Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Pagi


__ADS_3

Ketika pagi tiba , Dimas sudah terbangun menunaikan sholatnya.Wajahnya begitu bahagia melihat Andien di tempat tidur .Wajah Andien begitu mengggemaskan.Polos dan pipi tirus Andien memperlihatkan pose bagaimanapun dia ,sangat ayu, cantik dan bulenya sangat nyata.


" Dipandangi terus nak, apa rindunya dah dalam banget?".


Dimas hanya tersenyum.


" Begitu banyak gadis di kota Surabaya ini, cantik,modern, berkelas,kenapa kesemsemnya hanya sama Andien, padahal perbedaan usia kalian cukup signifikan, lain lagi keyakinan yang berbeda."


" Tuhan gak pernah membedakan kita di hadapanNya mi, kita semua sama. Namanya hati bu, gak bisa memilih. Awalnya ada pergulatan dalam diri Dimas, sedari kecil, ah mungkin rasa ini hanya sebagai saudara. Menepis kenyataaan.Tetapi mi gak bisa di dustai,setelah ber abad penelitian. beneran rasa cemburu,ingin bersama dan memiliki begitu kuat."


" Dan nyatanya,melihat Andien tersenyum didalam pikiranku mi, itu membuatku jauh lebih baik."


" Lelah hilang?".


Dimas mengangguk.


" Jika mengikatnya membuat beban, aku lebih memilih melihatnya meraih cita citanya mi".


" Jika dia di samber cowok lain, kamu bakalan menangis 5hari 5 malam nak".


" Mami gunanya sama papi kan mata mata nya mas.Please mi.....".


" Emak dijadiin jagain calon mantu, kamulah mas, kok tegaan banget sihhh".


" Ihhhh, mami kan juga sayang sama Andien. Gak mau punya menantu Andien?".


" Mau nak, pakai banget. Mami takut Andien gak bahagia sama orang lain,kalau sama kamu, kamu nyia nyiain hatinya, mami bisa sate kamu nak.Kamu anak mami, mami bisa langsung nyari dan buat kamu jadi ayam geprek kalau kamunya berulah, bisa mami asah pisau buat ngejar kamu".

__ADS_1


" Buat ngejar aja kan mi goloknya? bukan buat tebas kan mie?".


Sang mami tertawa.


" Sakit loh nak, mencintai seseorang, eh yang di tunggu tiba tiba di taksir orang, apalagi cakep, baik, pintar, patah hatimu akan dalam".


" Mami ngomporin dehhhh".


" Yah mami kan cuma bilang. Lelaki gentle itu, suka ya ngomong, kalau naksir ya bilang, di pendam jadi batu, buat apa?".


" Dimas gak mau membebani Andien mi, masih kelas 1 SMA, pastilah masa remajanya ada, gak harus di ikat dengan kata pacar atau pertunangan ."


" Kalau Andien ,tiba tiba menerima cowok lain gimana?".


" Yah Dimas mau bilang apa mi,kecewa pasti.Tetapi mi, mungkin pilihan Andien yang terbaik.Tanpa bicara,Andien pasti tahu, mas menyayangi dan mencintainya."


Dimas hanya menunduk dan mengusap wajahnya.


" Dimas pernah bilang ke Andien, mau gak jadi pacar Dimas,Andien bilang, dia masih fokus sekolah mi, Dimas akan sabar menunggu."


" Nanti kamu nunggunketuaan dong mas".


" Apa mami udah ngebet punya mantu?".


" Ya iyalah nak, teman mami udah pada ngundang nikahan anak, undang acara keka cucu, mami kapan?".


" Kalau mereka cerai, mami juga kan paling heboh. Nikah bentar udah bosan, selingkuh, eh cerai, jadi ibu dan bapak jamans ekarang pusing, bukankah mami bilang gitu ke Andien?" .

__ADS_1


" Iya nak, benar juga".


" Mending menikah telat mi, tetapi menikah benar benar matang. Dapat yang klop dan sejalan."


" Ya nak ."


" Mami doain Dimas berjodoh dengan Andien, walau beda agama kami gak mempermasalah kannya ."


" Iya mami doain nak, papi mu juga udah ngomong ,mau kamu pindah agama, afau Andien, gak masalah, agama apapun mengajarkan kebaikan, mau menikah di luar negeri bisa."


Sang mami mengusap rambut puteranya.


" Satu hal yang membuat mami itu bahagaiaaa, liat kamu bahagia,tertawa, damai hati mami nak. Pilihanmu, bukan pilihan mami.Mana yg terbaik sama kamu nak, yangbjalani kan kamu,bukan mami.Mami hanya bilang, ini baik, ini gak."


" Mami gak suka liat wanita ngejar ngejar pria, agresif gitu".


Dimas tertawa.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2