Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Istanamu


__ADS_3

Malam itu, Andien menjemput kopernya dari hotel. di temani Dimas.


Dimas mengendarai mobilnya , menyusuri jalanan yang basah karena hujan.


Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah minimalis berlantai 2, sangat cantik, dan desainnya modern, dari pintu pagar memakai sistim buka tutup otomatis, hingga pemandangan taman begitu asri.


Dan Andien sangat terkejut, disana begitu banyak aneka bunga anggrek kesukaan Andien. Beraneka tanaman hijau, yang memang dulunya ada di Jakarta, ternyata Dimas boyong ke Surabaya , dan dia merawat tanaman itu dengan sangat baik.


" Mas pakai tukang kebun ?".


" Ya Ndien, tetapi jika mas senggang, mas yang rawat sendiri, Mang Ujang bersihkan rumput liar."


Andien terpelongo melihat jalan yang mereka tempuh, kiri kanan nya kolam ikan dan ada begitu banyak teratai besar dan kecil.


Dimas tersenyum, dia berhasil memberi kejutan pada Andien.


Yahhh, rumah ini, dia bangun, bertahap, apa yang mereka sukai, apa yang pernah mereka bicarakan , terkadang mereka jalan kemana , selalu bilang ,ini bagus, itu bagus, Dimas mengingat semua ,dan pembangunan rumah ini juga baru rampung 4 bulan yang lalu.


Tidak mudah mewujudkan detail apa saja yang pernah mereka lalui.


Andien terkesima melihat interior rumah, biasanya mereka bermain game , buat desain rumah, namun ini nyata di hadapannya.


Semua tertata rapi dan sama seperti game dekor yang sering mereka mainkan bersama.


" Sama dengan yang pernah kita desain di game," ujar Andien takjub melihat kolam dan Dimas membuka pintu kamar utama, dari pintu kamar utama ,terlihat langsung kolam yang lumayan ukurannya.


Andien melihat, begitu luas rumah tersebut.Dan memandang ke bawah , di bagian belakang rumah ada gajebo dan dapur kotor, begitu apik dan membuat betah. Di tanami tanaman alang alang khas yang sedang trend , sangat bagus, serasa di taman, asri dengan rentetan bunga lavender.

__ADS_1


" Apa suka Ndien."


" Suka, siapa arsiteknya mas?".


" Mas sendiri."


" Hebat banget...., Andien ada dapat rumah dari hadiah pemerintah, nanti kalau uang Andien terkumpul, setelah renov rumah mamak dan bapak, bantu Andien desain ya mas."


Dimas mengangguk.


" Tidurlah di kamar ini Ndien, bisa melihat jatuhnya hujan dan jika cerah, bisa melihat bintang di langit, atapnya kaca skylight.


" Mas mau tidur dimana ? ini kan kamarnya mas ".


" Mas di kamar samping, konekting door nya ada ."


" Jika punya anak kelak, kalau baby, nangis gitu gak repot kan Ndien."


" Mau banget."


" Ohhh..., " ujar Andien meredakan gejolak perasan gak nyamannya.


" Gak nanya, .as mau menikahi wanita yang mana ?".


" Terlalu ranah pribadi kan mas, "ujar Andien melihat ke arah kolam.


Dimas mendekati Andien dan mendakap Andien dari belakang.

__ADS_1


" Biarkan kita begini Ndien, mas merindukan kebersamaan kita apa kamu tidak ?".


Andien tidak dapat berkata kata.


Dimas mempermainkan rambut Andien dengan jarinya.


" Jika kamu memang mencintai Edward, jadi posisi aku di hatimu seperti apa Ndien?".


" Apa artinya aku di dalam hatimu Ndien?", ulang Dimas.


" Kamu berhubungan dengan Edward , tetapi gelang yang aku desain buat kamu, kamu pakai , kamu pikir aku gak tahu Ndien, aku tahu, jangan membohongi kata hati Ndien."


" Aku yang tak memahamimu, atau kamu yang tak memahamiku Ndien?".


Andien tidak mampu berkata kata .


" Sejak menyerahkan hatimu untuknya, apa kamu tidak bahagia ? , jangan menyembunyikan perasaanmu lagi .Tidak perlu memberitahu siapapun, tidak perlu memberitahu aku, aku tahu, karena bisa merasakan apa yang harus ku rasakan.Bukankah kita terlalu banyak membuang waktu?, kita telah banyak melewati kesempatan untuk bersama hanya karena banyak perbedaan.Sebagai pria, aku tak mau menghindar lagi, menjahuimu, menentramkan hatiku, aku tak mampu Ndien, jadi mulai sekarang ,kita harus terbuka, jangan ada menutupi apapun."


" Jangan menyia nyiakan waktu," ujar Dimas.


" Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus kan mas. Aku juga harus memilih , dan tidak mengambang dalam 2 perahu yang berbeda , jadi ..., beri aku waktu , memberitahumu ,apa keputusanku mas. Aku ke sini hanya buat melihat papimu mas."


😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2