
Andien menukar pakaiannya. Aneien melihat lawan mainnya tadi tersenyum pada Andien.Yah di lapangan mereka lawan, setelah selesai pertandingan, maka mereka akan seperti biasa ,rekan dan sesama pemain.
" Fotoan yukkk," ujar sang pemain .
Andien mengangguk.
" Kamu cakep banget, permainan kamu juga gesit, fokus dan kalau kamu banyak jam tanyang, pasti lebih."
" Saya masih banyak harus belajar mbak, maklum pemain pemula, baru masuk club, selama ini saya hanya main sendiri,tanpa pelatih."
" Waw baru aja kamu masuk club ,kamu dah ngalahin saya loh Ndien, kamu sangat berbakat".
" Mbak bisa aja, Andien masih banyak berlatih mbak."
" Semangat ya Ndien."
Andien mengangguk.
Andien pun keluar dari ruang ganti, beberapa ucapan selamat dari pemain pun Andien terima.
" Permainan kamu,luar biasa ," ujar seorang atelit badminton cowok .
Andien hanya tersenyum.
" Ih.. ...si koko jarang muji lo,gak pernah", ujar rekannya.
" Tapi memang sih, nonton kamu tanding, gak bosan, gak ngantuk, seperti kena setrum, beneran " ,ujar seorang atelit wanita.
" Kenalan Ndien, nama saya Hanum."
" Iya mbak, saya kenal mbak, mbak sering masuk televisi," ujar Andien.
" Waduh, terkenal juga yah ,wajah saya ," ujar Hanum ngakak.
Semua tertawa.
__ADS_1
" Nanti kamu juga bakalan terkenal, main bagus, fokus, setrum mu menggila, sayang saya pemain ganda,kalau pemain solo, saya bakalan kerepotan ngelawan kamu, mana udah mau pensiun main, nafas udah satu satu," ujar Hanum tertawa.
" Kamu merenda banget Han, sasar," ujar teman temannya.
" Yang merendah itu Andien, menang , biasa aja, penampilan cool abis," ujar Dharma.
" Luka tanganmu tadi parah ngak Ndien? unyung tangan kiri," ujar Dharma.
" Memar aja mbak, gak gimana gimana sihhh", ujar Andien.
" Waktu kamu jatuh, semua expresinya pada menegang,bengong, " ujar Hanum.
" Eh cowok cakep dekatin kamu tadi pacarmu Ndien?": tanya Hanum.
" Mas mbak, tetangga."
" Oh jodohku hanya beberapa meter mak e...," ujar Hanum gangguin Andien.
" Ih ... mbak, Andien masih kelas 1 SMA loh, gak liat data waktu di layar pertandingan?".
" Waduh,tinggi banget kamu Ndien, " ujar Hanum.
" Kamu ada keturunan bule Ndien?".
" Dikiy mbak, dari papa, Belanda gitu".
" Tapi wajahmu bule banget Ndien, aku tadi mikir kamu blasteran, " ujar Larasati.
" Aku mikir tadi, ku pikir kok pemain Denmark kesasar di turnamen ini", ujar Joko.
" Ih ada aja deh, " ujar Andien tertawa.
" Mbak, mas ...saya ke depan dulu ya,nemui ibu angkat".
" Ya Ndien, siap set ini, pemberian penghargaan Ndien, jangan kabur yah, paling enak menang angkat piala, buket bunga dan hadiah, lumaya. loh Ndien," ujar Hanum.
__ADS_1
" Ya mbak, akhirnya doa Andien di jawab Tuhan, mau beli motor buat bapak, Andien bahagia banget mbak."
" Mulia banget kamu Ndien, mbak percaya kamu bersinar,kamu berbakat dan kamu memang beda."
Andien pun pamit, tersenuum melihat bu bidan dan Dimas.
" Waduh dah wangi nak," ujar bu bidan.
" Iya bu,tadi bentar istirahat, baru mandi, pelatih bakalan marah jika habis olah raga ,gak rehat,udah mandi,gak boleh bu."
" Benar Ndien, jika langsung mandi maka pembuluh darah akan melebar dan membuat Anda rentan terhadap berbagai penyakit yang bisa menyerang tiba-tiba seperti serangan jantung. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus Anda lakukan persis setelah berolahraga adalah melakukan pendinginan, " ujar Dimas
" Ya mas, nunggu Andien lama ya mas?".
" Gak Ndien," ujar Dimas dan bu bidan berbarengan.
" Hebat anak ibu, ke Singapura tanding."
" Orang tua dapat tiket satu bu," ujar Andien.
" Bawak mamak Ndien, ibu juga ikut ,ibu beli tiket aja nak, bahagiakan emakmu, nanti ibu bawa mamak jalan jalan, kamu fokus aja tanding ya nak."
Mata Andien berkaca kaca.
" Iya bu, emak sesekali holiday kan bu, dah lelah kali emak membesarkan kami".
" Sabar Ndien, kebahagiaan kecil gini aja ,bisa buat orangtua terharu nak, tugas orang tua yah menjaga,membesarkan anak, berjuang buat anak, tugas orangtua kuat buat anak."
Andien mengusap tangan bu bidan.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment