
Dan dihari itu, mereka berbelanja, di beri uang saku, dan juga di beri beberapa sponsor pakaian dan aneka makanan. Mereka juga berburu kuliner saat ini sebelum menuju bandara.
Andien memakan es cream bersama Dimas, sudah tentu mereka saling comot.
Beberapa atlet melihat Andien. Andien sibuk memperhatikan ,apa saja oleh oleh yang cocok buat keluarganya, apalagi keluarga besar nya di Jakarta berkumpul.
Andien membeli gulali, saling comot bersama Dimas.
" Mas, mas gak malu, pacaran sama anak yang baru lulus, pacar mas masih anak bau kencur ?".
" Usia kita terpaut 8tahun Ndien, tetapi dari berbagai hal, kamu dewasa dari umur mu, kamu masih ada jiwa kekanak kanakan, tapi sangat sedikit dibanding orang se usiamu.Kedewasaan mu di tempa karena keadaan. Kamu gigih, tekun, membahagiakan kedua orangtua dan saudaramu."
" Andien juga salut sama mas, mas bekerja, bukan jadi dokter aja, malahan bisa pembisnis baju hoodie, sepatu, tas, resto mas juga ada beberapa, mas pinjam uang sama papi mas, buat usaha, gagal, mas gak menyerah. Malahan usaha mas semakin maju, mas ada waktu luang, selalu ke beberapa toko dan resto / cafe mas."
" Pekerja mas banhakan anak kuliahan, yang gak mampu ngekost, mas beri kost gratis ,syaratnya mau gigih bekerja rajin dan jujur."
" Usaha toko olah ragamu juga maju Ndien, kamu buka jualan online, lain lagi kamu tahu bahan pakaian olah raga apapin yang nyaman, ngadain sale, semua komplit , Ardi sering cerita sama mas, kamu banyak memakai karyawan di beberapa toko, membuka lapangan pekerjaan."
" Ya mas, begitu gantung reket, Andien akan fokus pada bisnis, atlet kan ada masanya mas."
" Benar Ndien, usaha kost kost san mas juga jalan, buat pekerja kantoran.Kamu punya udah rampung Ndien?".
__ADS_1
" Udah mas ,tinggal gunting pita, hehehe, " ujar Andien terkikik.
" Ndien, kue apa yg di buat mamak ,waktu selesai bangun rumah ?".
" Oh, kue itak itak bang ,namanya."
" Dalam bahasa Toba, itak berarti beras dan gurgur berarti mendidih. Sederhananya, itak gurgur merupakan makanan yang terbuat dari beras dan agar orang yang telah memakannya memiliki semangat yang mendidih dan berkobar," ujar Andien.
" Mas suka kue nya, yang pakai gula putih Ndien, kalau pakai gula merah ,mas gak gitu suka."
" Selera orang beda beda kan mas, Andien malah suka yang mentah, gak di kukus, bang Ardi juga suka gitu, kalau kak ester , bapak dan mamak, suka gula putih dan kukus juga ,kayak mas."
Dimas tersenyum.
" Ada banyak cara yang dilakukan setiap orang sebagai wujud rasa syukur ketika memperoleh karunia atau berbagai macam rezeki, salah satunya ketika memiliki rumah baru. Masyarakat Indonesia sendiri secara umum selama ini lekat dengan kebiasaan syukuran ketika hendak menempati rumah yang akan dijadikan tempat bernaung untuk tinggal.
Namun jika membahas lebih spesifik mengenai perbedaan adat dan budaya, sebenarnya tiap daerah di tanah air memiliki caranya masing-masing untuk merefleksikan rasa syukur yang dimaksud, benar kan Ndien?".
" Benar mas."
" Misalnya saja masyarakat Jawa yang selama ini ternyata juga memiliki ritual atau cara tersendiri yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur ketika menghuni rumah baru, yakni melalui tradisi Slup-Slupan yang saat ini masih bisa ditemui praktiknya pada salah satu desa yang memang dikenal akan kekentalan nilai tradisi yang masih dijaga, yakni Desa Sangiran, " ujar Dimas.
__ADS_1
" Dalam prosesnya, akan ada orang atau biasanya pemilik rumah yang memegang sapu lidi untuk menyapu, dan satu orang lagi memegang lampu minyak beserta tempat air.
Dua orang tersebut akan berdoa terlebih dahulu di depan rumah kemudian mengitari rumah dengan menyapu dan menyirami sekeliling rumah dengan air. Prosesi tersebut bermakna agar rumah menjadi adem (nyaman) dan tenteram," ujar Dimas.
" Sapu lidi dan kegiatan menyapu memberikan makna agar semua kotoran yang ada bersih, baik kotoran fisik maupun nonfisik, sedangkan lampu memiliki makna agar mendapat pencerahan dalam hidup bagi para penghuni rumahnya.
Selain itu, dilakukan juga pemasangan padi, tebu, dan kelapa di posisi tengah atap rumah, yang dimaksudkan agar pemilik rumah mendapat penghidupan yang baik sehingga hidup mereka terjamin."
" Para partisipan upacara sakral ini mengenakan baju adat jawa berupa beskap untuk pria dan kebaya bagi wanita, dengan membawa air dalam kendi dan tanaman akar wangi. Karena lebih modern, ubo rampe berupa nasi gurih digantikan dengan nasi tumpeng yang juga disertai dengan lauk-pauknya, kamu suka tumpeng kan Ndien".
Andien mengangguk tersenyum.
" Keingat,kita rebutan makan pucuk tumpeng yang segitiga, mas maunya bagi dua sama Andien, sampai mami mas nyetak dua atas tumpeng gt di piring,tiap masa, buat kita berdua."
Dimas tertawa mengingat kelucian mereka di masa kecil.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥲😋
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment