
Andien membalas Wa dari Edward. Sang kekasih sangat baik pada Andien selama ini, sangat tulus ,benar benar mencintai Andien.
Mencari pria sebagi Edward tidaklah mudah, malahan Andien merasakan Edward gak pantas mendapatkan apa yang selama ini Edward lakukan padanya.
" Kenapa meeengut aja dari tadi Ndien?".
Andien hanya tersenyum.
" Apa terlalu sulit pikiran kamu, apa yang kamu rasakan nak ?".
" Memutuskan seseorang yang baik, gak ada salah, rasanya gak bisa berbuat gitu bu, menempatkan andai dia di posisi kita."
" Namun gak jujur juga salah," ujar Andien.
" Andien bawa dalam doa nak".
" Andien gak pernah menyesal bu, ketemu dengan siapapun, entah orang tersebut punya rekam jejak yang baik, atau tidak dalam hidup Andien.Andien berusaha hidup dengan baik, dan baik pada siapapun. Karena Tuhan gak akan mempertemukan kita pada seseorang tanpa sebab.Everything happen for a resson( Semua terjadi karena suatu alasan)."
" Sekolahmu gimana Ndien ?".
" Seperti biasa bu ".
" Seledaikan sekolah dulu, baru mikir hal yang berat ," ujar bu bidan.
" Ya bu."
" Ester kapan menikahnya Ndien?".
__ADS_1
" Akhir bulan ini bu, yang lalu pernikahannya di undur ,karena orangtua calon suami kak Ester ,sedang sakit bu."
" Ya lah nak."
" Jaga diri baik baik ya nak, apalagi anak perempuan, harga diri paling utama."
" Ya ,bu ".
" Mas mu tadi katanya ada operasi mendadak ya ?".
" Iya bu."
" Begitulah profesi dokter nak, begitu ada panggilan, wajib bergerak langsung, mau sedang makan , mau sedang apapun. Tetapi yah tidak sedikit juga , ketika dokter di pangg, , ketika pasiennya urgent , mereka seperti dewa, sulit buat ngecek pasiennya".
" Ya bu, apalagi orang yang tidak berpunya. Andien waktu kecil sering sakit, kalau gak ada bapak dan ibu, pasti mamak sama. bapak kesulitan mencari biaya , buat berobat."
" Mas mu aja betah di Surabaya. Mami malah suruh mas mu beli rumah di samping rumah mami, mami suruh mas mu pindah tugas dari Surabaya ke Jakarta."
" Lingkungan masih bersih, gak banjir , memang ke keluargaannya tinggi, nyaman disana tinggal bu."
" Benar Ndien, bapak nyaman tinggal disana. Tetapi bapak juga suka di Surabaya."
" Ihhh, si bqpak, kepincut kota ini juga."
" Gak macet Ndien, makanya mas mu juga senang disini."
" Bisa jadi pak."
__ADS_1
" Pesawat jam berapa besok Bi?".
" Pesawat siang pak, biar bisa makan sama bapak juga siangnya."
" Dulu, waktu kamu kecil, kita ber 3 sering makan bersama, jika ibu lagi tugas, kita makan nasi kapau, nasi padang uda sayang, kamu dan Dimas sama bapak suapi nak."
" Andien kepedasan ya pak".
Sang bapak mengangguk.
" Kalau ketahuan sama ibu, ibu hanya pura pura marah, dan suruh banyak minum, biar gak panas dalam," ujar bu bidan.
" Fokus sama pertandingan yah Ndien, bapak lihat permainan mu semakin pesat, smash mu tajam, dropshot mu memukau, netting mu juga mulus, memang gak sia sia kamu berlatih dari kecil. Dulu mas Dimas mu kami larang jadi atelit karena dia laki laki, tulang punggung keluarga, era dulu, atelit gak di perhatikan, gak sejahtera hidup mereka setelah menggantung reket.Tetapi kalau sekarang, hadiah lebih menjanjikan, jaminan buat atelit juga ada di hari tua, jadi era sekarang kamu lebih bersyukur Ndien."
" Iya pak, Andien akan berusaha semaksimal mungkin.Lawan juga udah senior semua."
" Pasti nak, wajib kuat, fokus ,jaga kesehatan yah".
Andien mengangguk.
😘🥰😍😘🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment