Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kita


__ADS_3

" Mas tahu, kita gak usah membohongi kata hati, kita saling mencintai, tapi mas ingat kata ali bin abi thalib


"jika dia takdirmu maka dia akan mencari jalan untuk menemukanmu".


" Jika waktu bisa di ulang, aku hanya ingin duduk berdua dan saling berbagi cerita dengan mu seperti dulu lagi".


" Apa kamu terlalu sibuk dengan dunia mu Ndien ? , hingga lupa ada aku disini."


" Kamu sudah menemukan rumah dan memilih, orang yang baru , yang baru yang pasti lebih layak untuk dihuni, tapi aku tetap disini masih menyediakan bahu untuk dia bersandar, dan aku akan menunggumu."


" Bertemu ,tanpa titik temu.Memandang dengan jelas walau tanpa kejelasan. Saling tatap namun tidak menetap, sejahat itukah rasa di antara cintamu yang lain, Ya sudah...., jika takdir tidak mengijinkan kita bersama.. , yang penting sudah berusaha sampai titik penghabisan..dan di tinggalkan, " ujar Dimas berusaha tegar.


" Setelah mas pergi, mas masih sering terbangun mimpiin kamu Ndien, udah datang ke tempat rame, namun mas ngerasa sepi.Nyoba travelling, mental merasa rusak, naik gunung, nge camp lagi, mas mati matian merawat lika ini."


" Dan aku pun sama dengan mas, aku melampiaskan ke orang baru, aku ngerasa menjadi manusia yang jahat, dan aku gak mau berbohong lagi sama hatiku mas."

__ADS_1


" Berilah aku waktu, kita termasuk selingkuhkah mas ?".


" Entah la Ndien, mas juga gak tahu harus mengatakan apa Ndien, jarak di antara kamu dan mas ,membuat kamu menyadari perasaanmu kan Ndien?".


Andien mengangguk.


" Jika kamu memang memilih mas , bagaimanapun mas minta maaf pada Edward. Edward pria yang baik, kita berjodoh atau enggak, Tuhan yang menuntun kita."


" Jika tidak menerima Edward , sampai saat ini Andien tidak menyadari perasan Andien mas, bukan menyalah gunakan kebaikan mas Edward, Andien pikir , dengan berusaha, Andien bisa belajar membuka hati, belajar berjalan di jalan yang memang sama keyakinan, namun cinta itu unik ,dia hadir tanpa bisa memilih perbedaan, semua itu membelenggu Andien."


" Bukankah lebih bahagia menjalani pernikahan yang sehati, dan memang hanya dia yang kita mau di dunia ini", ujar Dimas.


" Mas gak akan goyah, walau apapun orang bilang tentang perbedaan itu, yang mas tahu, semua keyakinan membawa umatnya pada kebaikan.Jika mas masih kurang layak, maka akan mas tebus dengan perbuatan baik, menolong pasien tanpa membedakan status sosial, berbuat baik lagi, karena mas hanya mampu memcintai kamu, bukan yang lain."


" Mas yakin, mami dan papi ngertiin mas, ngerti perasaan mas sama kamu, mereka gak pernah ada masalah Ndien, kamu aja merasa mereka gimana ,karena punya anak satu, gak usah pikirkan semua itu, mami dan papi juga berat melepaskan mu ke keluarga lain, iya kalau kamu di perlakukan baik, kalau enggak ,mereka selalu khawatir, ingin kebahagiaanmu, jika mas menikahi kamu, mas salah, maka mereka akan menghajar mas. mas anak mereka pastinya nasehat dari A sampai Z akan mereka utarakan. Mereka bela kamu, menyakiti kamu, bererti menyakiti hati mereka."

__ADS_1


" Apa mami dan papi gak di omongin teman , keluarga besar dan lainnya mas,?".


" Mau apapun mereka omongin, peduli apa kita Ndien, hidup yah hidup kita, mereka bisa apa, hanya komentator , jangan di peduliin ."


Andien pun menunduk.


😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2