
Keesokan harinya, Andien hari ini jadwalnya off, sehingga Andien yang memang sudah berjanjian dengan Aryo, ketemuan siang itu.Aryo dengan sopan bertamu ke rumah keluarga Andien.
" Baru pulang tugas yah nak Aryo" ,tanya mamak Andien.
" Iya bu, baru balik tugas dari Papua."
" Tambah hitam kan bu".
" Tambah kekar nak, tambah hitam manis," ujar sang mamak Andien.
" Ibu ketemuan sama ibuku di pasar nak, hatinya senang banget kamu pulang, semua di beli,katanya mau masakin makanan kesukaan kamu".
" Iya bu,padahal Aryo sudah katakan gak usah , tetapi Aryo juga gak tegaan bu, namanya orang tua,pasti pengen masak buat anaknya,buat keluarga,apalagi saya jarang pulang, saya menghargai apapun ibu masak, malah merindukan masakan ibu. Kalau tugas di manapun, beda makanan, masakan ibu sangat di rindukan."
" Begitulah nak,namanya kerja,merantau, begitulah pengorbanan, bukan hal gampang berpindah pindah tugas, jauh dari keluarga."
" Benar bu, buat pengabdian bagi negara."
Andien keluar dari kamar dan memakai atasan dan jeans. Andien lebih nyaman menggunakan pakaian stelan, selain gampang ,simpel,menurut Andien gak ribet.
" Sudah siap Ndien? " tanya Aryo.
" Sudah mas".
" Bu,saya apa boleh bawa Andien jalan hari ini?".
" Terserah Andien aja nak, ibu gak ikut ikutan acara anak muda.Asal di pamitin dengan baik, di pilangin juga baik baik, maklum ibu orang susah nak, hanya anak anak harta ibu".
" Saya akan jaga Andien bu, percaya ya bu."
" Andien udah janjian mak, Andien boleh pamit pergi mak?".
" Ya udah nak, hati hati ya,jangan malam pulangnya ya,mamak khawatir".
__ADS_1
" Iya mak."
" Gak sampai malam bu, soalnya Andien juga kan masih status pelajar, saya jaga bu, Andien jangan sampai di pikir teman nya yang negatif".
" Makasih nak."
" Kami pamit ya bu".
Andien dan Aryo pun keluar.Andien terkejut melihat sepeda motor sport milik Aryo.
Dalam hati Andien, kok biasanya bawa mobil, ini bawa kereta,waduh boncengan,takut jatuh ,apalagi kalau ngebut, terpaksa peluk pinggang,kok jadi kejebak ke intiman yah?Biasa apa begini politik cowok ajak jalan,hancur minnnaaaaa,dam hati Andien.
" Mas bawa sepeda motor,biasa kalau sabtu macet dimana mana Ndien."
" Ya mas."
Aryo menghidupkan sepeda motornya.
Andien pun menaiki sepeda motor.
Aryo mengangguk.
Perlahan Aryo melajukan motor sportnya.
Andien hanya memegang erat jaket sisi kanan dan kiri Aryo.
Aryo membawa Andien ke rumahnya.Andien terkesima dipikir mau jalan kemana.
" Kita singgah ke rumah dulu ya Ndien, mas mau bawa kaku aja ke rumah."
" Emang mau di lamar mas,gurau Andien."
" Mau banget Ndien,kamu mau?".
__ADS_1
" Ihhh mas Aryo. Andien hanya gangguin".
" Mas seriusan Ndien".
Andien menjadi mati kutu .
Andien perlahan turun dari sepeda motor.Kediaman Aryo sangat besar, bahkan memakai beberapa anggota ABRI dan beberapa penjaga.
" Yo...kamu bawa siaapaa nak".
" Andien bu, pakai kaca mata dulu bu, biar jelas cakepnya Andien gimana bu".
Andien menjadi kikuk .
Andien melihat hidangan di rumah Aryo , malah ayah dan ibu Aryo dengan ramah menuntun Andien ke meja makan.
" Ibu memasak banyak ,makan yang lahap ya nak," ujar sang ibu menatap ke arah Aryo dan Andien.
" Ini kesukaan kalian ber dua,gado gado ".
Aryo menyendokkan gado gado ke piring Andien.Andien hanya bisa bengong.
" Jangan bengong Ndien, nanti lalat hinggap di hidung," ujar Aryo.
Andien tersenyum sangat manis, menggetarkan hati Aryo.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment