Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Jalan Berdua


__ADS_3

Andien tersenyum saat Dimas dan dirinya berlatih di lapangan. Dimas menunjukkan beberapa pukulan keras, dan pukulan panjang , saat bermain dengan Andien .


" Sayang banget kamu Dim ,potensi kamu besar , namun lebih memilih kedokteran , ujqr seorang pelatih."


" Hidup tentang memilih pak, gak mungkin menjani dua sekaligus. Tetapi saya gak ."


" Saya mencintai profesi saya ,hidup adalah pilihan, jika rindu saya masih terjun di lapangan sekali seminggu atau dua kali seminggu ."


" Benar Dim , apalagi untuk lulus kedokteran bukan hal gampang , penuh perjuangan ."


" Ini siapa kamu Dim ?".


" Calon pak, " ujar Dimas tersenyum sambil melirik Andien .


" Serius ".


" Ya serius la pak, masa enggak ".


" Kamu ada ada aja Dim, masih kelas 1 SMA sudah di pepet ".


" Namanya juga usaha pak ".


" Ya benar Dim, di pupuk dulu , biar cukup umur ," ujar sang bapak.


Dimas dan sang bapak berpelukan .


" Permainan Andien butuh di asah Dim, karena selama ini tehnik dan skill dia gak ada yang mengarahkan. Jadi butuh bimbingan dan polesan."


" Permainan nya tenang kan pak ."


" Yup , pujulannya keras, net nya bagus, tipis banget di bibir net , berulang ulang mematikan lawan."

__ADS_1


" Benar pak , makanya Andien bisa bolak balik dapat juara . Hanya perlu latihan disiplin, latihan ketat dan mengoptimalkan kemampuan membaca strategi lawan ."


" Yang bimbing siapa pak? " tanya Dimas.


" Joko...".


" Joko luar biasa kalau melatih, dia yang pilih Andien saat tahap seleksi dan dia mengatakan , dia akan melatih Andien. Kamu tahu sendiri kreaknya seperti apa , hanya Andien yang dia mau ,yah muridnya satu aja.Gitu memang pelatih kaliber . Katanya ngelatih orang banyak gak ada guna ,jika buang buang waktu. Dia kan pelatih extrim, siper keras ".


" Benar pak , terkenal dari dulu kan."


" Ya nak, begitulah ."


" Tuh dia datang kesini, bakalan nyuri calon kamu," ujar si bapak ngakak.


" Tetapi jujur , Andien cakep kan Dim, liat pemain lain udah bolak balik liatin Andien."


" Bjkan cantik fisik aja pak , Andien cantik hati, itu yang gak dimiliki semua orang ".


" Semakin banyak masukan, semakin banyak siasat dan trik , setidaknya banyak pelatih senior, maka nanti bingung kan , gimana membaca gerak Andien."


Dimas tertawa bareng Andien.


" Apa kamu senang latihan disini Ndien?".


" Senang dong mas, apalagi beasiswa . Pelatihnya juga handal, akhir bulan ini kami akan ada seleksi mas buat kejuaraan , yang pastinya seleksi ketat mas."


" Gimana persiapan Andien?".


" Seperti biasa aja mas, renang, joging, pukulan panjang, smesh dan net jadi biasa aja sihhhh".


" Besok renang sama latihan di rumah yuk Ndien?".

__ADS_1


" Ah....renang sama mas malu lah Andien, Andien udah SMA, jogging aja dehhh".


" Ya udah, jogging aja gak masalah.Mas jemput ya Ndien ".


Andie. mengangguk.


" Sini tas raketnya mas bawain ."


Andien memberi tas raketnya pada Dimas.


" Tas nya bagus Ndien, raketnya juga ".


" Ya mas, dj beri seorang nyonya , beliau juga yang memberitahu alamat tempat pelatihan ini".


" Dulu ,disini gak ada beasiswa gitu Ndien,biaya belajar dan latihan mahal pada masa mas ."


" Ya mas, baru satu tahun ini ada perhatian pemerintah . Makanya semua penyaringan dan test dilakukan sangat extra sengit mas".


" Kamu hebat Ndien , bisa masuk pelatihan , lebih semangat lagi yah Ndien, kalau di Surabaya jauh lebih bagus, pusat pelatihan lebih luas, tetapi mereka kan sudah berprestasi baru banyakan di kimpulkan disana Ndien. "


" Ya mas, Andien lebih betah disini dulu, nanti selesai sekolah baru mikir mas. Liat peruntungan kemana nantinya."


Dimas mengusap kepala Andien . Wajah Andien bersemu merah.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2