Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Keseimbangan


__ADS_3

Sejak Dion sang pelatih menyatakan cintanya, jujur Andien merasa gak nyaman, dan dia memang menjaga jarak. Namun buat pelatihan, tidak ada berkurang sama sekali performa Andien dalam pelatihan dan pertandingan.


" Bi, Dion pelatihmu itu kenapa, mandang kamu kanapa ada beban, main mu bagus kok, latihanmu dia buat extrip, nyiksa banget, " ujar Ratna.


" Korsleting kali Rat."


" Ih...dia suka kan sama kamu, kamu gak terima dia, dia kerdil gitu, cemen gitu Bi ?".


" Mencintai itu hak setiap orang, hak setiap individu Mbak Ratna, jika di terima atau gak, urusan individu kan mbak."


" Benar Ndien. Tetapi bisa jadi, cinta di tolak,dukun bertindak, benar kan Ndien."


" Imanmu menyelamatkanmu, itulah yang aku percayai mbak."


" Aku hanya becanda ledekjn kamu Ndien."


Andien tersenyum.


" Rencana menikahnya kapan Ndien ?".


" Foto prewed udah mbak, wqktu kita tanding di Singapura, sambil badminton, sambil foto".


" Sekali mendayung, 2 tiga pulau terlewati ya Ndien, mantap."


" Yah begitulah mbak."


" Foto di lapangan badmin juga Ndien, kan mantap, foto di rumah sakit juga, menikah sekali seumue hidup,kamu pakai pakaian pertandingan, si dokter cinta pakai jas dokternya itu, ihhhh pasti bagus Ndien ".


" Ya mbak, mas Dimas juga bilang gitu."


" Kalau perlu ndien, kalian foto mesra mesraan di depan pelatih extrim mu, kebakaran jenghotlah dia ,iya kan Ndien?".

__ADS_1


" Ih.....mbak ada ada aja dehhhh".


Andien dan Ratna tertawa.


" Banyak orang iri dengan posisi mu Ndien, masi muda, ranking dunia top 3 besar, trus kamu itu baik, rendah hati, gak sombong, kamu pendiam jika orang gak kamu kenal.Kamu orangnya asik, manja kalau udah dekat."


" Terus puji mbak, uang dollar lagi banhak nih di kantong."


Ratna tertawa.


" Mbak gimana dengan si brondong ?".


" Sebelum gantung reket, mbak mu udah di lamar, pembicaraan orangtua sudab Ndien. Ngebut mau punya anak, maklum usia dah tua ,hehehe."


" Bromdong dewasa sih mbak, kalau orang bilang, kedewasaan gak di kenal dari segi usia, ini ada benarnya mbak."


" Brondong anak satu satunya. Ingin menikah cepat, di sokong keluarganya. Mbak kan ada usaha kost kosan, jadi yah masih adalah penghasilan.Maminya brondong akan ngajari mbak jalankan toko konfeksi mereka, brondong masih di lapangan hijau.Orangtuanya baik Ndien, welcome gitu, yah mudah mudahan gak berubah ya Ndien".


" Papanya juga baik, maksud nya ngajatin mbak usaha keluarganya, biar ada yang neruskan. Kelak kan brondong pensiun, dia bisa lanjutkan bisnis orangtuanya."


" Benar, merintis usaha kan gak gampang mbak."


" Aku akan merindukan mbak, kalau aku tanding datang nonton, atau datanglah main kesini ."


" Pasti Ndien ".


Andien mengikat rambutnya.


" Kantin tadi masak apa yah mbak, lapar banget rasanya."


" Apa nyetak di singapura Ndien ? hayoooo, uji emsisi nih yeeee".

__ADS_1


" Gak lah mbak, nyerempet boleh ,kalau terjun jangan ,hahahahaha".


" Ihh...udah jago nih isterinya pak dokter."


" Gak becanda mbak, aku gak gitu lohhh, aku ogaklh di DP di awal, kesakralan pernikahan wajib, apalagi emak dan bapak soal kesucian, tiada duanya."


" Aku salut sama kamu Ndien. "


" Ke kantin yok mbak."


" Yok lah Ndien."


" Yanto kasihan, yuh lihat Ndien, Yanto ngerumout, di paksa diet,karena naik beratnya ekstrim".


Andien tertawa ngakak.


" Dimas selalu sempetin nelepon kamu yah Ndien,padahal pekerjaan dokter kan banyak ."


" Dimas selalu mengutamakan keluarga nya mbak, dan kedokterannya ke 2, dia sudah bilang sama rumah sakit.Sejak papinya kena jantung, yah dia wajib kan stand bye buat apapun."


" Benar Bi. Pekerjaan harus berimbang dengan keluarga ,kalau gak timpang sebelah."


🥰😍🥰😍🥰😍🤩🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2