Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Bahagia


__ADS_3

Sudah beberapa bulan, Dimas menjadi pelatih Andien. Sang pelatih nya biasa , yang melatihnya, belum sembuh dari sakitnya. Pelatih lain juga sibuk dengan atelitnya. Andien sudah mengajukan perekrutan pelatih, namun belum ada yang pas buat melatihnya. Sejauh ini pelatnas melihat progres Andien di tangani Dimas sangat maju pesat, mereka masih memberi kan Dimas melatih Andien.


" Bi, pukulannya jangan terlalu melebar, serang ke kanan," ujar Dimas sambil memberi aba aba dalam melatih Andien.


" Besok, joging ya Ndien, biar gerakan lebih gesit."


Andien mengangguk.


Andien akan mengikuti kejuaraan Dunia BWF adalah kejuaraan bulu tangkis yang diorganisir oleh Badminton World Federation untuk menentukan pemain bulu tangkis terbaik di dunia. Turnamen ini dimulai sejak tahun 1977 dan diadakan setiap tiga tahun sekali sejak tahun 1983.


Andien mempersiapkan diri buat kejuaraan ini, kejuaraan ini . Awalnya, kejuaraan dunia BWF ini dimulai sebagai acara tiga tahunan untuk mengisi tahun kosong antara Piala Thomas dan Piala Uber. Setelah edisi ketiga pada tahun 1983, kejuaraan itu menjadi dua tahunan.


Dilansir dari laman BWF, Kejuaraan Dunia BWF 2022 akan digelar pada 22 - 28 Agustus 2022 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang.


Andien pun mempersiapkan diri ,buat turnamen ini.


Andien kembali melakukan pukulan ,memperbaiki pukulan dan fokus seperti masukan Dimas sang pelatih. Keringat Andien berpeluh.Di rumah Andien membangun lapangan badminton di lantai 3,disanalah mereka melakukan patihan selain latihan di pelatnas.


" Break dulu Ndien, " ujar Dimas .


Andien pun mengangguk.Dimas memberikan handuk buat lap keringat Abi.


" Tukar pakaian Bi, basah banget."


Andien mengangguk.


" Mas gak ke rumah sakit ?".


" Jam 10 Ndien."


Andien mengangguk.


" Nanti istirahat yah, minum jus, mami nanti antar, jus kurma ,bagus buat stamina."

__ADS_1


Andien mengangguk.


Andien pun berjalan , mengambil pakaian nya, kemudian memasuki ruang ganti dan kamar mandi.


" Bau keringat banget, " dalam hati Andien.


Menyemprotkan parfum menjadi pilihan terbaik.


Andien duduk di samping Dimas.


" Wanginya beda, " ledek Dimas


Andien tertawa .


" Andien bau asem banget loh mas, nanti mas gak betah,punya pacar, bau acemmmm".


" Betah Ndien, apapun tentang kamu, mas suka, mas gak komllain .Hanya terkadang mas melihat kamu lelah latihan, apa segini amat jadi atelit, perjuangan sangat besar. Mas ingin kamu gak selamanya menjadi seperti ini, namun mas mendukung kamu, apapun hal yang kamu suka selagi positif."


Andien menautkan kedua tangannya di wajah Dimas.


Dimas mengusap wajah Andien ,mendekap Andien.


" Tidak terasa, sudah 3 tahun hubungan kita ya Ndien."


" Apa mas bosan ?".


Dimas menggeleng.


" Mas baru merenovasi rumah di Surabaya Ndien.Begitu selesai, kita kesana ?".


Andien mengangguk.


" Papi sudah lebih sehat, apa kamu sudah siap menikah dengan mas Ndien?".

__ADS_1


" Jika kita menikah, karir Andien terhenti mas, atau kalaupun kita menikah, mas mau, kita menunda mempunyai keturunan?".


" Bagi mas, hidup bersama kamu, jauh lebih dari apapun Ndien."


" Toh banyak cara KB alami kita lakukan ,jika sudah menikah, kita sudah cek kesehatan, kamu sehat, mas sehat, haruanya gak masalah, kapanpun kelak kita sudah siap punya anak."


" Mamak juga nanya ke Andien , Bang Ardi akan menikah bulan depan, Andien kapan nyusul ".


" Kamu adik yang baik, bantu abangmu beli rumah Ndien."


" Mas tahu sendiri, bang Ardi banyak mengalah pada Andien, begitu banyak masa anak anaknya dia habiskan dengan berjuang membantu jagain Andien, berjuang bantu kedua orangtua Andien. Kalau rejeki Andien lebih, kebahagiaan itu, jika bisa membahagiakan orang lain, kaya otu ,bukan diri sendiri kan mas, juga saudara kita yang kita bahagiakan orangtua.Toh mas Ardi bukan gak bekerja, bang k kan Ardi juga uangnya banyak buat ke rumah, Andienanti hanya bantu renof, beri sedikit yang Andien bisa mas."


" Ardi memang baik Ndien, kalian juga bersaudara baik baik. Kak Ester aja bantu kan, mas tahu dari mami."


" Iya mas. Waktu mbak Ester renov rumah, mas Ardi juga bantu tenaga ,ngawasi, kasi masukan."


" Rumah mbak Ester ,bagus kan Ndien."


" Iya mas, pemberian mertuanya, namun di besarkan suami nya dan juga mbak Ester bantu juga."


" Bulan ini, mbak Ester akan melahirkan kan Ndien, HPL nya kan bulan ini."


" Iya mas, setelah lama belum punya anak, begitu hamil, semua bahagia banget, bagi keluarga sang suami, itu cucu pertama, baginkeluarga kami juga cucu pertama, keluarga mereka baik, walau mbak Ester belum mengandung ,lama baru hamil, mereka gak ngata ngatain, gak menjadi beban buat mbak Ester, begitu mbak Ester hamil, malah sang mertua rawat banget, bontot makanan nya mbak Ester ,di siapin, nanya ,kalau gak kuat kerja,udah gak usah kerja."


" Suaminya juga baik Ndien, ngawani selalu cek, mapahin, belajar, senam hamil aja ikut, mas sampai tertawa ngeledekin. Suaminya senyum senyum aja. Suami yah wajib dukung isteri mengandung, pertumbuhan anak di dalam kandungan baik, keluarga dan sekeliling juga faktor kebahagiaan si ibu."


Andien mengangguk.


🥰😍🥰😍😍😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2