
Andien memasuki lapangan bersama tim nya.Gemuruh support para seporter berikan.
Airin hanya mampu menunduk mengikuti trman lainnya.Disana begitu banyak kamera memfoto mereka.
Airin berusaha tersenyum ,walau hatinya gak se nyaman biasanya.
Tepukan dan sorakan mereka terima dari para penonton dan seporter para mahasiswa dan TKI di Bangkok.
Andien memang bersalah, dan mengakui kesalahannya. Namun apakah harus terus menerus menghukum dirinya dan memaksakan buat bersama orang lain, perasaan itu, tidak bisa di jual dan di paksakan.
Pemberian medali di sambut tepuk tangan, juga penyerahan sejumlah uang.
Andien dan tim nya pun menunduk memberi applouse para suporter.
Andien melihat ke arah Dimas, disana Dimas memberi 2 jempolnya. Pria yang kembali menjadi pelatihnya. Pria yang selalu ada, dan membantunya.
Andien hanya berharap , suatu hari nanti, akan ada seseorang yang tulus memilih nya , dalam keadaan apapun.Dia menutup mata atas segala kekurangan nya .Dia tahu segala dan masa lalunya .Dia telah melihat luka dan retak di hatimu, dan akan mengobatinya.Dan untuk pertama kali kamu akan terkejut, karena dia tetap kekeh tinggal di sisimu,tetap memilihmu. Dia melihatmu bukan dengan mata , namun dengan hatinya.
Mereka pun berfoto bersama atelit juara dua, dan beberapa atelit asal Korea, Denmark , Philipina,Singapura dan Malaysia meminta foto bersama Andien.
Andien di kerumuni mereka.Teman nya yang lain sampai bengong melihat begitu terkenalnya Andien.
" Gile, penggemarnya ,tuh tunggal putera yang oppa Korea, keren banget, malah senyum senyum ngomong sama Abi.
" Pemain ganda campuran juga, Andien terkenal di koran koran,
__ADS_1
Andien begitu mereka sukai. Mereka mengatakan , Andien cantik dan kalau main di lapangan ,bisa membuat mereka berteriak men support.
Memang , setiap Andien bermain, suasana penonton selalu ramai, padahal rambut Andien cepak, bak rambut cowok, poni di jepit, Andien memang sering tersenyum ramah, namun ketika bermain sangat serius.
Andien permisi ketika semua sudah berfoto bersama nya. Bahkan beberapa atelit piala Thomas pun ikut ikutan bergantian foto dengannya.
" Boleh minta foto Ndien?", tanya sebuah suara.
Andien tertawa.
" Yah boleh dong pelatihku," ujar Andien tertawa.
Andien pun menyuruh temannya mengambil foto mereka dengan handphone Dimas
Beberapa pose pun mereka lakukan.
Wajah Andien pun memerah.
" Ndien, kita di jamu makan sama tuan rumah, siap siap yah, pakaian formal."
Andien mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
" Ndien, kita gabung di bus yah, pelatih pendampingmu juga ikut acara, dan naik bus, jangan di biarin naik angkot atau becak."
Andien dan Dimas tertawa.
__ADS_1
Mereka mengikuti teman Andien, setelah berganti pakaian. Dimas sangat tampan, begitu juga dengan Andien, sangat cantik, manis dan memikat, walau dengan rambut cepak, dia sangat menarik.
Andien dan Dimas pun berjalan beriringan.
" Nanti malam, kaki dan tangan di balur minyak dari mamak ya Bi, mamakntadi telepon mas ".
" Iya mas."
" Tadi papi, mami, mamak, bapak, tante dari samosir nelepon mas, kamu masih di dalam."
" Mereka doakan kamu Ndien, mereka sangat bahagia."
Andien tersenyum.
Mereka pun menaiki bus yang membawa mereka ke gedung dimana mereka di jamu tuan rumah, untuk acara penutupan piala Uber dan piala Thomas .
Abi memakai dres ,membuat penampilan Andien fresh , cantik bak gadis modis dan modern.Dimas tidak berhenti memandang Andien.
Tatapan mata para atelit lain
🥰😍🥰😍🥲😋🥲
Jangan Lupa
Vote
__ADS_1
Koment