Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Cemburuku


__ADS_3

Ke esokan harinya, Andien dan Dimas jogging keliling lapangan dekat dengan sebuah perumahan.Andien dan Dimas saling bekejar kejaran.


" Sini Ndien, mas gendong belakang".


" Andien udah gedekmlo mas,malu ahhhh".


" Udah tahu malu? biasa masih mau mas gendongin".


Andien tersenyum.


Mereka menyusuri sebuah danau di dekat pinggir jalan, danau yang begitu indah.Hanya 15 menitan dari rumah mereka.


" Mas ingat,dulu ibu pernah jualan dekat sini, sejak di tertibkan, gak boleh jualan, dulu ibu jualan nasi ,es,jagung bakar disini, kita sering duduk disini kan mas".


" Iya Ndien.Mas keingat, kamu waktu masih SD saat itu."


" Rasanya waktu cepat berlalu.Mas juga udah mau jadi spesialis kan".


" Masih baru Ndien, perlu waktu juga ".


" Jadi dokter pasti sulit kan mas,kerja non syol,salah diagnosa , berabe kan mas".


" Semua pekerjaan ada resiko Ndien."


Andien melihat sebuah mobil fortuner hitam , parkir di kediaman rumah Dimas.


Dan benar saja ,seorang wanita sangat rapi, cantik, putih, tinggi berada di depan mereka.


" Surprice.......",ujar sang Wanita.


Dimas reaksinya datar dan biasa aja.


Andien melirik sang wanita.Waw sexy, pakaiannya minim, kulitnya putuh, mulus,rambut nya panjang, sungguh sempurna mirip boneka barbie.


Andien merasa gak nyaman.


" Mas, Andien balik dulu ya".


" Mas antar aja Ndien, tadi mas yang pamitin kamu ke orang tua kamu".

__ADS_1


" Gak usah mas, gak apa apa.Mas ada tamu juga."


Andien tersenyum dan pamit.


Sepanjang jalan Andien memperhatikan dadanya.Hmmm aku memang benar bocah ingusan.Pakai make up aja pas kawinan family.


Andien melihat kulitnya gak seputih dulu, kadang main badminton latihan sama bang Ardi di lapangan, mau terik, yah mana peduli.Alhasil ya menurut Andien dia kucel,hehehehe.


Andien merasakan ketidak nyamanan.Namun sebuah tangan mwnggenggam tangan Andien,hampir saja Andien menjerit kalau tidak sebuah suara yang di kenalnya menahan teriakannya.


" Lohhhh, mas kok disini sihhh,nyusul".


" Mas kan udah bilang, mas akan antar kamu Ndien, permisiin anak gadis orang berat loh Ndien, pulanginnya harus utuh."


" Gak apa apa loh mas,kan dekat aja mas".


" Teman mas gimana, gak enak di tinggal loh mas".


" Ada ibu nemani Ndien."


" Kamu gak nanya. wanita itu siapa Ndien".


Walaupun jiwa keponya meronta,gkmanapun jaim dongggg🤭🤭🤭🤭.


" Kok bengong Ndien"?.


" Mas kok nanya gitu sihhh, serasa Andien nih isteri tua dehhhh".


Waduhhh, ampun Dj, kok jadi aku bilang gini amat,mampus dehhhh.


" Kalau kamu jadi isteri sah mau ngak Ndien?".


Andien menjadi mati kutu.Dan Dimas pun paling paham wajah dan mimik lucu Andien.


Dimas membelai rambut Andien.


" Wanita itu dokter juga Ndien, dia sering ngejar mas,mas gak tertarik dan nolak .Namun ngebet dan entah siapa yang berikan dia alamat mas di sini.Mas gak nyaman.Mana mas gak punya waktu banyak, dj ganggu pula sama kunti".


" Ihh mas kok bilang kunti, nanti bencj benar cinta lohhhh, kena kutukan."

__ADS_1


" Gak Ndien, mas lebih suka sama wanita sopan, baik, keluarganya baik, mas ingin punya anak bersamanya Dia ibu dari anak anak mas,bukan wanita yang kekurangan bahan pakaian,genit, centil,gak Ndien."


Andien hanya terpaku dengan kata kata Dimas.


" Dah sampai mas,gih mas...,tamunya nanti ngamuk."


" Mas gak mentingin siapapun Ndien, mas mentingin kamu,bagi mas ,setiap mas pulang, liat kamu sehat, tetap jomblo mas bahagia".


" Ihh mas kejam banget dehhh, doain org jomblo selalu, biar kayak mas yahhh?".


" Kita jomblo buat jagain seseorang Ndien".Kedua mata Dimas menatap Andien.


Andien menjadi salah tingkah.


" Istirahatlah Ndien,besok ingat ,joging pukul 6 mas usah jemput yah, jangan telat jangan biarkan ibu dan ayah ganggu nge date kita".


" Ngedate apaan sih mas, ihhhh ngawur."


Dimas tertawa.


" Eh nak Dimas kok gak masuk nak, " ujar bapak Andien.


" Besok aja ya pak, ada tamu pak. Andien dah sampaj gak kurang apapun ya pak."


" Gini bapak suka, pria gentle, bawa anak gadis orang, pamitin, juga ngantar".


" Ihhh bapak muji gitu, naik tuh kuping mas Dimasnya."


Dimas dan sang bapak pun tertawa.


🌼🌳🌼🌳🌼🌳🌼🌳🌼


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2