Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Abangku Manajer Terbaik


__ADS_3

" Ndien, mami Video call".


" Angkatlah mas".


" Ya yaaang."


📞 Hallo...


📞 Hallo Mi.....


📞 Mami sudah merindukan kalian berdua nak, makan gak semangat, kalau kalian ada , kita makan sama sama , Andien bantuin mami memasak .


📞 Sabar ya Mi, lusa udah pulang kami , " ujar Andien.


📞 Mami sudah liat anaknya Ester, kulitnya putih kayak Abi kecil, lucu dan endut .


📞 Kak Ester sehat Mi ?".


📞 Sehat nak, mertuanya, ipar nya baik baik.Mendapat dukungan dari keluarga dekat kan bagus Ndien, Asi nya lancar, pemulihan pasca melahirkan.


📞 Ya mi, banyak keluarga suami gak pedulian, sering Andien dengar dari Ratna , teman Andien yang dokter.


📞Udah foto mas mu sama kerbau Ndien ?


📞 Udah mandi sama mereka di danau Mi.


📞 Hahahaha..., kamu Ndien.


📞 Gimana kondisi papi ?"


📞 Sehat nak, latihan jalan setiap pagi, keliling komplek.Menikmati masa tua nak.


📞 Ya la Mi, papi mana Mi ?


📞 Lagi baca koran nak, sambil minum jus ,tuh, lihat papi lambaikan tangan.


📞 Iyalah Mi.


📞 Kapan pulangnya nak ?


📞 Lusa Mi, Dimas langsung nemani Andien balik ke pelatnas ya Mi.

__ADS_1


📞 Ya la nak, hati hati kalian.


📞 Iya Mi....


" Yuk berenang di danau Ndien."


Andien pun mengangguk.


" Kita ajak bang ardi, mbak Rere dan lainnya aja mas."


" Ya dek."


" Aneh .as kalau panggil adek."


" Lebih dekat rasanya."


Dimas melingkarkan tangannya ke pundak Andien.


" Naik kapal kita nanti Ndien, ke air terjun dan keliling keliling."


" Ya mas, kan udah sepakat semalam , udah di sewa feri bang."


" Yalah Ndien. Kata Tulang, bakar bakar ikan kita nanti di feri- ."


" Iya."


Andien dan lainnya pun berenang pagi itu, kemudian mereka bergegas membawa persiapan keliling .


" Kata Tulang, gak usah naik mobil ke tomok, singgahnya nanti via naik feri, ke Tomok Ndien."


" Iyalah Ndien , langsung aja, hemat waktu."


" Ke batu gantung nanti kita, " ujar Dimas.


" Kapal yang baru Tulang pesan Ndien, milik Tulang Silalahi."


" Atur aja Tulang, yang penting aman, nyaman dan selamat kita semua, bulan desember kan rame Tulang."


" Belum puncak mudik ini dek."


" Yalah bang ".

__ADS_1


Mereka pun menuju ke dermaga dekat rumah, lalu satu satu naik ke feri.


" Kita ke Tomok dan Tuk tuk langsung ini berangkat kesana, " ujar sang Tante.


" Mantap Tan, pengen cocokin muka, dan notor si abang, " ujar Andien nyolek Ardi.


Mereka pun duduk di atas feri. Perlahan feri mengarungi danau, begitu sejuk udara hari itu, tidak terlalu panas , juga tidak hujan.


Andien tersenyum melihat kemesraan sang abang. Si pendiam ,gak beranian sama cewek, akhirnya menemukan tambatan hati, wanita lembut, baik dan sederhana, sesuai dangan keluarganya. Andien merasa Tuhan sangat baik pada keluarga mereka.


Kakaknya Ester mendapat pria yang baik, demikian sang abang.


Andien juga bersyukur , perbedaan antara dirinya dan Dimas ,tidak menjadi penghalang bagi hubungan mereka. Dan Andien juga melihat Dimas bersungguh sungguh padanya. Andien menghormati agama yang di anut Simas, bahkan menemani solat, Nadien menunggu di luar. Demikian juga Dimas, pernah menungguinya mengikuti misa di gereja.


Kasih sayang bu bidan dan papi Dimas sangat besar buat Andien.


" Ndien, lihat anak anak suruh lempar uang, itu feri yang sana, penumpangnya lempari uang, dalam gitu danaunya mereka bisa nyelam dan ambil koin."


" Iya mas, mereka udah di tempa sama alam."


" Gerakan mereka gesit.Bahkan mereka pandai mas berbahasa Inggris, dulu orang luar negeri sering berkunjung ke danau toba, jadi mereka fasih berbahasa Inggris karena menawari jualan mereka. Mereka jual kacang rebus, jagung rebus , aneka pop mie, kopi, teh manis, permen, kerupuk, banyak mereka jual mas, membantu orang tua, apalagi kalau muskm libur dan pesta danau toba, orang datang ramai, mereka semangat berjalan sovenir dan lainnya."


Kapal mereka hampir mendekati dermaga, Andien mempersiapkan bingkisan buat anak anak tersebut.


" Dek...., ke dermaga nanti yah, tunggu kakak, okey...".


" Okey kak," jawab anak anak yang menyelam.


" Syukur juga punya abang manajer solid, dia tempahkan tas sekolah, buku, kotak pensil, baju badminton dan baju bola, Andien tinggal terima beres, gitu ke medan, stoknya banyak, bisa bagi bagi, sesekali pulang kampung, "ujar Andien.


" Siapa dulu dong abangmu dek, manajer rangkap, supir gojek lagi," ujar Ardi ngakak.


🥰😍🥰😍🥰😋🥲


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


"


__ADS_2