Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Dia


__ADS_3

Matahari semakin meninggi, Andien pun perlahan membuka kelopak matanya. Andien terkejut melihat wajah Dimas begitu dekat dengannya.


" Mas udah lama banguan?".


Dimas mengangguk dan tersenyum.


Begitulah sosok Dimas , banyakan diam ,jarang bicara, hemat kata kata.Tetapi pembawaannya hangat. perhatian dan melindungi.


" Mas udah mandi?".


" Barusan Ndien."


" Ibu mana mas?".


" Ibu lagi sarapan sama temannya di bawah, mereka janjian ketemuan."


" Ohhhh," ujar Andien.


" Andien beres beres dulu ya mas".


" Mas di rooftop ya Ndien, kalau udah siap, Wa mas ya".


Andien mengangguk.


Andien pun merapikan spring bed tempat dia berbaring, melipat selimut dan bergegas mengguyur air shower ke kepalanya,mencuci rambutnya dan kemudian Andien pun sudah memakai pakaiannya. Andien bergegas menyiapkan keperluannya dalam bertanding.


Andien pun me Wa Dimas.


" Mas, Andien udah selesai."


Tidak lama kemudian ,suara pintu pun diketuk, Andien membukakan pintu tersebut.


Dimas pun masuk, membuka tas ransel nya.


" Ndien , nih pakai tanding nanti, buat menyeka keringat ".


" Makasih mas."


Dimas mengangguk.


" Ini ada mas beli baju buat kamu tading, pakai ya Ndien, " Dimas menyerahkan sebuah papper bag.


" Gak usah mas, ada kok mas, di beri dari panitia."


" Buat baju latihan juga gak apa apa Ndien, ambillah, mas punya teman bagian desain baju gitu, ini bahannya bagus, keluaran terbaru ".


" Inikan mahal mas, Andien jadi gak enak dehhhh".


" Jangan sungkan Ndien, kamu kayak orang lain aja deh."


" Udah , pakailah Ndien, selamat bertanding, sujses selalu ya Ndien, mas doain kamu."

__ADS_1


Andien mengangguk.


" Sarapan kesukaan kamu Ndien, mas udah beli tadi ."


" Cepat di makan ."


" Makasih mas, " ujar Andien dan membuka sarapan tersebut.


Tersaji bubur ayam ,lengkap dengan bawang goreng, suiran ayam, kacang dan abon.


" Enak Ndien?, tanya Dimas .


" Enak mas, apalagi gratisan", ujar Andien tertawa ngakak.


Dimas pun tertawa.


" Udah makan dulu, jangan sampai keselek "


Andien mengangguk, kemudian melanjutkan suapannya.


" Mas nonton kamu hari ini ".


" Beneran mas?".


" Beneran dooonggg".


" Gak ngoperasi?".


" Mana yang mau dibawa Ndien ?".


Andien menunjukkan ke arah yang sudah Andien bereskan.


" Udah selesai mas, kenyang, " ujar Andien.


Dimas mengambil ikatan rambut dan mengijat rambut Andien dengan rapi.


" Mas sudah terbiasa ngikat rambut, hayooo ...ngikat rambut siapa?".


" Mas hqnya belajar ngikat rambut kamu dari kecil Ndien, mana pernah mas ngikat rambut orang lain, beneran. "


" Mas pandai ngegombal".


" Ngak loh Ndien."


Andien tersenyum.


" Mas ngikat rambutnya rapi dari Andien " .


Dimas kembali tersenyum .


" Mami udah nunggu di bawah Ndien kita berangkat sekarang?".

__ADS_1


Andien mengangguk.


" Apa kamu gugup Ndien?".


" Dikit".


" Chayooo Ndien, kamu pasti bisa."


Andien mengangguk.


Andien mendapat Wa dari pelatih. bahwa mereka sudah menunggu di lobby.


Dimas menyandang tas badminton Andien, kemudian Andien dan Dimas pun berjalan beriringan.


Wajah Andien yang cantik membuat beberapa pasang mata meliriknya.


Dimas merasa galau, memang benar kata sang mami, bahwa Andien sangat cantik, ayu, kepribadiannya dan inner beauty nya waw banget.


Semakin di pandang ,Andien semakin memikat hati.


Andien dan Dimas menaiki lift,hingga sampai di lobby.


" Gimana perasaan mu Ndien?", tanya sang pelatih.


" Lumayan deg degan pak".


" Bawa tenang yah, gugup itu hal lumrah, kaki dan tangan dingin, demam panggung istilahnya. Tetapi harus mampu mengontrol pikiran dan emosi, disinilah kita di tuntut buat profesional."


Andien mengangguk.


" Bapak gabung sama mobil kami atau sama yang lain?", tanya Dimas dengan sopan.


" Kita pisah mobil juga gak apa apa , saya dengan peseta lain."


" Baik pak, " ujar Dimas.


" Hai Ndien, waw...tambah bersinar dan cakep ," ujar pemain tunggal Johan.


Andien hanya tersenyum.


" Ndien, aku akan nonton kamu nanti", ujar Bambang.


Andien mengacungkan jempolnya.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2