
Andien menikmati es cream kesukaannya , bu Bidan beberapa kali mencuri beberapa moment lucu, dimana Andien terlihat menggemaskan.
Setelah mencicipi beberapa aneka rasa es cream ,mereka membeli jajanan di seputaran hotel.
" Crekers ini enak ya bu".
" Benar Ndien,kamu akan merindukan nya kelak, kalau ke Surabaya ,pasti jajan lagi, " ujar bu bidan tertawa.
" Benar bu, apalagi Andien suka jajan", ujar Andien tertawa juga .
" Balik yuk bu, kaki udah capek mutar mutar".
" Yuk lah Ndien, nanti gak bisa makan ,karena kenanyakan jajan."
Mereka kembali tertawa melihat di tangan mereka berbagai jajanan di packing dengan tas plastik kresek.
Andien dan bu bidan sampai di hotel, Andi3n bersih bersih dan mengganti pakaian menjadi piyama favoritenya.
" Kamu pakai piyama ini ,cute banget loh Ndien."
" Ah ibu bisa aja," ujar Andien berbaring meluruskan pinggangnya.
" Tandingnya kapan nak?".
__ADS_1
" Besok bu,kalau menang, besoknya lagi masih tanding ".
" Apa kamu gak gugup kalau tanding gitu Ndien? ".
" Gugup pasti ada bu, apalagi tempat baru, kota yang baru di datangi.Tetapi Andien biasanya berusaha fokus ,makanya berusaha menguasai lapangan."
" Ya lah nak, kamu harapan kedua orangtua.Kamu berbakat".
" Ya bu, kalau liat mamak sama bapak bekerja ,pengen bahagiain mereka suatu saat nanti .Cita cita Andien beliin rumah buat mereka, bawa mereka liburan,gak harus mikirkan biaya listerik, biaya keperluan sehari hari."
" Bagus niat kamu nak, semoga Tuhan jamah doa kamu dan Tuhan kabulkan. Orangtuamu baik , memang manusia butuh uang, orangtuamu bekerja dari hasil yang halal. Dijaman serba susah, apa apa perlu uang."
" Ya bu, abang sama kakak mereka kuliah lagi,abang di biayai kantor tempat dia bekerja, kakak di biayai pacarnya ,dan orangtuanya mendukung karir kakak. Tuhan sangat baik buat kami bu".
" Ya nak, banyak doa dan bepasrah. Rejeki, jodoh ,maut,Tuhan sudah gariskan di setiap tangan manusia. Kalau memang rejeki kamu di raket. Tuhan bukakan ya nak. ibu support,ibu doain kamu sukses, tapi ingat, jaga kesehatan,pandai pandai jaga diri ".
" Ibu sayang sama Andien, sudah kayak anak sendiri.Gak kerasa Ndien, kamu waktu kecil tukang ngambekan, kalau udah ngambek sama mamamu,yah ke rumah ibu, duduk,diam, yah udah ibu gendong, ibu mandiin, ibu suapin, kamu main juga sama Dimas,makanya Dimas dekat sama kamu, bapak lagi, sibuk bolak balik, suruh temani kamu ke Surabaya, takut kamunya masih kecil kata bapak, orangtuamu bekerja, jualan gitu, mana bisa libur, nanti langganan pada lari kemana beli sarapan dan aneka masakan sayur dan lauk."
" Nak, rambut kamu sini ibu kepang, biar rapi."
Andien pun mendekat.
" Kamu tuh sejak kecil beda nak, suka siram bunga ibu, kalau ibu sibuk, kamu udah sirami bunga. Ibu terbantu banget. Bapakmu selalu muji kamu nak ke Dimas."
__ADS_1
Andien tersenyum.
Sebuah ketukan membuat Andien dan sang ibu melihat ke arah pintu.
Andien pun membuka pintu ,dan begitu melihat sosok yang dia rindukan.
" Mas Dimas? kok gak nelepon datang".
" Jangan peluk Ndien, mas mu masih bau rumah sakit, baru selesai operasi dan meluncur kesini".
Andien melihat tentengab tas dan tersenyum.
" Ke pedean banget mas mau di peluk, weeek," ujar Andien .
" Bener tuh, ihhh si abang modus banget gih mandi, bau acem nakkk, gak malu ketemu cewek cakep ,bau acem"
Dimas tertawa dan bergegas memasuki kamar mandi.
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment