
" Apa mas bahagia kita akan punya baby ?", tanya Andien.
" Tentu saja yaaang, tetapi mas mau kamu sehat, itu yang paling utama".
" Saya akan suntik kamu dan infus kamu ya Ndien, infus ini gak ada efek samping buat baby, semua aman. "
Andien pun mengangguk.
Dokter Dhea menyuntik Andien dan rasa nyeri suntikan Andien rasakan. Andien sangat membenci yang namanya suntikan,namun mau bagaimana ,demi baby twins nya.
" Setiap hari, dalam beberapa hari, saya akan pantau kontraksi kandungan kamu ya Ndien.Dan juga masih di suntik obat biar kamu gak mengalami kontraksi.Biasa baby twins sedikit rumit menjaganya. Rentan prematur lahir, sering mengalami kontraksi. Saya sarankan istirahat 4 atau 5 hari di rumah sakit ya Ndien, Dimas bisa tenang bekerja, kamu juga bisa saya pantau".
" Baik dok."
" Isteri kamu jauh lebih cantik dari di foto dan di televisi ya Dim, manis banget, cantik, putih, beruntung banget kamu dapatkan boru batak ini, mirip blateran , hidung mancung.Berat kamu hanya kurang sedikit Ndien, mudah mudahan nanti sepanjang usia kehamilan nafsu makan lumayan, gak mual, bisa berikan asupan ke twins nya cukup.Minum susu hamil juga ya Ndien."
" Ya dok, " ujar Andien.
" Benar dokter Dhea, saya sangat beruntung. Bukan soal fisik isteri saya , segala hal.Semua kan pada tahu, Andien sedari kecil di asuh mami saya, jadi kami memang sedari kecil dekat."
" Pantasan mami mu Dim, tim isteri,hehehehe".
Dimas dan Andien tersenyum.
" Gimana Ndien, apa masih nyeri?".
" Tidak lagi dok, udah lebih enakan."
" Dim, stok obat kontraksi sediain aja di persediaan kamu, biasa baby twins kan tahu sendiri, rewelnya gimana".
__ADS_1
" Ya dok, saya akan stok."
" Baiklah, kamu akan di pindahkan ya Ndien ke ruang VVIP, jatah suamimu di ruang itu, nih suamimu banyak jasa ke rumah sakit, apa kamu gak tahu Ndien, dia bakalan jadi kandidat direktur utama rumah sakit ini ?".
Andien mengerutkan dahinya
" Belum pasti sayaaang, beberapa kandidat lain ada , juga unggul".
Dokter Dhea menahan tawanya.
" Suamimu ini, low profile, pengabdiannya luar biasa Ndien. Bahkan pasien sangat memujanya, hati hati juga ,banyak loh dokter koas , pasien ngejar ngejar simpati suamimu, beneran Ndien."
" Jangan kompor dokter Dhea."
" Upsss...wanita hamil lebih cemburuan Ndien, maaf."
Andien hanya tersenyum.
Dimas terus menatap sang isteri.
" Baju Andien basah mas,karena keringat".
" Mas akan ambil baju kaos mas, sebelum di bawa keperluan mu yaaang"
" Mas baru ngabari bang Ardi, dan dia ke rumah mami ambil keperluan kamu ".
Andien mengangguk.
Andien sudah di tempatkan di ruang VVIP.
__ADS_1
" Suster , tolong keadaan isteri saya jangan di up dan di shrare, karena isteri saya perlu waktu istirahat, dan juga pengurusan ke platnas".
" Baik dok , akan saya pastikan perawat gak menyebar soal kehamilan Andien, saya paham betul Andien di kenal siapapun."
" Makasih yah Sus".
" Sama sama dok."
" Tolong temani isteri saya bentar ya sus, saya ambil pakaian ganti dulu".
Sang perawat mengangguk.
Andien hanya memandang sekeliling ruangan.
" Apa Andien sudah siap buat mengandung ? pertandingan bagaimana Ndien ?".
" Banyak hal sus yang saya pikirkan, apa saya bisa kembali eksis begitu melahirkan, bagaimana menurunkan bobot badan saya, jika selama kehamilan berat naik, namun saya juga sangat bahagia ,baby ini hadir dalam perut saya. Saya ingin merasakan pertumbuhannya ,layaknya seperti ibu ibu lainnya."
" Benar Ndien, mengandung itu seperti magic dan yahhh gak bisa di lukiskan, saya punya anak 2. Ke duanya menggemaskan banget."
" Apalagi dokter Dimas sangat bahagia, saya bisa lihat senyuman bahagianya, teman teman sejawatnya udah pada punya anak , anak nya malahan udah SD dan SMP, mereka lebih duluan menikah dari dokter Dimas."
Andien tersenyum.
🥰😍🤩🥰😍😛🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment