Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Penantianku


__ADS_3

" Edward masih menghubungimu kan Ndien?".


" Ya mas, dia mengira ,Andien pacaran dengan mas, tetapi ketika dia tahu , Andien jomblo, dia mendekati Andien lagi. Namun Andien sudah tegaskan, kami hanya sebatas teman, dan kami juga komunikasi lewat Wa saja, ketemuan gak".


" Kalian kenapa gak sama aja sih Ndien? ," ujar Ardi.


" Kamu mikirin apa sih dek, kalian sama sama punya perasaan kuat, kenapa gak pacaran saja ?".


" Abang saja duluan menikah, adek masih cen cen bang, alias muda, jadi adek gak boleh langkahin abang, " ujar Abi mengedipkan matanya.


" Udah mulai genit wanita mu nih Dim, main mata dia nya, gawat kamu harus cepat cepat nikahi, nanti dia kembali oleng nerim cowok asal asalan, " 'ujar Ardi ngakak.


" Latihan yok bang, ku mau tanding ,3hari lagi."


" Sama mas mu aja latihan, dia mantan atelit, dia pasti bisa jadi pelatih mu, pintar , smart, siasatnya banyak."


" Tanding sama siapa Bi ?".


" Atelit dari China mas".


" Mereka lincah, stamina kuat, kenali langkah maju dan belakang nya Ndien."


" Ya mas," ujar Andien.


" Mas yakin, kamu gak mudah menyerah."


Andien tersenyum.


" Pejuang tangguh, benar kan Ndien, ledek sang Abang Ardi."


" Ya bang".


" Kakinya gimana Ndien ?".


" Udah sembuh dong Dim, dirawat dokter Cinta," ledek Ardi.

__ADS_1


" Ihhh, kok abang melulu yang jawab, abang kayak juru bicara aja dehhh".


Ardi dan Dimas tertawa terbahak bahak.


" Kena kritikan langsung bos, " ujar Ardi menepuk pundak Dimas.


" Gimana kabar nya dokter Shelly mas ?".


" Kok di tabyain dokter Sehlly sih Ndien, mas mu lah nanya, " ujar Dimas mengedipkan matanya.


" Mas tambah genit, main mata melulu, kelilipan atau sengaja genit, " ujar Andien.


" Sengaja genit Ndien, biar cepat laku, " ujar Dimas tertawa terkekeh.


" Benar bro, kita udah tua,gak pacaran, gak nikah juga, acem banget kan," ujar Ardi.


" Menunggu sesuatu yang gak pasti itu, sangat melelahkan , butuh pengorbanan gedek," ujar Dimas.


" Mau gimana lagi, kamu sih, kalau suka ,kekeh suka 1 orang, tok 1 orang, kamu tipikal setia Dim., gak neko neko."


" Iya Dim, kita nih limited stok, yang gak mau sama kita ,bakalan rugi, dengar tuh Ndien," ujar Ardi .


" Promosi jangan naggung bang, beli 1 gratis 1 gak bang, hehehehe, " ledek Abigail.


" Kalau melewatkan kami Ndien , nyesel dehhhh," ujar Ardi tertawa.


" Pantasan ,kalian jomblo, " ujar Andien .


" Yang ngomong juga jomblo wekkkk," ejek Ardi.


" Benar juga bang."


" Semakin kak Ester menikah, kita bakalan semakin sepi, ber 4 aja , abang, mamak, bapak teman Andien."


" Tenang, bakalan datang tetangga kita udah pindah tugas."

__ADS_1


" Dkkter mah sibuk bang, lagi makan aja, kringggg, panggilan dari rumah sakit, " ujar Andien.


" Benar Ndien, kalau urgent yah gitu, sibuk nangani pasien."


" Perkembangan pasien wajib di pantau, namanya menyangkut nyawa."


" Kalau sudah berkeluarga bakalan ribet kan mas."


" Yah mas harus mencari, yang ngertiin profesi mas Ndien."


" Benar bro, ribet soalnya kalau gak ngomong di depan, " ujar Ardi


" Harus pait pait ngomong Di, soalnya keseharian kan nangani pasien. Rencana aku mau buka praktek di rumah juga Di, sekalian ada fasilitas rawat inap, ibu dan aku bekerja sama, soalnya ibu sendirian gak sanggup lagi ngelola tempat praktek nya, ibu banyakan fokus nguris papi ku."


" Iyalah Dim, orang sakit seperti papimu, perlu teman, jadi dia gak kesepian."


" Benar mas, Andien kalau libur, bakalan nemani papi, janji. Kan udah lulus sekolah."


" Apa Ajeng masih memusuhi kamu Ndien ?".


" Masih, dia bolak balik bilang, mas nya masih mengharapkan Andien , Andien pikirkan baik baik."


" Jangan Ndien, reflek Dimas mengatakan demikian."


Ardi pun ngakak.


🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2