
Di dalam kamar rumah sakit, semua berkumpul.Walau sepelik apapun masalah Andirn dan Dimas, Andien tahu, mamak dan bapaknya lebih meredam pertanyaan mereka.Lebih menghormati sang besan.
" Kenapa bisa sakit Kamu Dim, jaga kesehatan, kamu kurusan deh....", ujar Mamak Andien.
" Ini udah lumayan , kemarin jambang panjang, muka kucel, gitu kan Dim," ujar Bu Bidan.
" Jaga kesehatan Dim, kamu kan dokter nak, bukan mesin, wajib istirahat."
Dimas pun mengangguk.
" Begotulah kalau kamu sendiri, gak di perhatiin isteri ,kamu pikir kamu udah hebat betulll, rambut mu gondrong, hidup tak hidup, buat masalah, buat pusing saja, mami tuh makan hati sama kamu ".
" Udah bu, biarkan Dimas pikirannya tenang. Mereka sudah dewasa memecahkan persoalan mereka.Kita orang tua mendiakan dan mengarahkan ,istilahnya menjadi penegur di kala anak anak salah dalam perjalanan mereka."
" Benar , papi mau kamu itu dewasa Dim, kemana kamu ya disiplin , bisa menjaga perasaan kami orangtua dan kamu sadar kan , kamu punya tanggung jawab , isterimu ," ujar papi Dimas
Dimas mwngangguk.
" Istirahatlah, tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus, tetapi ingat, laki lakingentle tidak mendua dan bisa menjaga perasaan isterinya," ujar sang papi Dimas.
__ADS_1
" Ndien, suapi suamumu nak, seperti nya suami mu gak terurus , mami lihat Dimas kurusan, berpakaian sembarangan. Yang sudah terjadi biarkan terjadi, jika dia mengulanginya, tinggalkan, walau kamu mau dalam keadaan hamil atau bukan.Mamak bukan jadi gunting dalam hubungan kalian, karena selingkuh itu bukan penyakit, kalau penyakit ada obatnya, kalau selingkuh tidak, karens se sadar sadarnya dia lakukan."
" Jika kehilangan orang yang tidak layak , maka harus berani mengambil sikap, tangan setiap ibu akan menerima anaknya pulang kembali .Tidak akan membiarkan anaknya menyia nyiakan waktu, tenaga dan pikiran."
Selingkuh bukan saja perbuatan, jalan dengan isteri orang pun , kalau menikah gak boleh, ujung ujungnya gimana gimana.Selinhkuh dari wa ,dari SMS, video call, selingkuh dari pandangan, banyak ragam."
Suasanapun sepi seusai mamak Andien berbicara.
Bagi Andien, hidup begitu melelahkan.Sebenarnya orangtuanya tahu apa yang dia tutupi, hanya mereka tidak mendesak nya ,memberikan ruang berpikir padanya.
Tidak menuntut apapun.
Jangan pernah lihat ke belakang, bukan membela kebohongan, namun memaafkan itu lebih pahit dari pada segala hal.
Terkadang, pernikahan terlihat indah dari luar,sebenarnya sekali terlihat dari dalam,sekali tusuk langsung hancur.
Andien tidak mau memperpanjang masalah.Dia hanya melihat niat baik sang suami seperti apa.Rumah sudah selesai, dan apa.rencana nya ke depan, Andien mau melihatnya saja.
Jika dia ada niat baik, yah berubah, jika tidak good bye.
__ADS_1
Andien menyuapi Dimas, wajah mami dimas pun masih terlihat kesal. Bolak balik ngatain anaknya bego, gak me Wa isterinya, gak gaju harus bersikap apa ,udah tua, tapi masih karbitan, begitulah mami Dimas mengatakan sang anak.Tapi mau gimana pun, namanya orangtua yah mendamaikan,bukan memperkeruh, memberi masukan dan saran boleh, mencampuri tidak. Biarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri.
Ketika sudah malam, Ardi menemani Andien menjaga Dimas. Ardi tidak banyak bicara . Sudah cukup kata katanya pada Dimas.
Ardi hanya mendoakan, apapun keputusan adiknya, dia pikirkan dengan kedewasaan nya ,bukan emosi se saat.
" Tidurlah dek, kamu terlihat sangat lelah, Abang yang jagain."
Andien pun mengantuk.
Ardi hanya menatap Dimas. Dia cukup taju Dimas, Dimas bukan pria asal asalan, dia memang mencintai Andien. Ardi tahu, Dimas yang salah, salah menempatkan dirinya, beginilah pria ,jika tidak tegas memisahkan pekerjaan dan pribadi,jadi runyamlah rumah tangga.
🥰😍😍🥰😍😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment