
" Disini dulu kalian berdua ,selalu makan es cream, berlepotan, mas mu yang lap, " ujar Bu bidan.
" Ini foto kita dari kecil Ndien, kamu dan mas paling suka es cream rasa durian dan cokelat," ujar Dimas.
Andien memandang foto mereka ,Andien begitu lucu, masih kecil banget, terlihat Dimas mengikat rambut Andien, mereka tertawa, sambil memakan es cream, Andien sangat terkejut, ternyata Dimas menyimpan begitu banyak foto mereka sejak kecil.
" Mami masih ingat, Andien sampai batuk, kebanyakan makan es cream, " ujar Dimas .
" Ya, papi dan mami merawatnya, mana demam. aik turun ,mamak dan bapaknya sampai ketakutan, mamak sampai tidur jagain Andien , sama mamimu nak, " ujar papi Dimas.
" Dimas gak mau sekolah, jagain kamu, bolak balik kompres kamu Ndien, mas mu kalau di ingat ingat lucu banget ya Ndien, " ujar bu bidan.
Andien mengangguk.
Tidak bisa dia pungkiri , begitu banyak memory mereka bersama. Kebaikan, kasih sayang begitu banyak. Andien sangat tahu diri, sangat mengerti, dia sudah lama menjadi bagian keluarga ini, namun bagaimana pun, Andien gak bisa memaksa, sebagai seorang ibu, pasti pingin se iman ,mendapatkan menantu, walau tidak di jabarkan, walaupun Andienbtidak pernah membahas hal ini pada kedua orangtua Dimas. Andien menarik pengertiannya sendiri.
__ADS_1
" Jangan lupa ya nak, kalau di Singapura hati hati, jangan sampai cedera kaki dan tangan ya, " ujar bu bidan.
" Paspor dan lainnya jangan tercecer ya Ndien, di cek, karena kalau paspor tercecer atau hilang ,susah urusannya nak, " ujar papi Dimas .
" Berapa hari tandingnya Ndien?".
" 5 hari mas,liat menang atau kalah, kalau kalah, balik duluan ke Indonesia, " ujar Andien.
" Ini jaket buat Andien pakai, " Dimas mebyerahkan jaket kepada Andien.
" Mereka belajar di luar, kemudian mengembangkan bisnis di Indonesia mi, mereka belajar dari kegagalan, pengalaman, sampai hasilnya di import mi, ini karya anak bangsa, karya temannya Dimas mi, Joko, dia anak desa ,tetapi semangat nya buat sukses gedek, kapan kapan Dimas bawa ke Solo, distronya gedek, lain produknya di luar negeri di pasarkan, udah senang ibu nya mi, saudaranya 3 , dia pekerjakan semua, dia gak kaya dan berduit sendiri, saudaranya juga bantu, saudaranya menjadi orang kepercayaan, sampai saudaranya punya rumah, punya mobil, anak anak mereka sejahtera, salut banget mi."
" Mami masih ingat, Joko datang ke rumah pakai sandal jepit, kamu kasi sandal baru kamu. Kalian sering main bersama, Joko juga dekat kan sama Andien, Joko sering kalau pulang kampung bawa sama Andien jambu air dan jambu biji, Andien yang maaih kecil, mengunyah aja, sambil goyang goyang kaki , karena suka."
" Joko sudah sukses ya mas, ihhh bahagianya Andien dengar nya, midah mudahan nular ke Andien ya mas, " ujar Andien.
__ADS_1
" AMien Ndien, " ujar Dimas ,mami Dimas dan sang papi.
" Sebenarnya nak, harapan orangtua, anaknya baik, sehat, gak buat jahat, gak banyak hal sihhh, asal anak ngertiin orangtua, tahu diri, sudah luar biasa."
" Hati orangtua hancur kalau anaknya jadi penipu, pemabuk,penjudi, drugs, pergi ke tempat gak baik, dugem dugem, aduh jauhkanlah dari kalian ber 2 anak ku, mami gak sanggup punya anak gitu gituan.Lain kagi LGBT jaman sekarang marak, anak teman mami, buat di tik tok, coba ..., gimana bapak dan mamanya hadapi, anaknya cowok, suap suapan sama cowok juga, mesra banget nak, beli rumah sama, terkadang semua karena gaya hidup, pergaulan, Ingat Tuhan memberi kalian kehidupan, membagi 2 jenis manusia, laki laki dan perempuan, jadi rajinlah ibadah, dimanapun kalian berada, jahui larangan Tuhan, hidup itu harus berguna bagi diri sendiri larangan Tuhan ya nak."
Andien dan Dimas mengangguk.
🥰😍🥰😍😍😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment