
Mereka melanjutkan perjalanan, sampai ke kampung sang Tulang dan tante.Para family sudah berkumpul dan memeluk Andien. Ada yang membawa pisang toba, ada yang membawa mangga , ada yang membawa ayam bakar, dan mereka begitu bahagia memeluk Andien.
" Pudan, semakin tinggi, mana putih, sipit ,kayak orang Cina kamu pudan, " ujar salah satu tetangga opung mereka.
Airin , Dimas ,Ardi dan rerw menjadi tamu istimewa ,acara bakar bakarpun di buat di belakang rumah sang tante.
Kekeluargaan sangat terasa. Dimas malahan merka hormati, mereka sudah tahu, Dimas memeluk agama Islam. Keluarga sudah pada tahu. Sewaktu pesta Ester ,keluarga Dimas juga memperkenalkan diri pada keluarga Andien.
Toleransi sangat mereka junjung, ternyata ada juga sepupu Andien menikah dengan orang Chines.
Isterinya juga disana beebaur dan tinggal di kampung tersebut, anak anak mereka ,fasih berbahasa hokkien dan mandarin.
Kulit mereka tidak lah putih, namun mata mereka sipit.
Andien tersenyum melihat anak sepupunya yang sangat lucu , berusia 2tahunan. Berjoged dengan girangnya, lucu, mana badannya gemoy, membuat banyak orang tertawa.
Andien menggendong ponakannya, menciumi pipi kiri dan kanan nya.
Wajah sang anak sangat unik, perbauran darah batak dan Chines.
" Blasteran unik ya Ndien."
" Ya mas."
" Anak kita kelak kalau di perkenan kan Tuhan , gimana yah Ndien wajahnya?".
" Mirip Andien semua la mas, hehehehe".
" Atau sebaliknya? , mirip mas semua?".
Mereka berdua pun tertawa.
Andien tersenyum, begitu sabar dengan beberapa ponakan nya yang masih kecil. Mereka sangat suka dekat dengan Dimas.
Apalagi Jorsh anak sepupu Andien nomor dua.
" Om Dimas, kan dokter, mana suntiknya ?".
" Hmmm, ada di koper. Apa Jorsh mau di suntik ?".
" Enggaklah om, kan gak sakit."
" Oh..iya juga ya Jorsh. Ada makan sayur gak setiap hari ?".
__ADS_1
" Ada dongg ommm".
" Good boy Jorsh."
" Ada makan buah Jorsh?".
" Ada om, makan buah."
" Makan buah apa aja Jorsh ?".
" Makan buah pepaya, makan buah mangga, makan buah jeruk , makan buah pisang, terkadang ie ie saudara mami datang, bawa buah anggur, sunkis , buah pear dan appel om."
" Mau buah anggur, apel dan Pear Jorsh ?".
Jorsh mengangguk sangat senang.
Dimas mengajak para ponakan Andien , mereka oun menuju mobil.
Dimas membuka kotak, dimana buah buahan mereka beli.Andien mendekat ke mobil.
" Mau hadiah gak ?".
" Mau jawab mereka semua "
Mereka mengangguk.
Dimas menurunkan koper tempat oleh oleh buat keluarga di kampung.
Ada 3 koper .
" Nih 1 kalian bawa in yah, tabte bawa 2 ."
Mereka mengangguk.
Ardi dan Dimas mengangkat buah dan kue yang mereka beli di Medan.
Andien membagi fas ,baju buat para ponakannya. Sebelum membeli , sang tante memberi data gimana tinggi para ponakannya. Anak sang tante dsn tulang tidak luput dari oleh oleh.
Andien juga melihat Dimas membagi kue dan buahan, begitu bahagia keluarga besar mereka.
" Murah murah rejeki kalian ya nak,sehat selalu " ujar para family.
Amin, jawab Andien, Dimas, Ardi dan Rere
__ADS_1
Mereka pun memberi pada para ponakan sosis bakar, nugget di goreng, kentang goreng, mereka sangat suka. Jarang mereka makan junk food dan fast food.
Mereka makan di daun pisang yang di panjangkan, Dimas mengikat rambut Andien yabg agak memanjang.
" Makanlah yaaang, ini ikannya manis banget."
Dimas mengangguk.
" Sambalnya ini enak mbak, cobalah, " ujar Andirn pada calon kakak iparnya mbak Rere .
" Ya Ndien, daun ubi rebus nya enak Ndien, lembut dan manis."
" Mbak sama dengan bang Ardi ,suka ngerumput, alias makan daun ubi, hehehe".
Ardi dan Rere serta yang lain pun tertawa.
Andien sangat suka ikan Nila dan mujair, rasanya sangat segar. Andien tersenyum melihat para ponakannya lahap makan nuget dan sosis, mereka gak mau makan ikan malam ini, begitulah anak anak kampjng, sekali lihat sosis, nuget dan kentang, sangat suka."
Dimas tersenyum melihat keluarga Andien.
" Kelak kalau kita punya anak, wajib kita bawa kesini ya yaaang, " ujar Ardi pada Rere.
Rere mengangguk.
" Kami juga bakalan bawa pasukan kesini Di, beneran, kalau bisa ,biarkan mereka liburan sama si tabte dan si tulang, biar jadi si bolang, " -ujar Dimas tertawa.
" Mas gak lihat, mereka ber 3 bisa bawa koper dengan kuat."
" Fisik mereka di tempa alam."
Dimas mengangguk .
Bulan purnama begitu indah, air danau juga begitu tenang, liburan membahagiakan. Bisa memberi kebahagiaan bagi keluarganya dan orang lain, sangat berarti bagi Andien.
🥰😍🥰😍😍😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1