Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Panggilan Darurat


__ADS_3

Setelah sampai.di Hotel, Dimas mendapatkan panggilan darurat dari rumah sakit, Dimas pun pamit dan bergegas menuju rumah sakit.Suasana rumah sakit seperti biasa, begitu banyak pasien berlalu lalang.Dimas membaca hasil ronsen pasien, dan memang sangat urgent, Dimas pun bersama tim melakukan operasi sang pasien.


Andien menyetel alaramnya ,agar terbangun dan kembali bertarung sore itu.Dengan kondisi pergi memakai mobil pihak hotel, sudah Andien urus sebelumnya.


" Mas mu profesinya seperti ibu nak, ada panggilan wajib bergerak, nyawa yang akan ditolong menunggu. Ibu ,terkadang baru mau makan, ada panggilan ,yah bergerak, ibu ngunyah roti ,kadang juga gak makan.Makanya tenaga medis banyak kena maag akut, jagain pasoen ,eh kesehatan sendiri ter abaikan."


" Namun sekarang ibu sama bapak beda, kami saling ,kalau bapak lagi ada panggilan darurat, bapak nyetir ,ibu suapin.Kalau ibu juga gitu, akhirnya yah sama sama sehat, kami selalu meluangkan waktu buat olah raga."


" Saling mengisi ya bu".


Mami Dimas mengangguk.


" Kamu pintar Ndien, gak minat ,jadi dokter nak?".


" Gak minat bu, minatnya jadi atelit".


Sang bu bidan tertawa.


" Kamu memang berbakat, yangnkamu kalahin tadi bukan kaleng kaleng loh Ndien,ibu sampai dengar, kamu punya julukan si tangan emas, bola kamu, selalu jitu,ke arah lawan. bahkan bolamu dengan santuy nya ke badan lawan, dimana lawan kesulitan mengembalikan pukulanmu ."


" Gayamu mirip sama Dimas saat di lapangan."


" Orang mas Dimas yang latih bu, kalau liburan,mas Dimas selalu jadi lawan yang tangguh."


" Dulu ,mas mu mau jadi atelit, ibu dan bapa gak setuju, Dimas ngalah ambil kedokteran.Dan benarbenar menekuninya.Ibu merasa cita citanya dia gantung ke kamu Ndien".


Andien tersenyum.


" Kamu harus total nak,jika sudah memilih, jangan menyerah."


" Ya bu," jawab Andien.


" Pelatih Andien pertama yah mas Dimas bu,mana sanggul masuk club, mana sanggup punya pelatih.Ini aja masuk club karena kenaikan nyonya yang liat bakat Andien, berikan raket."

__ADS_1


" Udah istirahat ya nak, biar enakan nanti tanding".


Andien mengangguk.


Andien pun memejamkan matanya,di awal Andien masih kesulitan tidur,kemudian Andien pun terlelap.Beberapa jam kemudian, alaram membangunkan Andien.Andien tersenyum melihat bu bidan sudah memesan jus buat Andien.


Dia menyodorkannya pada Andien.


" Diminum ya Ndien".


Andien pun mengangguk.


Andien pun mandi dan mengenakan pakaiannya.Bu bidan sudah bersiap siap dan membantu Andien mengikat rambutnya.


" Mamak tadi nelepon,nanya keadaan kamu".


" Ibu jawab, kamu aman dan terkendali,kan sama ibu."


" Mamak mu lega nak , karena ibu ikut".


" Iya bu,tuh menejer Andien, hahahahaha, super repot bu ,kalau lagi ke.luar kota tanding, dari A sampai Z nasehatnya, ngingatin bawa apa."


" abegitulah oeang menyayangi kamu nak, karena sayangnya."


" Iya bu,benar".


" Yuk berangkat nak".


" Ya bu".


" Bagusan cepat datang, daripada terlambat,gak tahu kan macetnya gimana ,walau gak jauh," ujar bu bidan.


Andien mengangguk.

__ADS_1


Andien dan bu bidan mw Wa Dimas. mereka Otw ke lapangan buat bertanding.


Sesampai di temoat pertanringan, Andien sudah menukar kostumnya.Melihat beberapa teman satu club bertanding.Mereka ada yang kalah dan ada juga yang menang.Bambang menuju final.Dan kalau menang mendapat kesempatan di club Surabaya yang lebih bergengsi.


Bambang mendekati Andien.


" Kita lusa pilang Ndien, kalau menanv atau kalah,juga di bawa keliling Surabaya, ke tempat wisata.Promotor selalu gitu."


" Enak juga yah mas".


" Apalagi kalau bisa main ke luar negeri Ndien, dapat uang saku, lain jalan lagi.Sekarang olah raga di perhatiin pemerintah.Beasiswa, hadiah yang di peroleh ,dah lumayan Ndien.Tugas kita berlatih ,mengalahkan lawan tanding dan berlatih buat menghadapi even pertandingan."


" Mas kepilih stay Surabaya ya?"


" Yah Ndien.Dan mas juga yakin , cepat atau lambat , kamu juga akan ke Surabaya. Kamu si tangan emas.Bola mau jatuhpun kamu masih bisa balikkan dan nambah point kamu,salut banget sama kamu Ndien."


" Mas nonton?".


" Iya."


" Andien masih wajib banyak berlatih mas".


" Ya Ndien, pelatihmu itu, pelatih legenda, di tangannya semua sukses.Dia milih murid dan anak didik gak sembarang".


Andien pun tersenyum.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2