Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Rere Dan Dimas


__ADS_3

Sesampai di bandara Kualanamo Medan, Andien, Dimas ,sang kakak Ardi dan pasangannya pun di sambut sang tulang dan sang tante.


" Dah mendarat aja si tangan besi," ujar sang tulang.


" Baru aja Tulang."


" Main di Medan dulu Ndien, naru ke kampung, ada rumah kita di Medan Ndien, kuliner duku kita sampai ke Binje, baru masuk kampung kita, " ujar sang Tante.


" Di, prewed udah okey ya nak, ke sawah lukis la kalian prewed, lagi bagus bagusnya padi di sana Di, pasti cantik hasilnya."


" Iya Tan, ada juga Ardi browsing."


" Nginap di Damar toba kita nanti ya Tan, kita bawa adek adek semua, sama nginap di hotel Ayola juga kita pudan, isteri tulang punya adik ipar itu, baru bangun hotelnya, bersih,bagus fasilitasnya, udah dapat diskon kita, harga bersahabat, harga family Ndien."


" Jadi orang kaya kita Tulang, keluar masuk hotel , hahahaha, " ujar Andien ngakak.


" Tahan tahan lah kamu Dimas, orang Medan kuat pakai cabe masakannya, " ujar sang Tante.


" Di training dulu makan cabe, kan mau pesta pesta kita, biar jangan apa kali lah , iya kan....,ujar Tante ngakak.


" Biar jangan apa kali Tan, hehehehe, gak jelas kali ucapan tante ku ini, " ujar Ardi.


" Begitulah kala inang inang ngomong, jangan terkejut kalian Dimas,Rere, kalian kan orang Jawa, lebih lembut, satu orang Solo, satu orang Jokja, kalau di pasar, ata di rumah, suara kayak kapal pecah, jangan terkejut ya nak, gitu suara kami, orang gunung, hati baik baik, di jamin."

__ADS_1


Dimas dan Rere tersenyum dan mengangguk.


" Andien mau makan me aceh Tulang, yang di titi bobrok, adek biasanya bawa Andien sama abang kesana."


" Beres Ndien, kesana kita meluncur boru, apa yang gak bisa, hanya agak jauh bandara sekarang.Gak kayak di Polonia."


" Iya Tulang, tetapi lebih tertata di sini."


Andien , Ardi, Dimas, Rere, sang tulang dan tante pun menuju parkiran. Di perjalanan, banyak orang meminta berfoto dengan Andien, Andien dengan ramah menyapa mereka dan berfoto bersama mereka.


Karena dengan support, doa para penggemarnya lah Andien bisa sampai seperti saat ini.Andien selalu ingat kata kata mamak dan bapaknya ,rendah hati, ingat kita berhasil gak bisa sendiri.Kita berhasil karena doa , usaha , dari diri sendiri dan banyak orang, tanpa itu semua ,kita bukan apa apa.


" Hebat kali sdah boru pudan ini, dah kayak artis kita tunggu kan Dim, lihatlah, ramahnya itu dia, apa gak di elu elukan setiap tanding."


" Baik bak kalian ya Dim, Andien dari kecil dah hidup susah, kamu lihatlah perjuangannya membahagiakan kedua orangtuanya, tulus kali niatnya . Bahagia kanlah dia".


" Perbedaan kalian, sudah di terima keluarga ,jadi jalani baik baik, bukan mudah kan kalian bersama Dim."


" Iya Tulang."


" Usia jauh terpaut, jadi salinglah ya Dim. Andien juga dewasa , dari usianya."


" Iya Tulang."

__ADS_1


" Baru kali in ke Medan Dim ?".


" Enggak tulang, permah juga seminar kesehatan dari kerjaan disini, tapi gak jalan jalan Tulang, padat jadwalnya, hanya sampai ke Brastagi aja kami tulang, selesai ,langsung pulang ."


" Hmmm, puas puasin lah kuliner disini, makanan lumayan enak ".


" Iya Tulang."


Mereka pun akhirnya memasuki mobil.


" Harus nyamar la kamu Ndien, lihat penggemarmu Ndien, dimana mana. Singgah aja minum di cafe, minta foto pegawainya sama pemiliknya, nanti di cetaklah fotomu dek, terlihatlah kamu dah pernah singgah di cafe mereka."


" Gak apa apalah bang, bisa nambah pelanggan, toh enak nya makanan cafe nya bang. Asal jangan yang enggak enggak mereka buat foto adek, barulah mereka di pidanakan bang."


" Iyalah benar tuh Ndien."


🥰😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2