Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Pelukan


__ADS_3

Dimas dan Andien memberekan oleh oleh . Sesekali Dimas menjahili Andien.


" Jangan bongkar koper satu lagi mas," ujar Andien.


" Kenapa Ndien ? apa koleksi kalelawar ?, ledek Dimas.


" Ihhhh...., mas....".


Andien memukul bahu Dimas.Dimas menahan pergelangan tangan Andien.


Andien dan Dimas saling menatap .


" Mas pasti merindukan kamu Ndien," ujar Dimas.


" Mas sangat sibuk , akhir bulan selesai pendidikan.Mas wisuda apa kamu bisa datang Ndien?".


" Andien banyak bolos mas, ijin pasti susah di beri pihak sekolah, namun jika memungkinkan Andien usahain datang,walau PP mas( pulang pergi) , " ujar Andien.


" Mas tetap stay di Surabaya?, " tanya Andien.


" Ya Ndien, mas masih ada perjanjian kesepakatan pekerjaan dengan beberapa rumah sakit , dan beberapa kesibukan usaha kecil kecilan."


Dimas menenteng koper Andien satu persatu , begitu mereka keluar dari lift.


" Apa suka suasana kota Surabaya Ndien ? ".


" Suja mas, lebih adem, padat hanya jam jam tertentu.Ramah ramah masyarakatnya."


" Benar Ndien, bertetangga juga lumayan nyaman."


" Next kalau datang, kamu wajib singgah ke kediaman mas ".


" Oke pak bos, " ujar Andien usil menurunkan topi Dimas.


Dimas memasukkan koper ke bagasi mobilnya, sedangkan Andien sudah terlebih dulu duduk di posisi kursi bagian depan.


Dimas dengan sigap duduk di kursi stir dan melajukan mobil perlahan.


" Sekolah percepatan lebih extra kan Ndien? ujian, waktu bermain terbatas kan?".


"Iya mas ".

__ADS_1


" Mereka memburu materi dan penjelasan."


Dimas menepikan mobil ke area sepi.


" Tangan kamu harus di obati , ganti perban kan Ndien?".


Andien mengangguk.


" Apa masih sakit ?".


" Gak mas, gak usah di perban deh."


" Biar gak masuk debu, lebih streril Ndien ".


" Ya mas, trus kapan perban di buka , mirip luka berat deh mas".


" Dua harian lagi akan kering lukanya Ndien, baru boleh buka perban, salab yang mas masukin bagian depan koper, itu di pakai 3 kali sehari ya, biar lukanya gak mering ".


" Siap dok, " ujar Andien mengedipkan matanya.


" Kedipan matanya serius nih Ndien?" tanya Dimas.


" Dua rius malahan mas," ujar Andien tertawa.


" Itu mami mas," ujar Andien.


Dimas dan Andien menghampiri sang bu bidan.


" Mami udah lama sampai? " tanya Dimas.


" Lumayan nak , 20 menitan, kamu bilangnya OTW , pacaran apa OTW sih nak?" ledek sang mami pada putera tunggalnya.


" Sambil la mi, mami gak tahu aja, anak muda gimana, " ujar Dimas tertawa .


Pipi Andien bersemu merah.


" Tuh, pipi gadis mami dah merah merona, tambah cakep puteri bule nya mami kan Dim?".


" Iya mi, cakep ibu angkatnya, cakep anak angkatnya," ujar Dimas.


" Kalau ada maunya, gombalnya banyak kamu Dim ," ujar sang mami tersenyum manis.

__ADS_1


" Kopernya kok jadi beranak cucu Ndien?".


" Maklum mi, nih oleh oleh dari fans nya Andien.Saingan banyak mi, bisa terancam posisi ," ujar Dimas menatap serius ke arah Andien.


Andien hanya bengong dengan ucapan Dimas.


" Makanya, cepat selesai nak".


" Selesai mi, bulan depan, ntar wisuda mami datang yah sama papi, juga bawa Andien."


" Insya Allah nak , " ujar mami Dimas ( Insyaallah atau Insya Allah adalah ucapan seseorang dalam bahasa Arab memiliki arti "Jika Allah mengizinkan" atau "Kehendak Allah". Istilah ini digunakan untuk menyertai pernyataan akan berbuat sesuatu pada masa yang akan datang.)


" Jaga kesehatan ya nak, jangan telat makan " .


" Beres bos, " ujar Dimas.


" Yang penting mami jagain Andiennya Dimas ya mi, " ujar Dimas penuh harap.


" Beres nak, anak mami kan dua, pasti mami jagain.:


" Calon mantu mi, ralat anak," ujar Dimas.


" Kalian berjodoh atau tidak, Andien sudah mami anggap anak sendiri, sudah dekat sama kita sekeluarga, ada Andien, suasana ramai, kerasa juga nak,kamu di Surabaya.Kalau Andien pindah ke Surabaya ,atau kamunya deh yang pindah, mami jadi gak kesepian."


" Ya mi...., liat nantilah mi, gimana ke depannya", ujar Dimas.


" Dah mau boarding pass , masuklah mi, Ndien."


" Ya nak, mami pamit ya."


Bu bidan memeluk sang putera.


" Andien pamit ya mas, " ujar Andien hendak menyalami Dimas.


Dimas langsung memeluk Andien dengan tiba tiba. sedangkan Andien dan bu bidan bengong liat Dimas yang tiba tiba meluk.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2