Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Dua Cabang


__ADS_3

Note: Please yang baca like dunkk, biar amunisi bagi author.


Dan makasih yang udah like dan koment, setiap koment saya baca, semakin bersemangat.


🍑🍑🍑🍑


Dimas kembali menggendong Andien.


" Andien di papah aja mas."


" Jangan memaksakan bertumpu di kaki, itu nasehat Bima."


Andien hanya pasrah.


" Gak usah cerita ke mamak ya bu, nanti mamak kepikiran."⁷


" Ya nak, begitulah ibu, gak cerita ke kamu, yah kamu kepikiran sama bapak, namanya dari kecil kamu dekat sama kami nak."


" Ya bu...".


Dimas mengedipkan matanya pada sang papi dan mami bergantian, sambil menahan senyum nya.


" Ih...ihh...., gak mau mundur lagi nih anak emak, maju terus ,ledek sang mami."


Sang papi mengacungkan jempol, sedangkan Andien menunduk malu.


Di perjalanan, mereka berpapasan dengan dokter Shelly.


" Mas, Andien turunin aja, " ujar Andien merasa gak enak.


" Dia bukan siapa siapa mas Ndien, mas gak pernah dekat sama siapapun, gak pernah pacaran. Terserah orang nanggapinya percaya atau gak."

__ADS_1


" Dia patner kerja Ndien, gak lebih, " ujar Dimasmengeratkan tubuh Andien ke bagian dadanya.


" Dia siapa Dim ?, " ujar dokter Shelly.


" Dia orang yang paling dekat sama aku Shell, " ujar Dimas melangkah pergi.


Mereka memasuki lift, ketika pintu liftbterbuka kembali, Dimas menyusuri lorong dan menekan kode ruangannya.


Dimas meletakkan Andien di tempat tidurnya.


Andien berusaha membuka sepatu nya, namun Dimas langsung melepaskan sepatu Andien satu persatu.


Andien menatap di meja , ada foto mereka berdua ,sewaktu foto wisuda , dan ada foto mereka sewaktu kecil, Dimas menyuapi Andien.


" Mas, foto masa kecil kok di pajang, mas seperri pengasuh lohh...," ledek Andien.


" Se umur hidup, jadinpengasuh mu, mas juga rela Ndien. Bagi mas ,moment pasangkan celana kamu, mandiin kamu, semua mas ingat, ujar Dimas tersenyum ke arah Andien.


" wanita yang begitu dekat sama mas, yah kamu Ndien, selain mami."


" Jangan di bilangin juga mas pakaikan Andien celana, mandiin, mana ada cowok yang mau sama Andien."


" Mas mau, dan selalu ngarap banget, " ujar Dimas.


" Kalau bisa mas bilang, mas sangat cemburu Ndien, gak bisa lihat kamu dekat dengan siapapun, pingin katakan sama kamu Ndien, putuskan dia , pacaran dan menikalah dengan mas."


Andien bengong mendengar keterus terangan Dimas.


Dimas meraih kedua wajah Andien, mengusap pipi Andien dengan ibu jarinya.


Andien seakan terhipnotis.

__ADS_1


" Jangan pernah lagi lari dari perasaan kita berdua Ndien."


" Mas yang lari tanpa pamit."


" Kamu dan Edward saat itu dekat, terus terang mas sedih, kecewa , sakit hati, kenapa dia yang baru kamu kenal, bisa kamu ijinkan dekat denganmu ?".


" Apalagi mas tahu, kamu jalan dan pacaran dengannya, kamu tahu Ndien, mas sangat sedih, gak tahu harus berkata apa pada takdir yang sedang mempermainkan kita."


Perlahan Dimas semakin dekat dan mengalir begitu saja, Mereka saling bertautan dan melakukan ciuman.Begitu dalam dan rasa hangat, bahagia ,berkembang menjadi letupan kembang api.Dimas memeluk Andien dengan erat.


" Jangan paksa aku untuk mencurangi Edward mas, " ujar Andien menunduk.


" Selama ini cobalah jujur Ndien, apa kamu mencuranginya ,dengan tidak mencintainya dengan seharusnya, sementara yang bertahtah disana , dosa atau tidaknya, wajib jujur menjalani hidup, memutuskan arah jalan yang kita tuju, tidak bercabang Ndien, " ujar Dimas.


" Edward sosok baik, penyahang, perhatian, tidak pernah menyakiti, alasan apa menduakan dia mas, alasan apa memutuskan nya ," ujar Andien menghapus isak tangis nya.


Dimas memeluk Andien dengan erat.


" Jadi kamu mau kita begini terus Ndien ?" .


Andien hanya menunduk.


😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2