
Andien kembali melakukan pelatihan,namun konsentrasinya kacau ,bolak balik di marahi sang pelatih.
" Jangan bawa masalah di rumah ke pelatihan Ndien, kesalahan yang sama bolak balik kamu lakukan.Kalau begini cara main mu, belum apa apa kamu sudah kalah. Kamu gak lihat ,persaingan tunggal puteri saat ini sangat ketat?".
" Latihan yang benar".
" Baik pak," ujar Andien.
Andien kembali makukan pelatihan sampai di puncak kelelahannya ,baru sang pelatih menyuruhnya beristirahat.
" Pertajam smash bagian kiri, dan drop shotnya Ndien."
" Baik ," ujar Andien.
Sang pelatih memperhatikan Andien. Andien sangat beda dari biasanya, lebih banyak diam dan termenung. Selama dia melatih Andien, hari ini performa Andien yang sangat kacau.
Dan sang pelatih menduga , Andien sedang tidak baik baik saja,pasti ada masalah, atau pikirannya lagi kacau dan ada masalah berat.
Tak berani pergi ,tetapi tidak memberi pasti, harus selalu ada namun sulit menepis rasa.Seperti pelangi,terlihat namun tak dimiliki,pergi dan kembali ,sehabis hujan datang lagi.
__ADS_1
Andien kelihatan kesepian.Kesepian dalam hal apa? Hatinya sangat sepi, sangat kentara,tidak ada semangat.Tersenyum hanya untuk menutupi luka, karna percuma bercerita kalau hanya sekedar mendengarkan tanpa memberi saran.
Andien bertanya dalam hatinya
" Tuhan ...,salahkah aku jika hilang percaya?Apakah aku salah kalau aku merasa lelah?capek dengan semuanya?merasa sudah berada di batas ujung kemampuan ku?,untuk bertahan.Sudah begitu banyak yang terjadi, aku sudah melakukan segala sesuatu yang terbaik.Tetapi itu tidak cukup.Mau berharap lagi sulit.Aku merasa sangat salah Tuhan ,kalau aku merasa janji Tuhan saja tidak cukup untukku.Apakah aku salah kalau aku meminta bukti?Bukti kalau Tuhan memang peduli dan mencintaiku.Bagaimana yah kalau sebenarnya saat ini Tuhan sedang dengarkan aku.Gimana sebenarnya Tuhan tidak terlambat menjawab dia doa ku? Tuhan tahu segala sesuatu.Dan itu sudah ada di salam rencananya."
Andien menghapus keringat di wajahnya.
" Ada problema Ndien ?," tanya Debi teman Andien.
" Hmmm....".
" Aku sampai kalah ber ulang ulang hanya karena manusia sejenis itu."
" Sampai satu titik aku ingin menggantung reket, buat memperbaiki rumah tangga. Namun untung gak gantung reket, tiba tiba dia putuskan menikah lagi.Gimana hancurnya aku.Sampai aku gakntahu harus gimana."
" Terus?".
" Aku bangkit, lebih menghabiskan pikiran memikirkan strategi bertanding ,sampai aku kembali berdiri."
__ADS_1
" Atelit cewek, jarang bisa mem manage perasaannya Ndien. Atelit juga manusia kan ? ,jadi lumrah masih merasakan kecewa ,sakit dan kepaitan.Hanya waktu kita,persaingan kita sangat hebat dalam menjadi ateleit, move on harus gercep Ndien."
Andien mengangguk.
Wa itu berbunyi ketika handphone di aktifkan.
" Maaf aku memberi luka, membuatmu bersedih, membuatmu menangis,cinta...tak mengapa kamu marah,namun jangan engkau usaikan kita.Tiada yang meminta seperti ini.Ada apa dengan kita, apakah kita lelah dengan keadaan.Gak ada saling mengerti, " isi Wa Dimas.
" Setiap manusia punya keinginan bertahan dan untuk memiliki, mendapatkan apa yang dia mau,hanya saja mungkin takdir selalu hadirkan kata tak mungkin di hidup kita, hingga rasa memiliki itu perlahan pudar.Ahh...., mungkin yang aku ingin kan tidak sepenting apa yang mereka inginkan " . sampai tidak tau apalagi yg kita inginkan sejauh ini .Aku tak pernah lari ke orang lain ,ketika hubungan kita sedang tidak baik baik saja.Setidaknya aku bukan orang yang merusak komitmen hanya karena rasa bosan.Tetapi aku akan benar benar pergi, ketika posisiku sudah terganti , " Balas ,Andien.
" Kapal akan aman jika dibiarkan di pelabuhan. tapi bukan untuk itu kapal diciptakan, " balas Dimas.
😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment