Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Dia


__ADS_3

Andien dan Dimas jajan aneka kue tradisional khas bangkok, mereka membeli dari beberapa pedagang.Mereka juga mencoba masakan tim bebek, daging bebek nya lembut dan wangi.


" Wangi banget ya mas, " ujar Andien.


" Hmmm, sausnya juga enak Ndien."


" Ndien ,liat tuh, kepala nhok ngok di gantung".


Andien tertawa.


" Mas mau kepala ngok ngoknya ?, " ledek Andien.


Dimas hanya tertawa.


" Andien tahu, itu makanan haram bagi mas, Andienmemang gak bisa melepaskan keyakinan Andien, namun Andien menghormati mas. Andien juga udah lama gak makan mas, apalagi kelak kalau kita bersama."


Dimas terharu dengan pengorbanan sang kekasih, menghargai diri nya, menghargai keyakinan nya.


Dimas mengusap wajah Andien dan mengusap rambut Andien.


" Tidak ada satu orangpun mengingini perbedaan, pacaran beda keyakinan, perbedaan kasta juga banyak penghalang ikatan cinta Ndien."


" Andien sudah mencoba menjalani hubungan yang gak dari hati mas, hanya karena se suku, se iman, namun hati gak bisa di bohongi."


" Terima kasih Ndien, terima kasih ".


Dimas mengecup tangan Andien.

__ADS_1


Selesai makan, Andien melihat beberapa temannya membeli pakaian, mereka meledekin Dimas, sang dokter cinta.Begitulah gelar Dimas dibuat teman teman Andien.


Dimas tahu, beberapa atlet memandang Andien dengan sudut yang berbeda, mereka menyukai Andien. Dimas selama ini cukul sadar ,sosok Andien memang rebutan. Bahkan Dimas juga tahu Edward masih mengejar dan mengharap Andien kembali bersama nya.Beberapa kali mereka bertemu dalam seminar, Edward mengatakan, dia gak akan mudah melepaskan Andien.


Edward memang sosok yang baik, sosok yang benar benar sopan, ramah. Terlihat guratan sedih pada mata nya. Dia sungguh banyak berharap pada Andien, namun karena bertugas, jarak mereka pun ada.


Edward mengatakan, Hati Andien memang sangat kuat pada Dimas, dulu dia gak menyadarinya, sampai mereka terpisah, Dimas tidak balik ke Jakarta, begitulah perasaan tidak bisa di kendalikan.


Andien menatap Dimas yang termenung.


" Mas kenapa termenung, apa lihat ngok ngok lagi? ",ledek Andien.


" Tuh boneka pig, mau?," tanya Dimas.


Andien menggeleng.


Dimas tahu, Andien sangat suka anggrek dan tanaman hijau, Dimas bahkan melihat, di balkon lantai 2 , Andien menanam berbagai tanaman Anggrek.


Andien tidak pernah melepaskan genggaman nya dari Dimas.


Mereka mencoba ayam merah, mencoba aneka rujak.


" Asam banget Ndien," ujar Dimas dengan mata menyipit.


Andien tertawa.


" Mas mau makan capung? belalang ?, kecoa?, tuh banyak yang jual mas."

__ADS_1


Dimas menggeleng.


" Kamu mau Ndien? , biar mas traktir ?".


Andien menyubit kecil perut Dimas .


Dimas pura pura meringis.


" Lengkap beli oleh oleh se RT, dua koper," ujar Andien setelah tiba di hotel.


Dan baju mas sampai kamu satuin juga ke koper kamu Bi, di tas nya mas ,juga penuh oleh oleh," ledek Dimas.


" Emak emak belanja gini mas, lupa diri,ingat sama anak tabtenya, anak tulangnya, ingat tetangga emaknya, ingat sama teman baiknya, mau gimana lagi, " ujar Andien tertawa.


" Mas aja ingat beli sepatu bapak, sepatu papi , tas buat mami dan mamak," ledek Airin.


" Mas juga beli kan , pakaian buat bang Ardi, sama dengan mas punya, beda warna saja, bener kan," ujar Andien menaik turunkan alis nya.


Dimas tertawa.


Mereka pun bersih bersih kemudian bergabung di lobby hotel, dan perlahan mereka memasuki mobil yang membawa mereka ke bandara.


Suasana sore sudah lumayan ramai. Jarak hotel dan bandara tidak begitu jauh, sehingga para atelit tidak begitu kesulitan jika tertinggal buat nyusul.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa

__ADS_1


Like


Koment


__ADS_2