Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Senyuman Terindah


__ADS_3

Bukan hal mudah , Andien mengurus semua permohonan ke sponsornya, ada beberapa sponsor menarik sponsornya jika Andien melaksanakan pernikahan.Andien pasrah, rejeki gak akan kemana.


Andien membuat batasan , sejak sang pelatih mengungkapkan perasaannya,bahkan Andien meminta bagian penguris mengganti pelatihnya, Andien berdalih, pelatihannya sangat extrim.


Namun karena masih terikat kontrak kerja, Andien harus menerima pelatih sampai jadwal kontrak nya selesai.


Satu hal yang membuat Andien bahagia, Dimas selalu meneleponnya, rajin video call dan juga ngirimin makanan, walau dia se sibuk apapun.Lain terkadang mami dan papi Dimas yang ngabterin makanan.Dimas terikat program pemerintah, menjadikannya dokter buat beberapa seminar dan penyuluhan di masyarakat .


Mau tidak mau, Andien memendam rindu, hanya video call tempat mereka berbagi.


Andien menatap lapangan, berlatih hari ini sangat menguras emosi dan tenaga, sungguh Andien sangat lelah.Ketika membuka matanya, sosok pria yang sangat dia rindukan sudah mengarah ke pandangannya.


Tentu saja Andien langsung duduk dan menyebabkan dahi Andien dan dimas ber radu.


" Sakitt...," ujar Andien manja.


Dimas tersenyum , lalu memeriksa dahi Andien.


" Memerah yaaang."


Andien langsung mendekap tubuh Dimas dengan erat.


Mereka saling memandang.


" Miss you sayangkuuuu, " ujar Dimas .


" Miss you to honeyyyy".


" Rambut mas gondrong ,jadi gak rapi."


" Gak keurus , soalnya sang tunangan lagi sibuk, gak mangkasin."


" Maaf mas, pelatihan nya extra, belum bisa pulang, Andien juga merindukan mamak sama bapak."


" Mamak juga sibuk ngurus cucu, manja benar sama opungnya."


Andien tertawa.

__ADS_1


" Bang Ardi ada kesini kan Ndien ?".


" Always mas, setiap hari dia liatin Andien, abang ter keren kan mas ?".


" Tentu saja Ndien."


" Gimana dengan sponsor Ndien ?".


" Ada yang narik sponsor mas, namun ada yang tetap beri kesempagan dan lanjut menjadi sponsor ".


" Apa kamu sedih yaaang ,kehilangan sponsor ?".


" Sedih ,yah pasti lah mas, namun kalau rejeki kan gak kemana mas."


" Benar Ndien ".


Dimas membelai rambut Andien.


" Mas minta permisi ,bawa kamu keluar bentar, udah dapat ijin dari pengurus pak Mustofa."


" Ganti baju gih Ndien, kita makan yukkk."


Dimas mengangguk.


Andien pun mandi dan bergegas menemui Dimas. Andien dan Dimas ngebakso di warung langganan Dimas dekat rumah sakit. Bakso memang paling enak dekat rumah sakit dimana Dimas bekerja.


Beberapa dokter menyapa Dimas, dan juga tersenyum pada Andien.Publik sudah tahu, Andien dan Dimas sudah bertunangan.


" Dek, surat kita sudah selesai. Mas akan melamar kamu seperti adat dari keluarga mas 2 minggu sebelum hari pernikahan kita."


Andien mengangguk dan tersenyum.


Dimas mengusap wajah Andien dengan penuh kasih sayang.


" Cuaca lagi tidak bersahabat, jaga kesehatan ya dek, minum air hangat dan vitamin dari mas , jangan lupa rutin di minum."


Andien mengangguk.

__ADS_1


" Kenapa pipi kamu memerah sayang ?".


Andien menjadi gelagapan dan memegang pipinya.


" Kamu udah ngebet nikah sama pelatihmu ini yahhhh ?".


Andien menahan tawanya.


" Gimana dengan pelatih dan orang pelatnas yaaaang ?".


" Mereka udah Andien sampaikan ,r3ncana kita. Mereka menanyakan ala rencana planning Andien ke depan."


" Andien bilang , sesuai jadwal."


" Mereka juga bilang, Andien kalau mau ikut turnamen , menunda kehamilan, karena mereka juga nge save pemain, mas tahu sendiri, pemain tunggal puteri lumayan banyak."


" Terus ?".


" Andien mengatakan 2 tahun ini , Andien masih menunda dan fokus pada turnamen."


" Mereka welcome , jadi yah dah deal lah mas."


" Mas gimana dengan se abrek kegiatan mas ?, apa aku di tinggal karena kesibukan mas ?".


" Gak lah Ndien, mas sudah menyerahkan beberapa pengurusan ke dokter lain, mas hanya tim pengawas, bukan pengawas dan pelaksana lagi. "


" Mami gak setuju ,kita pindah ke dekat pelatihan ini, lingkungan disini masih baru, mami ingin kita tetap tinggal di dekat rumah mami dan dekat dengan rumah mamak dan bapak. Mas akan mengantarmu, begitu mami katakan."


Andie tersenyum.


" Yalah mas, mana yang baiknya aja, " ujar Andien.


😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2