Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Medan


__ADS_3

Perjalanan mereka pun sampai ke rumah sang Tulang di Medan. Andien berbaring di kamar terasa sangat kelelahan.


Dimas, Ardi dan sang tulang juga duduk bersantai di ruang keluarga.


" Jadinya kamu melamar Andien di mana Bro," tanya Ardi.


" Sepulang dari Medan, sudah fix semua Di."


" Serius ,mau bertunangan dulu? gak langsung menikah?".


" Hmmm, Andien masih ada pertandingan."


" Pertandingan Andien gak bakalan habis habis bro."


" Andien saat ini masih 21 tahun, maaih belia buat atlet, mana di ijinkan menikah , gitu cepat, past Andien akan kehilangan sponsor nya, nyari sponsor bukan hal mudah kan, " ujar sang Tulang.


" Masa depan masih panjang, itulah yang memberatkan Andien menerima mu Dim, " ujar Ardi.


" Yah, Andien menjadi serba salah."


" Sudah, kalau memang rejeki, hidup bersama kenapa enggak, kalau soal nunda punya anak, kamu kan dokter, lebih tahu gimana baiknya,yang alami atau gmana Dim, " ujar sang Tulang.


" Benar kata tulang Dim, satu satu di lalui, kerinduan kamu, orangtuamu, pasti ingin serius dan melanjutkan hubungan ke pernikahan, benar kan?, " tanya Ardi.


" Ya Di."


" Jadi, bicarain aja sama Andien, keterbukaan yang paling penting."


" Kalian sedari kecil bersama, mamak juga pingin lihat pudannya menikah, setelah Ardi, kalau kalian menikah, sudah legalah orangtua nak, apalagi kamu anak satu satunya."


" Iya Tulang, beberapa tahun ini, papi sama mami, memaklumi, kami menjalani hubungan, mencapai prestasi kerja dan profesi sampai sepesat ini, saya juga dalam usia muda ,di angkat jadi wakil direktur."

__ADS_1


" Buka praktek di rumah juga , pasien kamu banyak Dim, " ujar Ardi.


" Kamu dokter berbakat, sering di wawancara di televisi, begitu banyak petinggi negeri kamu tangani Dim, penghargaan di berbagai negara juga kamu dapat.Kelak kalau kalian bersama, lain medali Andien, lain penghargaan kamu terima, penuhlah rumah kalian, " ujar sang Tulang ngakak.


" Itulah mami sama mamak bilang tulang, nanti datangla anak mereka, di ambil la kursi, di mainkanla semua ," ujar Ardi tertawa.


" Senang tulang lihat kamu Dim, bisa dekat sama kami family dan saudara mamak nya Andien. Senang keluarga kalian baik, bersahabat dan menghargai kami, baik baiklah kalian ya nak, biar kekeluargaan ini tidak lekang ."


Dimas memeluk sang tulang.


" Andien tadi kemana Dim ?".


" Udah tertidur di kamar tulang."


" Lelah nya dia Dim, begitu lelah, terus bertanding, dan hanya sekali dia dapat medali perak . Bersorak sorak pendukungnya semua. "


" Bahkan di komplek perumahan kami Tlang, di buat papiDimas nonton bareng, katanya anaknya tanding."


" Makanya pai dan mami gak permasalahkan kalau kami menikah beda keyakinan tulang, karena mereka mana bisa lagi terpisah sama Andien.Perawatan papi aja di Surabaya beberapa bulan, buat papi rndu Andien, biasa Andien yang cat rambut putih papi, terus antarin dan suap makan, koma saja papi panggil nama Dimas sama Andien."


" Tetanggaku jodohku lah ya Dim," ledek sang tulang.


" Benar tulang, hehehehe."


" Jodohku sebatas seberang jalan," ledek Ardi.


Mereka pun ngakak.


Senja pun datang, mereka bersiap pergi ke Titi Bobrok, makan mie aceh terkenal.Dan disana Abi memakan mie aceh goreng, beraama Dimas, Ardi, sang tante dan sang tulang.Mereka juga menyempatkan diri singgah ke Ucok Durian.


" Durian nya pilihan Bi, dah berapa kali kita makan disini kan dek, " ujar Ardi.

__ADS_1


" Lemak kali durian abangni kan bang, ada rasa manis pait, manis, rasa pait, entah rasa apa saja ,mereka bisa pilih, udah ahli, " ujar Andien.


" Bang Ucok udah minta foto aja tadi sama kamu Bi."


" Iya bang Ardi, dah minta tanda tangan lagi di baju."


Ardi dan Dimas ngakak.


" Ini Ndien, spesial hari ini, gratis gak usah bayar ya dek, udah senang kali abang juara kamu Ndien, besorak kami lihat kamu tanding. Anak Medan unjuk gigi".


" Jangan bang, abang jualan."


" Gak kan rugi abang dek, orang yang bela bangsa ,jatuh bangun gigih, salut abang. Keingat abang dulu masa masa susah abang.Abang berjuang kayak kamu Ndien."


" Udah pesta durian, ini beberapa yang spesial buat sang juara."


Andien pun terharu.


" Jarang pulang kampung kamu dek, lihat ,tahu penggemarmu kamu makan di ucok durian, abang live ,dah rame kali yang datang, lihat mau antri foto sama kamu dek, abang kasi kamu gratisan, rejeki abang lebih karena kedatangan kamu, Alhamdulillah Ndien."


" Amin bang."


Andien pun berfoto bersama para fans nya. Andien sangat suka makan durian ,sedangkan Dimas tidak begitu suka.


🥰😍🤩😅🤣😂🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2