Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Ipar


__ADS_3

Andien ,Dimas dan seluruh keluarga berkumpul di rumah Dimas. Rumah begitu asri dan sangat rapi, maklum rumah baru.


Dimas tersenyum memandang Andien, ngeledekin ponakan nya.


" Jangan terus terusan di pandang mas bro, bisa luntur nanti ."


" Gak bakalan luntur , kalau rasa gak bakalan bisa berubah lagi."


" Denger dengernya,yang dekati Andien ada ya mas Bro, tetapi yakin deh, Andien tuh gak bakalan tertarik sama siapapun, mau sekaya apapun, dia nyaman sama kamu Dim, dan kalian memang menyayanginya sedari kecil, untung aja adik gue gak anggap kamu saudara, kalau gak hatimu bakalan retak Dim."


" Itulah aku bersyukurnya. Kalau gak bisa broken heart, saya ngarap, eh sementara hanya di anggap saudara, bisa gawat kan."


" Enak menikah Dim, cepet cepet nikah, tapi kalau aku yang ngurus isteri, kamu bakalan kebalik lohh, yang ngurus Andien yah kamu, dia anak bontot, manja, mandiri sih mandiri, tetapi yah manja pasti, dia masih muda, kamu jarak usia nya juga yah tahu sendiri."


" Bagi aku Di, gak masalah, yang penting kami bisa saling, bersama sama dalam banyak hal, kami sudah dari kecil bersama ,apa yang Andien suka dan gak suka ,aku tahu, begitu juga dengan aku, memang sih , pernikahan pasti ada perbedaan, setidaknya kami sudah saling mengenal, dan aku percaya, kami sama sama kuat dan setia. "


" Kalau di hitung dengan jari, kalian memang cinta sejati banget loh Dim."


" Perjuangan menjadikan pacar aja rumit Di, perbedaan keyakinan pasti menjadi pertimbangan Andien. "


" Sudahlah, kalian bersama ,sudah bagus, walau gak iman ,belum tentu kan langgeng dan sejalan, banyakan melarang perceraian , namun manusia menetapkan aturan sendiri, bisa bercerai ."


" Satu seumur hidup Di, harga mati, mau apapun kekurangan pasangan, mau gemuk, kurus, wajah berubah, pastinya ,punya pasangan kita rawat, saling merawat, walau keadaan ekonomi keluarga kita gak pernah tahu jatuh bangun,setidaknya kita berusahamembahagiakan isteri dan anak , tahu batasan dengan wanita lain, menjaga hati, benqr kan Di."

__ADS_1


" Benar banget Dim, itulah pertimbangan aku, selalu merestui hubungan kalian, walau perbedaan keyakinan, namun aku yakin, kamu bahagiakan adik bungsuku, menghargai adikku , dan menyayanginya se umur hidup nya."


" Kita akrab dari dulu ya Di, ber kakak ipar juga kita gak boleh berubah."


" Pastilah....,." ujar Ardi.


Andien mendekati Dimas dan Ardi.


" Gimana manten baru nya bang, ih...ih....duluan merasakan surga dunia yah bangggg".


" Pastilah dek..., abang akan kejar target, nyaingi Ester."


Andien dan Dimas tertawa.


" Sudah Di, semua sudah di permudah Tuhan, ada teman satu sekolah ,bekerja di bagian pengurusan ada beberapa bagian, ibunya juga ramah dan membantu banget. "


" Surat surat Andien juga udah sekalian di urua kan Dim."


" Sesudah kamu urus Di, langaung berkas dimasukin sama berkas aku."


" Gak apa apa ribet, begitulah dulu, perjuangan, aku aja ngurus surat dari RT, RW, pusing Dim, lain lagi ngurus ke gereja. Mamak sana bapak gak mengerti,surat Ester dan Andien juga aku yang urus, kalau suruh orang urua pasti lebih lama, lain upahnya lagi.Seperti urus paspor, yah pakai jalur umum aja kan Dim ".


" Iya, jangan pakai calo, bakalan mehong."

__ADS_1


" Sama pelatih apa Andien udah bilang dek ?".


" Belum bang, masih info ke bagian pengurusan atelit."


" Gosipnya, pelatihmu mandang kamu beda ya Ndien ?".


" Abang Ke GR ran deh, mudah mudahan gak ya bang, Adek Juga udah tegaskan, adek punya tunangan, adek ngomong dekat dia."


" Laki laki banyak tipe loh Ndien, bisa jadi masih kekeh ngejar, kamunya gimana ?".


" Nih...pelindungku, nih satria baja hitamku, bakalan hadang dia."


Mereka pun tertawa.


🍬🍬🍬🍬🍬🍬


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2