
Andien sudah menyerahkan surat pertandingannya di Singapura pada sekolah. Andien pun mengikuti pelajaran seperti biasanya.
Edward sudah me Wa Andien sedari semalam, Edward interns mendekati Andien.
Andien berusaha membuka diri.
Bahkan Edward datang ke Singapura.
" Ciyeeee ,ceritanya nih mau jadian sama mas ku yah Ndien? ," ledek Ajeng.
Andien hanya tersenyum tipis.
" Jujur ,perasaanmu di persimpangan kan Ndien," ujar Keyshia.
Andien kembali diam dan hanya tersenyum, menutupi apa yang dia rasa.
" Jangan banyak pikiran, fokus dong ,kan mau tanding, " ujar Erik teman mereka.
" Ya..... ," ujar Andien.
Andien berpamitan pada temannya, dan kembali ke rumah , dia sengaja naik bus umum, sambil memandang sekeliling. Begitu banyak memory nya tentang Dimas, entahlah, segala perbedaan membuatnya extra berpikir.
" Syalommmm, " ujar Andien setelah di pintu rumahnya.
" Syalom nak, " ujar sang mamak.
" Baru pulang ya sayaaang".
" Iya mak, lapar".
" Makanlah nak, mamak masak ayam goreng lengkuas kesukaanmu, sama sayur lalapan."
__ADS_1
" Makasih mak".
" Sama sama nak."
" Bu bidan dan keluarganya sudah berangkat tadi siang, bu bidan pamit sama mamak dan bapak, Dimas juga nak."
Andien menghela nafasnya.
" Sayang, jadwalmu tanding, sama dengan wisuda nak Dimas ya nak, kalau gak kamu ikut mereka juga."
" Andien gak ikut mak, soalnya kan udah foto wisuda sama sama mereka juga Andien."
" Kamu menghindar dari Dimas Ndien?".
Andien mengangguk.
" Mamak tahu, kamu menyayangi bu bidan, Dimas, dan papinya Dimas. Kamu takut, jika kamu pacaran dengan Dimas, nanti putus, kalian gak bisa kembali ke hubungan adik dan kakak, kalian jadi seperti musuhan.Kamu huga pertimbangkan soal keyakinan yang berbeda. Dimas anak satu satunya, kamu juga gak bisa mengikuti keyakinan nya, iya kan nak."
Andien hanya memeluk sang mamak.
" Amien, " ujar Andien.
Andien perlahan makan, kemudian Andien tersenyum saat sang bapak mengelus pundaknya.
" Walau bapak gak ikut antar kamu bertanding nak, hajar semua , doa bapak sama Andien ya nak, raih cita cita mu nak."
" Amin pak".
" Makan yang lahap nak, kalau di negeri orang. bakalan susah dapat makanan yang sesuai selera kita nak, adapun makanan Indonedia ,pasti harganya mahal , belum tentu se enak masakan mamak dan bapak kan nak, hehehe."
" Ya pak ,betul, doain Andien ya pak."
__ADS_1
" Pasti anakku, kamu bungsu ku yang selalu paling menggemaskan di rumah ini, abangmu antar kamu sama bapak dan kak Ester ".
" Ya pak".
" Jangan ada yang lupa peralayan tempur mu ya nak".
" Ya pak."
Bapak mengelus rambut Andien.
Andien memakan nasinya dengan saling bercanda dengan orangtuanya.
Andien memasuki kamar, merapikan pakaian, peralatan badmintonnya.Pakaian mereka susah diberikan, Andien merapikannya di dalam kopernya.
Andien tersenyum melihat banyaknya cemilan dari bu bidan dan Dimas, Andien memilah cemilan, tidak semua dia bawa.
Perhatian keluarga Dimas, memanjakannya , membuatnya sangat bahagia dan di istimewakan selama ini.Sempat terpikir,kelak Dimas menikah, apakah sang bu Bidan, papi dimas dan Dimas masih mau dekat dengannya.
Apalagi soal dekat, Andien harus tahu diri, mungkin saja sang pasangan cemburi dengan Andien.
Semua sudah selesai, Andien pun mandi, dan memakai jaket nya. Andien menyeret kopernya ke luar, disana sudah ada bang Ardi dan kak Ester.
Edward mengantarkan mereka ke bandara.Pelukan sang abang dan kakak membuat Andien sangat bersyukur di suport dan di semangati.
Mamak juga terlihat bahagia , bisa ikut jalan jalan ke Singapura.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment