Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Simpatik


__ADS_3

Andien dan Dimas memasuki sebuah rumah, disana Andien dan dimas di antar kan ke sebuah ruangan. Andien melihat wajah itu begitu pucat dan hanya terbaring melihat anaknya bermain.


" Tidak usah duduk, istirahat saja, " ujar Dimas.


Andien hanya memandang sang suami.


Apa karena belas kasihan kah, perasaan mereka berkembang, atau hanya sebatas empati terhadap pasien, entahlah hanya mereka yang tahu.


Walau kaku Andien berusaha buat mengetahui apapun pekerjaan yang Dimas tutupi.


Bukan satu dua kisah dimana seseorang melupakan pasangan nya hanya karena curhat, lama kelamaan menjadi tidak ada batasan, aku sudah menikah, status mulai terkikis.


Prihatin melihat wanita itu, sangat pucat dan terbaring, setidaknya bukan lawan sepadan buat ngamuk ngamuk pertemuan dengan suami orang, bersaing dengan wanita yang nyaris dinujubg tanduk bukan lah level terbaik. Awalnya ingin melihat sehebat apa wanita itu, se cantik apa, bisa membuat suaminya jadi pembohong.


Kepercayaan itu sangat sulit Andien lakukan.Karena dia memang tipikal jujur.


Bahkan saat Dimas bermain dengan anak wanita itu, ada rasa perih dalam hati Andien.Namun ketika matanya berkaca kaca Andien masih menyaksikan interaksi kedua orang dewasa di hadapannya.


" Jika wanita ini, pasien ini membutuhkanmu, lepaskan ikatan kita. Jika kedekatan kalian memberi rasa aman, aku mundur. "


Hanya satu kalimat, Andien pamit dan bergegas pergi dari tempat itu.


Tentu saja Dimas menjadi gelagapan.


Andien menghentikan sebuah taxi ,entah semesta tahu bagaimana hancurnya hatinya, Andien langsung memasuki taxi dan kembali ke rumah sang mertua. Mengambil koper, dan mengendarai mobilnya menuju sebuah tempat rohani di daerah puncak.


Andien sudah lama tidak mengunjungi tempat ini, dan besok dia akan berangkat bertanding .

__ADS_1


Ingin menenangkan diri, berpasrah pada suratan dan jalan apapun di depan nya.


" Sudah lama tidak kemari Ndien , ujar seorang suster Biara."


" Benar suster, karena kesibukan Andien."


" Tenangkan kegalauan mu nak. Tidak ada rumah tangga yang mulus seperti jalan tol. Bahakan buat kami yang melayani bagian kerohanian, cobaan kami, problema kami juga ada."


" Memaafkan memang sulit, namun melepas juga bukan solusi. Cukup tenangkan diri, saling menjauh, karena suasana panas. "


Sang suster punya pendapat, dan bisa membaca situasi siapapun, itulah karunia yang sang suster miliki.


" Rasa kecewa ,kepercayaan , membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Rasa empati melukai mu, namun jangan berpikiran negatif Ndien, Semua ada jalannya."


Andien memasuki sebuah gereja ,Disana begitu banyak para suster bernyanyi pujian, air mata Andien mengalir begitu deras. Dirinya begitu tenang perlahan.


Alunan musik organ gereja membuatnya lebih syahdu. Berdoa dan memandang salib di hadapannya.


Andien menyadari, tidak ada cinta lebih besar, selain cinta Tuhan pada dirinya.


Andien pun meluapkan tangisan nya.Setelah dirinya tenang, dia hanya mengirkmkan pesan pada sang mama mertua, dia akan berangkat besok buat bertanding.


Andien menon aktifkan handphone nya.


Ardi yang di datangi dimas menjadi bingung, kemana adiknya pergi.


" Apa yang kamu lakukan pada Andien, sampai dia menonaktifkan handphone nya Dim, kamu apakan Andien ?".

__ADS_1


" Pantas saja ,akhir akhir ini , Andien lebih banyak diam dan bolak balik aku tanyakan dia kenapa,ada masalah apa."


" Entahlah Di, aku gak tahu harus jelaskan bagaimana. Awalnya kesalahbpahaman soal pasien ku, dimana aku keluar makan bakso nemani nya beberapa kali, Andien melihatnya. Terus aku menjelaskan salah paham, membaawanya le rumah pasien ,dan dia pergi dari yempat itj dan aku tidak bisa mencarinya dan menghubunginya lagi."


" Kamu membohonginya kan Dim, kamu tidak terbuka dalam urusan wanita itu kan? pasien mu ? dia curhat, kamu simpatik, lalu kamu nemani, kamu tega membohongi isterimu, kamu perhatian lebih karena curhatan nya. Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan interaksi suami dengan wanita lain. Apa kamu pikir adikku manusia batu,tidak punya perasaan? Jangan katakan adikku pecemburu,tidak ada wanita yang menyayangi suaminya yang tidak cemburu, suaminya dekat dengan pasien nya, batasan sudah lebih, dan dia terluka."


Dimas mengusap wajahnya.


"Kamu akan menyesali nya Dim. Aku akan memastikan, kamu akan menyesali perbuatan kamu."


" Di...,aku gak selingkuh, aku tidak jujur karena memang privasi pasien, dan apapun salahku aku menyesal dan minta maaf Di."


" Ada apa ribut ribut Dim, Di,kalian kenapa?".


" Andien mana ?".


" Andien di rumah orangtua Smith mak.Gak ada masalah ," Ardi tidak mau kedua orangtuanya susah. Karena sang kakak Ester dan dirinya ,tidak pernah ada masalah se besar masalah pernikahan Andien .


Dimas hanya menunduk.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2