
Andien kembali berlatih, dan esok akan terbang ke China buat mengikuti turnamen, seperti biasa ,pengarahan , bimbingan di berikan para petinggi badminton.Mereka juga sore itu di jamu makan malam , memotifasi atelit buat mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.
Andien hanya mengerutkan dahi, ketika sang pelatih menariknya duduk tepat di samping sang pelatih, sudah pasti kejadian itu membuat beberapa pasang mata terkesima.
Selama masukan dsn bimbingan dari para petinggi badminton di utarakan di forum, Andien banyakan diam, hanya menyimak, begitulah karakternya, tidak begitu banyak bicara, yang membuat hubungan nya hangat dengan Simas, Dimas itu care banget, hangat, dan suka lucu lucu, sama dengan sang mami Dimas, membuat Andien sering tertawa ,tidak serius melulu. Walau dimas terkadang seriusan kalau sedang memikirkan sesuatu.
Andien permisi ke toilet, tidak lama kemudian , Ratna menghampirinya di toilet.
" Ndien, cin cin mu cakep, eh..eh..tunggu dulu , a...apa kamu tunangan ?".
Andien mengangguk.
" Berkilau begitu indah Ndien, cakep bangetttt."
" Ndien ..., kamu hati hati di terkam pelatihmu, kamu gak lihat, dia agresif banget sama kamu, terang terangan seolah olah dekati kamu."
" Aku gak tahu, hanya kaget dia tarik tadi."
" Ndien...., kamu yakin tunangan, apa ada rencana menikah ?".
" Andien mengangguk."
" Ndien, usiamu masih muda, sayang banget, masih bisa meraih banyak hal."
" Aku berniat, walaupun menikah, aku bakalan tetap stay bermain badminton."
__ADS_1
" Trus , kamu nunda punya anak ?".
" Rencana aku nunda dulu, gak pakai Kb, yah alami gitu, pajai tanggal atau apalah, calonku kan dokter ,pasti lebih paham soal jaga menjaga."
" Awas kebobolan loh Bi."
" Kalau kebobolan yah udah rejeki, mau gak mau 1thn ngeram, kemudian kembali lagi ke lapangan."
" Bagaimana kalau rayuan pelatihmu, membuat kamu goyah Bi, pelatihmu kan cakep, keren, postur atletis, terus kamu apa gak tahu, dia tuh pengusaha garmen, tajir, dan lulusan luar lohh, 2 orang bersaudara, dia anak paling besar."
" Lalu kenapa dia jadi pelatih ?".
" Dia memang suka badminton, bahkan menjuarai berbagai kejuaraan, itulah menjadi misteri, balik ke Indonesia, kerja di kantor induk milik orangtuanya dan entah mengapa ngelatih kamu doang dia mau."
" Yang benar kamu Rat ?".
" OMG, yang benar Rat."
" Iyahhh, bahkan beberapa pelatih malah bilang, memang sih ,atlit paling cakep, bersinar, baik, paling banyak fans kan kamu, apa dia fans fanatikmu, yang berusaha kejar kamu Ndien?".
" Ihhh...jangan gosip dehhh."
" Beneran loh Bi, kita kan gak tahu, niatnya apa."
" Aku udah menjaga sikap, menjaga jarak, kamu tahu kan aku gimana."
__ADS_1
" Yah tahulah, kamu tuh dekat hanya sama dokter cintamu, kamu kelihatan happy, nyaman, tanpa jarak."
" Kamu hati hati aja, memang jika mau melangkah serius ,ada aja masalah Ndien."
" Termasuk menguji kesetiaan perasaan kamu."
Andien mengangguk.
" Kita sudah lama disini , yuk balik."
Andien mengangguk.
Dan ketika keluar dari toilet, Andien terkesima melihat sang pelatih di pojokan. Otomatis dia memegang tangan Ratna.Ratna dan Andien saling bertatapan.
Andien pura pura ngobrol sama Ratna, Ratna juga baik, pandai membawa suasana ,merek pun memasuki ruangan pertemuan.
" Andai aku gak ada, kamu bakalan dia cegat Bi, aku mepet kamu aja deh, orang ada maksud menyeramkan juga kan."
Andien mengangguk.
☂️☔🌤🌨☂️☔🌤🌨
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment