Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Puncak Kepala


__ADS_3

Memperbaiki apa yang sudah hancur , tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Andien mengusap wajahnya.


Ter mental lagi, beneran. Kenapa dia harus datang, setelah memupuk keberanian keluarbdari zona aman, nyaman. belajar menerima kekecewaan.Andien menunduk saat keluar dari ruang ganti.


" Mas nginap di hotel depan Ndien."


" Hmmm...".


Hanya itu jawaban singkat Andien. Malas buat bicara apapun.


" Yang jagain wanita mu siapa mas? gak takut kenapa kenapa, dia kan sedang butuh butuhnya perhatian, " ujar Andien di balik rasa cemburunya.


" Dia sedang kemotrapi Ndien."


" Kemotrapi? kenapa di tinggal, kasihan lohh".


" Ndien...,bisa gak kita bicara baik baik?".


" Bicara baik baik ? yakin ?".


" Disaat kau membohongiku, berhenti memberi kabar, dan aku sadar kamu berubah dari situ aku belajar, aku sadar bukan prioritasmu, tapi dia."


" Gak usah memaksakan dirimu ,ragamu disini mas, sementara hatimu disana bersama dia.Kau respek sama dia, perhatianmu tercurah khusus buat dia, 3 bulanan bisa ngalahin bertahun tahun, wajar kok, kamu bosan kali sama barang lama, jadi mau barang baru, masih hot, sangat lembut bicaranya, cara manggilnya, gak kayak aku kan mas, orang batak, orang sumatera, blak blakan, beda kelas kami."


" Tahu gak Ndien, mas sedang sibuk sibuknya, tetapi mas nyusul kamu, agar konflik di antara kita bisa terlerai."

__ADS_1


"Sedang sibuk sibuknya nemani seseorang yang berarti yah mas, silahkan pulang saja mas, saya sudah biasa sendirian dalam kondisi apapun dan gak usah sia siakan waktumu yang berharga itu, hanya buat atelit kayak aku."


" Kamu bawaannya marah saja Ndien, padahal sewaktu pacaran , kamu mau dengarkan mas."


" Kalau orang yang di dengarkan gak beres, gimana mau ngalah terus ,ngalah kamu injak injak, sumpah BT banget sama kamu mas."


" Ndien....kamu kok musuhi mas gini sih?".


" Kamu ke kanak kanakan banget Ndien."


" Dan kamu kebapak bapakan banget yah mas, makanya jadi bapak sambung anak orang, iya kan," ujar Andien tertawa sambil berjalan menuju pintu luar.


Dimas lumayan syok melihat tingkah laku sang isteri, memang kalau perempuan ngambek ,bisa ber hari hari dan berbulan bulan.


Andien bergegas menemui pelatihnya ,entah apa pembicaraan mereka , terlihat Andien cekikan tertawa. Dan Dimas sangat tahu, pelatih Andien masih menyukai Andien, dari sorot matanya. Dimas terbakar api cemburu.


Dimas mendekat ke arah mereka. Dan benar saja , mereka berhenti bicara .


Dimas dan sang pelatih hanya saling pandang.Tampak tidak bersahabat.


" Istirahat ya Ndien ,jadwal kamu besok, siang


jam 3 ".


Dimas menarik tangan Andien, mendekap Andien dengan erat dan tentu saja Andien menjaga sikap, kalau ngamuk bakalan rame wartawan memberitakan mereka. Andien terpaksa nurut.

__ADS_1


Dan sesudah sampai di kamar hotel, tentu saja sang musafir kelaparan .


" Gak di layani dia toh, apa karena gak berdaya ? atau lagi pengobatan."


" Please Ndien, mas gak pernah ngapa ngapain."


" Sentuh tanganmu aja mas, itu kan haram ,haram buat kamu, karena kamu sudah ber isteri, namun begitu dia raih tanganmu , semua beda kan mas, semua jadi halal."


Dimas mendekap Andien.


" Mas jujur suka kamu cemburui, baru kali ini kamu gini Ndien, sensitif banget ,tetapi...mas juga pusing gimana ngadapi kamu."


" Pikir kamu enak liatin suami makan sama wanita, ketawa ketiwi, teman masa sekolah, melihat kamu menghabiskan waktu di rumahnya , main bersama anaknya, dan bercengkrama sama dia.Ingat yah mas, emang kamu aja Bisa ,aku gak ?".


Dimas perlahan membelai wajah Andien, lalu menuntut kepemilikannya. Walau awalnya Andien meronta, dia tidak bisa menolak gejolaknya dan pertengkaran pun melebur jadi satu. Dan Andien sudah tertidur setelah di terkam sang suami.Dimas mengerti akan lelah sang isteri. Dimas memeluk Andien dengan erat,mengecup.puncak kepala Andien.


🥰😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2