
Andien tersenyum saat menerima permen dari Dimas.Setiap moment Andien menang, pasti Dimas selalu ingat beli permen cupa cup buat Andien.
Andien menerima uluran permen dari Dimas.
" Kalian , dah kebiasaan ya nak, menang dapat cupa cup, " ujar bu bidan.
" Iya bu, dah kebiasaan, udah gedek gedek masih suka permen," ujar Dimas tertawa.
" Kamu capek Ndien? satu hafian dari kemarin tanding nya?".
" Lumayan mas, tangan nih masih perih, ":ujar Andien.
" Nanti mas cek lagi ya Ndien."
Andien mengangguk.
" Besok di bawa jalan ya Ndien?".
" Iya mas ".
" Mami besok jalan sama teman aja ya Dimas, kamu tugas aja.Teman mami ada beberapa dah bolak balik gring grong".
" Ya bu," ujar Dimas.
" Berangkatnya pagi banget bu".
" Surabaya lagi panas panas nya Ndien, jangan lupa bawa topi, payung, nanti bisa item, " ledek Dimas.
" Kilit bule mah ,hanya memerah mas, kamunya aja sawu busuk, " ujar bu bidan.
Andien ngakak tertawa.
" Kalau kalian nikah, anaknkalian zebra dunk , " ujar sang mami kembali membuat mereka ber tiga ngakak.
" Habis pertandingan ini pemberian hadiah ya Ndien?".
__ADS_1
" Iya mas, benar."
" Jantungan gak Ndien?".
" Dikit mas, maklum katrok, baru ini kan eben gedek dapat hadiah yang lumayan mas, mana di luar kandang lagi".
" Gak katrok Ndien, masih normal".
" Mas sama mami senang, kamu bisa buat yang terbaik, apapun hasilnya kami selalu mendukung kamu Ndien."
" Andien tahu mas, dengan menemani disini aja, Andien sangat senang. Kalau orangtua Andien, Andien maklum mas, mereka aja ,berangkatkan Andien penuh doa, Andien tahu, keuangan keluarga karut marut, mengerti banget keadaan mereka.Orangtua mana yang mau melepaskan anaknya sendiri, pasti was was, ada gelisah, namun karena ibu ikuti Andien, emak dan bapak lega.Bang Ardi aja bolak balik telepon, mbak Ester juga."
" Boleh bertanding Ndien, sekolah wajib ya Ndien".
" Ya bos kuuuu, " ujar Andien tersenyum.
Dimas menepuk lembut tangan Andien.
" Nih Ndien,minum susu nak, ibu tadi beli susu sapi segar dari cafe seberang. Tadi kamu usah lelah kan nak?".
" Nanti malam , kita makan besar yuk Ndien, " ujar bu Bidan.
" Grab food lagi bu?".
" Gak nak...,gak,ada supir kita, asal jangan satu suap,eh supirnya di telepon nak".
" Akhirnya nge grab juga ujung ujungnya kan bu," ledek Andien.
" Betul apa betulll," ujar bu bidan.
" Betulllll," ujar Andien ngakak.
Dimas pun ngakak.
" Mami juga dulu gitu, ada mau melahirkan ,eh papi yang jadinya masak buat Dimas dan Andien, mana masakan papi gak ada rasa,hambar buta, mami sibuk dengan pasien mau melahirkan, kami yang jadi korban mi ," ujar Dimas.
__ADS_1
" Mami sudah membatasi kegiatan mami, mau nikmati hidup, anak mami kalian dua. Kalian kemana ,mami dimana.Sambil temani anak, eh ketemu anak juga,kan sekali berlayar, dua tiga pulau terlewati, " ujar Andien.
" Ibu satu nih, memang ayang ayang kami, " ujar Andien memeluk sang ibu.
" Ngebucin banget sama mami, sama mas ngebucinnya dek".
" Enak aja, anak gadis emak masih SMA kelas 1, bemodal dulu mas, baru ngomong".
" Mami....".
" Modal rumah nak, modal deposito, baru lamar, bemodal dong nak".
" Mami tenang aja, modal mas ada, anak gadisnya aja mi, belum siap lahir dan batin, masih di bawah umur , " ujar Dimas menahan senyum.
" Kamu juga fokus kerja nak, menyangkut nyawa".
" Iya mi, mas selalu ingat ,doa memulai pekerjaan, doa mami, doa papi buat mas dan Andien kan mi".
" Ya nak, tiap bersujud mami selalu doakan kamu nak , doain mas mu, mami sayang kalian nak, sayang banget."
" Kalau kami dua duanya di Surabaya, mami mau pindah?".
" Mau, mami gak bisa ninggalin Andien, ada aja mami khawatir , dia kerja sana sini bantu orangtuanya, sampai sakit, mami khawatir.Kemauan Andien keras, mau bahagiain orangtua, namun kalau udah sakit, jantung mami sama mamak mau copot, mamak nangis, mami ikutan."
Andien dan Dimas tersenyum mendengar cerita si mami.
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1