
Andien terbangun saat teman nya mencolek hidung mancungnya.
" Maaf ketiduran."
" Hmmmm...., siap siap gih Ndien. Nih pakaian buat golf. Badan kamu gak jauh beda sama aku, nih masih baru, belum pernah aku pakai,ambil aja Ndien."
" Aku minjam baju yang lama aja Jeng, gak usah yang baru, ini pasti mahal kan."
" Udah , pakai aja, lagian jajan aku banyak dari calon mu Ndien, " ujar Ajeng ngakak.
" Ih...kamu ledekin aku melulu deh Jeng."
" Buruan ,ntar terlambat, mandi dulu gih, biar wangi,ini handuk, pakaian dalam juga baru, pakai aja, ku banhak stok, Keyshia aja sering pakai yang baru, jangan sungkan ,buruan cepetan yah bestie."
" Jadi sungkan, makasih ya Jeng".
Ajeng mengangguk.
" Selama ini, mamak mu juga kalau kami main ke rumahmu, ngasih makanan super enak, makan apa aja dimasakin ,gak mau di bayar, rujak emak juga enak banget, jangan saling berhitung yah Ndien, kayak kenal satu dua hari aja.Udah temenan lama pun sungkan, " ujar Ajeng.
Andien pun menuju kamar mandi, mandi bersih dan menukar pakaian nya.
" Kerasa beda jadi atelit golf," ujar Andien tawanya pecah ketika kekuar dari kamar mandi.
" Wuihhh engg ie engggg, si bule kita bersinar banget, atasan putih liris biru,dan rok celana biru memukau, perfect ," ujar Ajeng.
__ADS_1
" Kamu cakepnya kebangetan Ndien, makanya kumbang kumbang banhak serbu kamu, kami urutan di belakang dehhh, " ujar Keyshia tertawa.
" Sinj Ndien, aku ikatin rambut kamu, liat rambut Keyshia aku yang buat, cakep kan?".
Andien mengangguk.Memang Ajeng sangat pandai menata rambut, dia banyak eksperimen dari youtube.
" Udah selesai, kamu lebih menggemaskan kan Ndien, " ujar Ajeng.
" Udah bisa buka salon nih Jeng," ujar Andien.
" Nih sampingan deh Ndien, akj mau ambil dokter bedah kecantikan."
" Lagi buming memang say, emak emak, wanita ,pada gandrung banget soal kevantikan, yangvtanam benang, DNA salmon, lain lagi soal facel, cream, sliming, semua deh komplit perawatan wanita itu, waw banget, " ujar Keyshia.
" Mau apalagi, yah mewarisi kerajaan bisnis papi aku, belajar soal pembukuan, manajemen ,yah gitu gitu lah Jeng, Ndien. Pilihan gak banyak, mami dan papi aku kan orangnya diktator gitu, semua wajib di jalankan, dari kedua abangku sampai aku, mana bisa milih, pasrah sama nasib."
" Kalau kamu Ndien? mau jadi apa?".
" Mau jadi atelit badminton handal, mengharumkan nama bangsa , buka outlet sepatu, raket, mau beliin mamak dan bapak rumah, banyak deh cita cita aku."
" Ya Ndien, semangat, aku percaya, kamu bersinar banget, kan mau ke Singapura bawa emak kan, emak pasti bahagia, jalan jalan di Singapura."
" Kebahagiaan anak,bisa bahagiain orangtua yah Ndien, aku juga tahu ,semua yang dilakukan orangtuaku buat masa depan aku dan abang ku."
" Yah Key, orangtua selalu ingin memberi yang terbaik buat anak, lagian kalian kan punya banhak perusahaan, mama dan papa kamu mau,kamu juga terlibat dalam perusahaan mereka, hak kamu sama anak laki setidaknya setara."
__ADS_1
" Yah Ndien, benar pendapat kamu, aku juga mikir gitu, " ujar Ajeng.
" Semua orangtua , mau anaknya maju. Di warisi kekayaan mereka ,bisa anak anaknya jalankan.Kamu beruntung Key. Kamu lihat Andien, berjuang sama ke 2 saudara nya. Berjuang dari nol, tetapi mereka punya orangtua yang baik, gak menelantarkan anak, mau berjuang bersama sama."
" Dalam kesederhanaan, keluargaku punya kehangatan cinta kasih, selalu bahu membahu, peduli dan peka. Aku merasa bahagia dalam kesederhanaan, masih bisa bersekolah, kedua orangtuaku sehat,kami semua sehat, itu lebih dari apapun," ujar Ajeng.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa singgah di novel karya saya lainnya
Like
Vote
Koment
__ADS_1