
Pertandingan demi pertandingan Andien lalui. Waktunya bertemu Dimas sangat sedikit karena kesibukan nya. Rasa rindu begitu melanda, Dimas juga jadwalnya sangat padat, sehingga Andien juga harus memaklumi .
Jadwal nonton bareng aja ,di buat sang kekasih menjadi jadwal tidur.Sudah pasti Andien hanya tersenyum saat sang kekasih tidur di bahunya.
Dan di sela sela kesibukan mereka, Andien dan Dimas sepakat, foto prewed nya saat mereka punya waktu luang.Sudah tentu sang mami dan papi Dimas sibuk nanya foto nya kapan.
Bahkan beberapa kali , Andien di ikutkan buat memilih konsep pesta keluarga di Singapura.
Suatu kejutan ,saat Andien tampil di Singapura buat kejuaraan beregu, Dimas datang menyusulnya. Dan mereka pun foto prewed di beberapa tempat, sambil melihat gedung dan persiapan pernikahan.
" Dekornya gedung, apa gak terlalu mewah mas ?".
" Bunga bunganya pasti harganya mahal kan mas, karena bunga hidup semua."
" Kamu, mami, mamak , suka bunga. Bunga asli itu lebih segar di pandang dek, dari bunga palsu yang kaku. Pesta kita ini, jauh dari kemewahan, kita menikah di Kuar negeri, hanya keluarga, beberapa teman dekat yang datang dek. Mas ingin pesta kita ,walaupun gak besar, namun tertata dengan baik."
" Pernikahan kita ,sederhana sayang ".
Andien hanya bisa mengigit gemas tangan Dimas.
Mereka mengitari jalan jalan di Singapura, makan malam bersama beberapa teman dan family Dimas.Dimas memperkenalkan Andien, dan ternyata mereka fans banget sama Andien. Mereka berfoto bersama.
" Jangan makan pedas ya yaaang, nanti gampang kumat maag nya."
Andien mengangguk.
" Pertandingannya dimulai besok, gimana persiapan mu Ndien?, " tanya Lu Yen teman Dimas.
__ADS_1
" Latihan sudah pasti, ada waktu yah bersantai ,masih di ijinkan, tetapi terkontrol."
" Menikah , apa masih tetap jadi atelit Ndien ?".
" Masih , ada ikatan kontrak beberapa produk ."
" Sponsor ya Ndien ?".
" Benar," ujar Andien.
" Gak nyangka ,sepupu kami akhirnya menikah juga, apalagi dapat isteri yang baik, kesayangan si tante."
" Mamimu hari hari dulu, nyeritain Andien ,anak angkatnya."
" Ceritanya macam macam Ndien, semua yang baik baik."
" Beneran nihhh?".
" Yah, sedari kecil , aku di rawat mami Dimas, seperti anak sendiri."
" Pantas semua mami kami sibuk."
Dimas dan Andien tersenyum .
" Jagain prajurit kami ini yah Ndien, dia bucin banget sama kamu, mau di kenalin sama siapapun, dia gak peduli dan catat ya Ndien, dia gak mau."
Andien tersenyum mengangguk.
__ADS_1
Dimas menggenggam tangan Andien. Mereka pun makan berbagai dimsum.
Keluarga Dimas sangat ramah dan baik, mereka pandai mencairkan suasana, Andien menjadi tidak kikuk.
Dimas dan Andien kembali ke pelatnas. Sepanjang jalan, Dimas menggenggam tangan Andien.
" Walau kita se sibuk apa, jangan pernah mikirin yang enggak enggak yah Ndien, mas tulus sama kaku, hari ini, esok ,maupun sampai kapanpun.Kalau orang bilang, setelah menikah orang akan berubah, banyakan menjadi cuek,bosan dengan isterinya, mudah mudahan , atas se ijin Tuhan, sampai nafas terakhir mas, hanya kamu dalam hati dan dalam hidup mas."
Andien terharu mendengar kata kata Dimas.
" Mas mendukung setiap prestasimu, mas tahu kamu pekerja keras, menyayangi orangtua dan saudaramu, sampai kapanpun ,mas gak akan membatasi baktimu Ndien."
" Yah mas, ada pria merasa begitu menikah, uang mereka menjadi milik mereka berdua, melupakan orangtua, melupakan saudara, memang sih, Andien gak memanjakan saudara juga, tetapi saat melihat saudara kekurangan uang beli rumah, sebagai adik, Andien punya uang, mengapa tidak Andien membantu mereka.Mereka bukan saudara yabg goyang goyang kaki dan tamak, malahan mereka gak mau, kalau Andien beru apapun ."
" Mas juga punya orang tua, gak mungkin kan menikah dengan Andien , mas lalai tugas mas pada orangtua, bakti mas sebagai anak ada, walaupun uang pensiunan orangtua mas ada, tetapi dari bakti anak juga ada mas. Orangtua juga bahagia dia masih di ingat "
" Kenapa mas memilihmu Ndien, kehidupan memberimu begitu banyak pengertian akan banyak hal, kehidupan membuatmu matang dalam berpikir dan berperilaku. Pantas kamu di sukai banyak pria Ndien, sampai mas mu ini sangat cemburu. "
" Andien masih banyak kekurangan mas, manja nya kalau kumat, bang Ardi aja ngakak, gendong belakanglah, lain kalau minta di antar sana sini. Untung aja isterinya baik, udah tahu hubungan kami gimana, jadi gak masalah.Kalau gak, sesekali kumat , bisa berantem mereka mas."
Dimas pun tertawa.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment