
" Kamu menduakan isterimu Dim ?".
" Tidak mi....".
" Terus ,ngapain selarut ini dengan wanita laon, yang bukan muhrim mu ?".
" Urusan pekerjaan bu....".
" Andien mana bu ?".
" Andien tidak disini. Mami merasa ,isterimu tahu apa yang kamu lakukan. Dim , kamu bukan anak anak,sudah tua, apa seperti itu mami ajarkan ke kamu, menghormati isteri kamu ?, yang benar saja kamu Dim. Jangan nyesal kamu. "
Dimas mengusap wajahnya.
" Dimas ke rumah ibu merrua ya mi...".
" Kamu mengganggu istirahat mereka.Apa kamu gak punya malu, alasan pekerjaan, jalan sama wanita lain, heran mami lihat kamu."
" Mi..., Dimas akan jelaskan pada Andien."
" Terserahmu Dim, ingat ya, mami kecewa sama kamu, kamu lukai Andien, mami juga terluka."
Dimas menaiki kamar nya, mereka belum pindah ke rumah baru tepat di samping rumah sang mama.
Dimas baru membaca pesan Andien. Dan beberapa panggilan telepon.Dimas mencoba me Wa Andien, namun tidak ada balasan.
Andien tidak mengacuhkan Wa dari Dimas, sakit rasanya Andien rasakan,kecewa, bercampur aduk.
Tidur cara Andien menenangkan gejolak batinnya.
Apakah setiap pernikahan, mempunyai riak? kenapa 90 persenan masalah selalunorang ke 3, entahlah, dari jaman ke jaman selalu seperti ini.
Kalau memang tidak siap menikah, kalau pasangan ada kekurangan, bukan berarti mendua. Biacara dan terbuka, apa persoalan waktu ku terlalu sibuk? apakah persoalan waktunya lebih sibuk, kami jarang bertemu ,entahlah sejak awal.sudah di bicarakan.
Akhirnya Andien pun tertidur dan terbangun agak siang.Di rumah sang mamak, dia bisa tidur sepulasnya, tanpa ada segan atau apalah, kehidupan yang dia rindukan. Dan hatinya kembalinkecewa, Dimas tidak menyusulnya.
Namun ketika sang tante datang, Andien kembali ceria. Mereka berencana shopping ke mangga dua. membeli bahan kain brokat dan kebaya.
" Ndien.... ,teman tante ada masuk rumah sakit, temani tante dulu ke rumah sakit ya, baru kita kemana makan."
" Ya tan....".
__ADS_1
" Kamu supir the best sayang tante. Suamimu gimana ?, dari tadi gak ada nanya in kamu, ada masalah ?".
" Enggak Tan."
" Tadi waktu pamit sama mami mertuamu, beliau terlihat sangat sedih, kenapa Ndien?".
" Biasalah orangtua Tan."
" Kapan berangkat Ndien ?".
" Lusa mbak, ke Swiss."
" Sukses ya Ndien."
" Amien Tan."
" Rumah sakit mana nih Tan ?".
" Rumah sakit Harapan Ndien."
Andien terdiam, disana kan suaminya bertugas. Kalau menhilak , pasti sang tabte tahu,rumah tangga nya tidak baik baik saja.
Andien melajukan mobil,mencari parkiran,selintas Andien melihat mobil Dimas terparkir disana.
Andien mengambil topi dan syal nya.Tidak mau terlihat orang agar tidak menciptakan keheboan.
Mereka memasuki pintu rumah sakit.
Hmmm para perawat yang manis dan cantik, para pegawai yang slim dan dengan body sweet, nyaman di pandang oleh siapapun termasuk para lelaki
Beberapa orang memperhatikan Andien. Andien memperbaiki syal dan topinya.
" Kamu mirip artis aja Ndien," ledek sang tante.
Andien tertawa.
" Lantai berapa Tan ?".
" Ruangan lavender, kamar 103 ."
" Lantai 3 itu Tan."
__ADS_1
" Kamu kenal rumah sakit ini Ndien?".
Andien mengangguk.
Mereka pun memasuki lift.
Dan bertapa Andien terkejut saat melihat pasien itu ,ternyata dia teman Andien semasa dari SD sampai SMA.
Sang tante terkejut dengan jeeitan mereka.
" Ndien...,aku udah lama nyari nomor kamu, dan kamu sulit di hubungi bak artis."
" Jangan gitu donggg Sam...., aduh rindu banget lihat sosok kamu. Kamu udah menikah ?".
" Belum, aku nungguin jandamu Ndien, saat kamu menikah, aku patah hati dan menangis."
" Ihh....gila kamu dehhhh, patah hati dari Hongkong ?".
Sam tertawa.
" Tante gak bilang, ponakan tante Andien yang atelit badminton."
" Kalian satu sekolahan, apa gak ada reunian?".
" Nihhh...orang sibuk, gak pernah datang."
Andien tertawa.
" Kalian buat jadwal ngawur, aku pas tanding."
" Nanti kita buat lagi, kamu wajib hadir ya Ndien, semua merindukan mu."
Andien mengangguk.
🥰🥰😍😍😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment