
Cin cin indah itu ,telah tersemat di jari Andien. Bertapa bahagianya dia ,pelukan semua keluarganya menyambut ikatan antara dia dan Andien. Andien melihat tawa dan senyum dari mamak dan bapaknya ,mami dan papi Dimas.
Mereka semua berada disana.
Sudah pasti , kebahagiaan itu sangat lah kentara. Canda tawa ,semua happy.
" Mas berencana kita menikah di Singapura Ndien, kapan kamu siap, gak bertanding. Apa kamu bersedia menikah dengan mas ?".
Andien mengangguk.
" Tetapi , buat punya anak, mas mau menunggu kan mas, kita menunda dulu, karena banyak turnamen dan sudah ada ikatan kontrak . "
Dimas menggenggam tangan Andien dan mengangguk.
" Kapan kamu siap Ndien."
" Makasih mas, " ujar Andien terharu.
" Selesai pernikahan bang Ardi, dan ada libur sewaktu senggang, kita melangsungkan pernikahan Ndien."
" Ya mas."
" Apa sudah siap Ndien ?, siap menjadi iaterinya mas ?".
Pipi Andien merona merah.
__ADS_1
" Andien siap Mas, jika Andien nelum sempurna menjadi isteri, mas wajib ngajari Andien, Andien juga pasti belajar sama mami dan mamak."
" Mas juga akan banyak belajar Ndien. Kalau mas salah, kamu harus tegur. Pasangan itu setara Ndien, tidak ada yang lebih menjadi maha benar.Yang ada kita setara, sama dalam keluarga ,gak ada bos dan bawahan."
Andien tertawa cekikan.
" Baiklah calon ku yang super bijaksana, yang sangat menghargai emansipasi wanita, aku semakin yakin, kamu tidak akan merendahkan aku, kamu seiring sejalan melangkah, berjuang bersama aku. Kamu tahu kan mas, di luar sana ,banyak amat pelakor dan gadis genit, aku harapkan kamu tidak terpikat pada mereka. Karena aku ingin mempunyai keluarga yang utuh, buat kenyamanan anak anak kita kelak.Aku tidak mau memaklumi penghianatan.Jika kamu memang serius, penuhi janji ini, aku ingin kita saling menerima kekurangan, entah aku gemuk, aku gak cantik lagi, menua karena waktu, maka cintamu akan di uji dengan waktu."
Dimas tersenyum.
" Aku akan selalu ingat kata kata kamu Ndien".
" Tenang nak, jika Dimas macam macam , ada mami, papi ,mamak sama bapak yang akan nyate dia.Tim kamu banyak Ndien."
Andien tertawa terkekeh.
Semua pun ngakak.
Andien dalam pelukan Mami Dimas.Sang mami mengusap wajah Andien.
" Kamu lelah banget sayaaang."
" Ganti pelatih Bu, kejam..., " kata Ardi.
" Apalagi pelatihnya tamfan kan Bi, suka lirik kamu , kata bang Ardi."
__ADS_1
" Ihhh...abang gosip aja dehhh."
" Adek yang gak peka banget mak, abang tahulah, abang kan laki laki , tahu maksud nya apa."
" Hati hati Dim, jangan sampai jagain jodoh orang," ujar Ardi ngakak.
" Kalau perlu, ini jam ,ini menit, menikah aja,pesta belakangan, dan langkahi Ardi, " ujar Ester menahan tawanya.
" Jangan lah dek,masak abang 2 kali di langkahi adek menikah, sabar , 3 hari lagi abang menikah, hari ke 4 aja adek menikah, abang iklas."
Semuanya tertawa.
" Emang nikah se enak perut kalian, ada aja kalian ber 3, sekalian menikah, kayak kawin masal aja, " ujar sang bapak membuat tawa mereka pun pecah.
" Mending pak , sekali laku ,laris manis, saya, anak tunggal ,gak nikah nikah, yah kiga nikahin aja ya pak, biar gak jadi bujang lapuk, " ujar mami Dimas ngakak.
" Tega bener emak bilang Dimas bujang lapuk, bujang lapuk karena anak mami juga kan, nih Andien mami yang kurang umur."
Sang mami ngakak.
🥰😍🥰😍🥰😍😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment