Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
William Anak Bang Ardi


__ADS_3

Tidak terasa ,pernikahan mereka sudah memasuki usia 1tahun, terkadang terasa kesepian ,hanya bisa bermain dengan anak bang Ardi dan anak kak Ester.


Tatapan mata itu mempujyai arti. Andien tahu, Dimas dan orangtuanya juga menginginkan keturunan. Andienntidak ingin dikatakan seorang isteri dan menantu egois. walaupun keluarga mertua tidak menuntut, namun Andien bisa melihat, bertapa sayangnya mereka dengan kehadiran sosok anak kecil.


Andien mengijuti beberapa pertandingan, ada kalanya menjsdi juara 1 ,2 atau pun 3. Pemain pendatang baru, silih berganti ,persaingan tetap sengit, namun nama Andien semakin orang kenal, usaha Andien pun berjalan dengan baik, bahkan menjuarai olimpiade di akhir tahun.Ahdiah yang Andien dapatkan dari sponsor pun lumayan banyak, lain pemberian hadiah dari pemerintah


Dimas karir nya juga semakin baik, diberi kepercayaan buat beberapa kegiatan kesehatan nasional.


Dimas dan orangtuanya tidak banyak menuntut Andien . Mereka sangat mendukung karir dan perjuangan Andien.


Andien berlari kecil menghapiri mobil sang suami, Andien baru sampai dengan rombongannya ,selama 1minggu bertsnding di Jerman.


Biasanya jika ada waktu, Dimas akan datang menonton.Tetapi sering juga karena kesibukannya, Dimas jarang menemani.


Sebelum berangkat ,Andien terenyuh dengan penuturan mbak Ratna, dia positif hamil, dan dia sudah langsung mengundurkan diri, dan Ratna cerita ,suaminya sangat bahagia, apalagi mertua dan keluarganya.


Abdien tahu, usia Ratna juga sudah pas buat mengandung, apalagi suaminya atelit, dan brondong. Namun kehidupan Ratna lumayan, suaminya mapan walau di usia muda. Berbagai usaha , Ratna yang kelola dan di bantu sesekali oleh sang suami dan keluarga nya.Keluarga sang suami pembisnis, jadi mereka sangat membantu mengajari Ratna dari nol mempelajari bisnis.


Andien turut bahagia dengan kebahagiaan mbak Rtna , walau hati kecilnya mulai bergejolak akan keinginan melepaskan karirnya dan ingin mempunyai anak.


Seperti biasa , Dimas membukakan pintu, dan memasukkan koper Andien di dalam bagasi.


" Selamat sayang , kamu semakin jago di lapangan.Tidak ada smesh yang kamu lewatkan, kamu handal mengembalikan smash dari lawan, padahal smash tajam."


Dimas membelai tangan Andien.


" Kerjaan mas apa banyak ? malam ini kita ke Villa yuk mas."


" Hayooo...mau nge date sama mas? kangen yahhh?".


" Emang mas gak kangen ?".


" Kangen banget....".


" Apa dokter dokter koas pada seliweran di depan suamiku lagi ? menggoda gitu ?".


" Kamu cemburu yaaang ?".


" Sangatttt...., " ujar Andien.

__ADS_1


" Kamu wajib percaya yaaaang, sama mas mu. Bahkan mas sudah bilang ke dokter Herman, gantiin mas hari ini , mau masak buat kamu ."


Andien menunduk terharu. Seperti inilah sang suami, selalu begitu menyayanginya. Sang mertua juga , sangat baik memperlakukannya.


Dan benar saja ,begitu sampai ,dekapan sang mertua begitu hangat. Wajah bahagia terpampang di sana.


" Mami dan papi sehat ?".


" Sehat la nak, kami menonton pertandinganmu. Kamu memang bertangan besi, selalu buat kejutan, gak mudah menyerah.Sampai menteri olah raga mengagumi perjuanganmu Ndien."


" Berkat doa mami, papi, mas Simas dan semua keluarga. Kalian sangat berarti buat Andien."


" Liburan berapa minggu nak ?".


" 2 mingguan Mi, Andien akan menjadi ekor mas Dimas, hehehehe."


" Hati hati jadi ekor nya mas mu, maunya banyak tuhhh, nanti tekdung gimana ?".


" Yah gak apa apa toh mi, udah halal, " ujar Dimas ngakak.


" Udah ,masuk dulu nak, tuh mas mu pagi pagi udah belanja sama mami, katanya ,dia akan masak nasi liwet kesukaanmu."


" Jantung papi gimana mas ?".


" Hasil cek terakhir baik yaaang."


" Puji Tuhan ya Pi."


Andien memeluk sang mertua yang sejak dari kecil menyayanginya.


" Pesawatnya gak delay, jadi papi gak mencemaskanmu nak."


" Ya pi....,tetapi cuaca dingin, waktu tanding kerasa banget. "


" Minum yang hangat nak, jaga kesehatan."


Andien mengangguk.


Andien, sang mami dan papi duduk menonton Dimas memasak di dapur. Mereka sesekali berbisik sambil tertawa.

__ADS_1


Dimas hanya menahan senyum.


" Tenang di boncengan dek, abang sudah berlatih banyak," ujar sang mami.


Andien dan sang papi mertua ngakak.


" Belajar sama siapa mi ?".


" Sama mama mertua, sama mami juga, kalau hasilnya mudah mjdahan gak ngecewain ya Ndien."


" Andien jadi save Juna, mami chef Renata, papi chef Arnold, kita nanti nilai ya mi, jangan ada dusta di antara kita, " ujar Abi membuat mereka semua ngakak.


" Tenang aja dek kuu..., mamak mertua aja dsh puji enak."


" Hmmm...,mantu kesayangan ,mana mungkin gak di puji, " ujar sang papi membuat mereka kembali ngakak.


" Kalian aja ke Villa ya nak, berangkat besok aja. Kalian sama sama sibuk, nikmati kebersamaan. Mami bisa pastiin ,manjanya mantu mami, keluar semua, hehehehe."


Pipi Andien pun bersemu merah.


" Mami tahu aja hahaha."


" Kan Wiliam , anaknya mas Ardi bilang, masa tante nya gak malu di gendong pak dokter, disuapi lagi, kayak adek kecil," ujar Andien.


Semua pun tertawa.


" William kepo mi, dia pintar, dan nurut banget sama pak dokter nya. Dia juga cemburuan sama Andien. Kalau anak kami ada ,apa mas Dimas jadi rebutan juga mi ".


" Bisa jadi nak, apalagi anak cewek ,kan dekat sama papinya dari pada sama maminya. Namun ada juga sih anak cowok juga bisa dekat dengan papinya. Tergantung interaksi juga kan Ndien."


Andien mengangguk.


🥰❤🥰❤🥰❤🥰❤🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2