumahmu bagus Dim".


" Makasih pujiannya bro."


" Hadiah sepadan dengan kekecewaan adikku, karena kesibukan mu gak merampungkan rumah ini".


" Tidak ada kata terlambat Dim, nyaris kandas perahumu, kalau masih kuat, kamu beterima kasih sama keluarga ,keluarga selalu pemersatu kalian. "


" Ya Dim, aku belajar dari setiap kesalahan, walau hati wanita sulit melupakan, setidaknya kami masih bersama, apapun masih bisa di jalani bersama , dan aku menghargai nya."


" Suami baik memperlakukan isteri, lihatlah ,isteri juga lebih sehat, lebih ceria, lebih tenang dalam bertanding."


" Ya Di, aku juga kerja tenang, walau aku yang selalu ngabari Andien, me Video call Andien, aku ngerasa banget Di, aku jarang nge Wa Andien, me nelepon Andien, aku jadi tahu gimana menanti pedan wa belum di jawab, menantigimana rasanya telepon gak di angkat.Aku sungguh menyesali dan Andien tidak membalas apa yang aku buat padanya."


" Suami isteri bukan untuk balas membalas, benar kan Dim ".

__ADS_1


Ardi kembali menepuk pundak Dimas.


" Usaha donggg, buat ponakan untuk ku Dim".


" Udah usaha ,namun yah belum ada hasil. Dan mungkin juga , Andien masih muda dan aku gak mau membelenggunya dia masih di butuhkan negara berjuang di lapangan."


" Namun kalian gak jaga lagi kan?".


" Enggak Di."


" Karir sampai kapanpun gak ada matinya, punya anak seru juga bro, kamu lihat tuh anakku, dan anak Ester, bisa main bersama ,suasana ramai. Mudah mudahan tahun depan junior kalian udah ada, bertambah ramai lagi ."


" Amin, " ujar Dimas tersenyum.


🥰😍🥰😍🥰😍😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2