
Mami Ajeng heran menatap sang anak, malu malu kucing deketin cewek, baru kali ini si anak mau dekatin wanita.Biasanya mana mau,malahan menjauh.Mami Ajeng tersenyum. memang sang anak seperti biasanya kalau suka sesuatu, gak sembarangan.
Edward sejak kecil tipikal serius, tipikal menyukai sesuatu sangat susah.
" Teman mas nih nak? " tanya si mami.
" Temen Ajeng loh mi, tetapi....di dekati mas, mas nya penasaran kali yah mi,atau naksir mi," ledek sang adik.
" Kamu Andien kan nak, anaknya emak ramah , pernah kesini juga kan nak, beberapa kali ngantar pesanan catering?".
" Iya bu, benar."
" Aduh ayunya anak emak ini, cakep, mirip bule lagi.Eh yuk makan dulu nak, kalian belum makan kan nak?".
" Belum mi, dah lapar, " sahut Ajeng.
" Abangmu juga baru sampai,sekalian aja makannya yahhhh".
" Ya mi, " ujar Edward tersenyum manis .
Wajah Edward penuh wibawa.Menyejukkan,dengan jambang tipis dan rapi,pria pembersih dan sopan, Andien menilainya seperti itu.
Edward kembali menatap Andien dengan teduh. sungguh penantian panjangnya terjawab. menantikan gadis manis, rajin dan sangat ramah ,mengulang memory nya ketika sang gadis m3nyendokkan makanan buatnya.
Senyumannya sangat manis , gadis polos tanpa riasan, wajahnya putih , sangat bersih, dan sangat menggerakkan ketika salah tingkah, saat Edward tatap terus.
" Mas, jangan mandangin anak gadis orang segitu amat dehhhh, Andien nya salah tingkah lohhh, udah minta nomor Wa, kenalan,jalan bareng,kan beres nak."
Edward mengangguk.
__ADS_1
" Ajeng umpetin mi,temannya.Edward bolak balik nanya ke Ajeng, apa kenal sama gadis yang bawain catering, gak jawabnya mi,ngerjain mas aja adek," ujar Edward kembali menggaruk kepalanya.
" Mas itu, unik banget, suka sama seseorang, gak pernah, makanya ,Ajeng mancing hari ini bawain gadis lirikan si mas,eh mas nya serius naksir nih ceritanya? " tanya Ajeng menaik turunkan alisnya.
Edward mencubit pipi sang adik.
" Kalau mas naksir ,di bantu dong dek, jangan di jahilin, mami ngebet pengen cucu," ujar sang mami.
" Yah mami, kami masih cen cen mi, di bawah umur, di larang menikah di usia dini, apalagi Andien atelit loh kak, Andien kemampuan badmintonnya handal."
" Sesekali latihan sama yuk Ndien, " ujar Edward.
" Boleh mas, " ujar Andien ramah.
" Udah, mas kan jago main golf, ajarin aja Andien, kurang baik apalagi adek mas, kesempatan brooo," ledek Ajeng ngakak .
" Mas bakalan banyak saingan, teman satu kelas, satu sekolah, nge idolakan si bule loh mas. Main biola main gitar, ehhhh jahonya mas ," ujar Ajeng.
" Udah mujinya Jeng? sekalian iklannya dong ," ujar Andien tertawa .
" Andien itu mirip emaknya , baik, keluarganya baik banget loh mas, ibu kenal semua. Tetangga aja ke mereka baik, pembersih .Anak emak nya semua pintar,sopan, mami salut liat mereka nak. "
" Andien manja loh bu, bang Ardi ,kak Ester , manjain Andien banget . "
" Anak bungsu , gak manja malahan heran Ndien, adkkku aja manja banget, " ujar Keyshia.
" Makan yuk Ndien, " ujar Edward .
" Ehemmm...ehemmm...,Keyshia kok gak di tawarin yah mas," ujar Keyshia menahan tawanya.
__ADS_1
" Next janji gak bawa Keyshia mas, beneran. adek bakalin nyomblangin mas sama Andien, asal persekot bulanan naik 50%, " ujar Ajeng ngakak.
" Kamu tuh lo dek, kalau urusan ujung ujungnya duit," ujar sang mami.
" Becanda mi, mas ku yang baik ini, selalu ingat kasih jajan sama adiknya, isi tabungan adiknya. Mas ku ini gak pernah dekatin cewek, Ajeng bakalan bantu mas, beneran mi.Ajeng akan singkirkan satu persatu yang dekatin Andien.Hidup mas Edward, mas kutampan, baik hati, gak rugi deh dapatin mas ku, gak playboy, setia, di jamin mutu, gak neko neko."
Edward tersenyum melihat ulah sang adik.
Mereka menuju meja makan.
" Sendokin nasi mas nya Ndien, mas ku pasti kesem sem saat kamu nyendokin makanan catering, tatapan mata mas ku, teduh dan liatin kamu, dalam banget, aku menyadari, mas ku suka sama kamu saat itu."
" Benar kan mas?".
Edwatd mengangguk.
" Ayuk nak, makannyang lahap,plus sendokin makanan mas nya,hehehe," ujar sang mami Ajeng meninggalkan sang anak di ruang makan.
Dengan perasaan campur aduk, lengan Andien di senggol Ajeng, terpaksa Andien menyendokin nasi mas Edward.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1