Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Bahagiaku


__ADS_3

Andien tersenyum ketika melihat mini cake.Susunan mini cake sangat indah dan rapi. Andien kemudian mencicipinya, sedangkan Dimas ,tidak begitu suka cake. Andien sangat paham.


Dimas lebih memilih jus buah.


" Mas keliatan banget gak makan sembarang, keliatan banget seorang dokter, bisik Andien."


Dimas tertawa.


" Mas sangat suka sayuran dan buah Bi, sudah terbiasa, sedangkan kamu gak suka, kita sangat berbeda ,kalau mami beri sayur ke piring kamu, silap mata, kamu akan letakin di piringnya mas."


Andien tertawa.


" Benar banget mas, tetapi sekarang Andien tetap suka daun ubi tumbuk, makanan khas Medan, Andien juga makan salad walau gak banyak, hanya minum jus sihhhh".


" Kamu suka ikan, mas lebih suka daging. kita kalau makan , selalu barteran kan , hehehe, " ujarAndien.


" Apa Edward menemui kamu Ndien?".


" Ya mas."


"Kamu kelihatan sedih, apa kamu menyesal pisah dengan dia Ndien?".


" Kalau Andien kembali sama Edward , emang mas rela."


" Sebenarnya berat banget Ndien, apalagi mas sangat lama menantikanmu, namun jika bersama dia kamu bahagia, mas lebih senang, orang yang mas cintai bahagia, bukan terpaksa menerima mas, jika pilihannya dia bahagia, mas rela Ndien, karena besarnya cinta mas sama kamu, " Dimas berkata dengan kesungguhannya.

__ADS_1


" Andien ,gak ada perasaan sama Edward mas. Beneran."


" Jadi perasaan kamu ,sama siapa Ndien?".


" Menurut mas ?".


" Kalau mas bilang, kamu mencintai mas, apa mas ke PD an atau....mas salah menilai?".


Andien tersenyum sangat manis.


" Ndien, apa kamu mau menerima mas, menerima sebagai kekasih kamu , pacar kamu ?".


Andien mengangguk.


Dimas sampai bengong dan merasa gak percaya.


" Makasih sayangku, makasih..., penantian panjang, buah kesabaranku, kini di jawab Tuhan," ujar Dimas.


" Jangan pernah banyak berpikir jauh tentang perbedaan di antara kita, mas gak maksa, papa mama juga udah ngerti kita Ndien, asal kita berdua bersama bahagia, mereka juga bahagia.Mas menghormati keyakinan kamu Ndien, jika kamu minta mas temani kamu gereja , mas akan temani."


Air mata Andien mengalir.Namun Dimas langsung menghapusnya.


" Jangan sedih yaaang, hari ini ,hari jadian kita, hari bahagia kita".


Andien mengangguk.

__ADS_1


" Besok kita pulang atau mau jalan Ndien?".


" Di bawa jalan mas, malam pulangnya. "


Dimas sangat bahagia. Penantiannya berbuah manis. Dan ketika acara selesai, mereka pilang ,Andien terlihat lelah, dan tertidur di pundak Dimas.Dimas menggenggam erat tangan Andien, sesekali menggerakkan kepalanya, sehingga dahi Abi bersentuhan dengan bibir Dimas. Dimas sangat bahagia.


Ketika mereka sudah sampai ke hotel, Andien terbangun. Mereka pun memasuki hotel, atlet lain juga kelihatan kecapekan.Mereka perlahan memasuki lift dan menuju kamar masing masing.


Andien pun memasuki kamarnya, Dimas mengambil minyak dari mamak Andien, mengoles minyak dengan perlahan di tangan dan kaki Andien.Terlihat otot kaki dan tangannya keras, buah dari perjuangannya sebagai penentu memenangkan piala uber.


Andien sudah mengenakan pakaian piyama nya. Sungguh Dimas sangat menyukai Andien memakai pakaian tidurnya.Dulu Andien suka tidur di paha Dimas, kejadian waktu kecil, mereka sangat dekat.


" Andien ingat, mas belajar nyisir rambut Andien, dan belajar ngikatin rambut Andien.


" Soalnya kalau makan, rambut kamu semak banget Ndien, mas lihat nya gerah. Begitu jadi atlet, wajah, rambut, beda banget jadinya ya Ndien, mas rasanya waktu lihat kamu cepak, bingung, nano nano rasanya.Mami dan papi sampai bilang gini, rambut anakku ,kok cepak yah, sayang banget, padahal rambut kamu lebat, bagus, paoi sampai bilang gitu."


Andien tertawa.Dan Dimas memeluknya.


" Mami, papi, mamak, bapak, bakalan heboh, apalagi bang Ardi


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2