
" Kamu harus mampu membuat Andien mengakui perasaannya Dim, kamu harus mampu membuatnya gak bisa tanpa kamu".
" Tidak perlu pembuktian Dim, sewaktu ke Surabaya, bukankah dia hanya mengalasan kan melihat papi, tetapi dia juga mengakui merindukanku."
" Ihhhh, abanggggg...," ujar Andien mencubit kecil lengan Ardi.
" Wanita memang suka munafik Dim, dia bilang gak, padahal iya."
Dimas cekikan tertawa.
" Bang.....".
" Jalan nanti sore yuk Ndien ".
" Jalan kemana mas?".
" Nyari angin kah?, " tanya Ardi sambil ngakak.
" Gak modal amat, " ujar Andien ngakak, bersamaan ngakaknya Dimas dan Ardi sang abang.
" Gimana mau gak Ndien".
" Boleh juga, yuk lah mas."
" Aku ikut gak Ndien? ," tanya Ardi.
" Gak usah , nanti jadi umpan nyamuk, " ujar Ardi ngakak.
" Abang ikut aja, gak apa apa bang, ujar Andien, lagian Andien akan berangkat lusa kejuaraan piala uber bang."
" Besok pagi, sudah masuk pelatnas la ya dek?".
" Iya bang ".
" Apa gak capek Ndien, begitu selesai pesta , kamu berangkat tanding ?".
__ADS_1
" Yah mau gimana lagi mas, urusan pribadi beda dengan urusan turnamen, kalau udah menyangkut turnamen membela negara ,beregu, gak bisa mundur mas."
" Iyalah Ndien, yang penting jagan terlalu capek ya, biar kamu jangan terlalu capek.".
" Beres bos, " ujar Andien.
" Mas udah makan ikan arsik buatan tante ?".
" Belum pernah nyoba Ndien, gimana rasanya Ndien ?".
" Andien suka mas.Tetapi duri ikan mas itu , bercabang, lain lagi banyak mas, harus hati hati makannya. Mas mau coba ?".
" Mas gak berani coba."
" Andien suapin mau? Andien pilah duri dan daging, tetapi mas harus waspada juga kalau makan nya."
" Kalau disuap, demen tuh Dimas, ledek Ardi."
" Tahu aja loe bro, " ujar Dimas ngakak.
" Mas udah bocor halus deh, soal makan ikan ardik aja ,sampai serangan negara api, " ujar Andien.
" Kamu gak tahu, awalnya yah perhatian begini, endingnya dalam Ndien, hahahaha."
" Kamj bro, ledekin kami aja, kapan kami gak ledekin kamu yah, gantian," ujar Dimas menahan tawanya.
" Udah, cepetan dek, ambil ikannya, abang putar arah aja, gak mau gangguin orang yang sedang mesra mesranya."
" Abang kumat, " teriak Andien sambil turun ke bawah.
Sesampai di lantai bawah, Andien mengambil beberapa potong ikan arsik.
" Mau makan lagi Ndien? makanlah pudan, kuris kali kamu nak, asik tanding aja, biar di puding dulu kamu nak."
" Buat Dimas nih Tante, gak pernah dia makan ikan arsik, biar pernah."
__ADS_1
" Eh si dokter cinta? bagus itu, biar tahu dia masakan batak, yang halal juga ada." Tabooo nian ,hahhaha( enak kali), "ujar sang tante.
" Cinta kali dokter itu sama kamu lah Ndien, keliatan, orangtuanya pun hormat sama mamak dan bapakmu, sama kami, sama tulang, beda keyakinan susah lah nang, gak apa apa, banyak kan yang beda agama menikah, kalian yang jalani pudan."
" Apa gak bingung nanti anak anak tan?".
" Ehhh, ada jalannya di kasih Tuhan nak, kayak family tulangmu, menikah beda agama, orang Turki asli, eh senang kali dia nak, mama bapaknya , di bantu bangun rumah, lain lagi, baik kali keluarga mereka, anak anak mereka, memilih agamanya sendiri."
" Menikah lah dengan orang yang lebih mencintai kita pudan( pudan itu bahasa batak, artinya puteri bungsu).Menikah dengan orang yang mencintai kita, mudah midahan gak dia sia siakan kita dan anak kita ."
" Susah, senang ,bersama ,itulah yang tante alami sama suami tante.Dulu mana suka opung sama suami tante, banyak adiknya, terus, tinggal di kampung kampung."
" Suami tante gigih orangnya, sarjana pertanian, dia kelola semua tanah milik orangtuanya, berhasil, sampai sukses ,adek adeknya pun ada yang jadi dokter, bidan, dosen, sayang kali sama tante, gak pernah kami kelaparan, bagian suami tante paling besar karena satu satunya anak laki laki, lain lagi rumah di wariskan, salah anggapan opung kan pudan, gak pernah tante nyangkul, gak pernah di kasi mertua tante, baik kali dia, tahu dia tante kalau nyangkul tangan luka semua.Dia ajari tante memasak, sampailah buka rumah makan batak, terkenal pula, dari situ punya anggota , sampailah bisa kami jiarah ke Yerusalem, jalan jalan kami ke Turki tempat family tulang, senangnya hidup tante ,mau bantu mamak sama bapakmu pun, malahan suami tante yang suruh, belum tentu ada suami begitu kan pudan."
" Benar tante."
" Dimas, sudah banyak kali sayang sama mamak bapak kalian, tante liat sendiri, dokter ,mau dia bantu pesta tunangan Ester.Dimana ada gitu di dapat cowok.Anak satu satunya, baik pula."
" Jangan di lepas Ndien, disabet orang ,merapat orang, di gereja aja, banyak kali anak anak gadis melirik Dimas, gak kamu lihat?".
Andien menggeleng.
" Gak peka kali kamu nak, udah pigi kasi ikan arsiknya sama si dokter cinta, awas jangan ter duri alias ter tulang nak."
Andien mengangguk.
" Gak agresif kamu Ndien, sama dengan Ester.Mudah mudahan baguslah nasibmu ya nak, jodohmu bagus."
🥰😍🤩🥰😍😛
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment