Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Indah Atau....


__ADS_3

Hari hari yang mereka lalui begitu indah. Andien sangat dimanja Dimas. Mempunyai suami yang usianya lebih dari usia ,memang sangat mengayomi dan memanjakan.


Andien kembali ke pelatihan, dan setiap sore, selalu Dimas jemput, bahkan terkadang kalau kemalaman , Dimas selalu menunggunya.


Dan sore ini, Dimas tidak bisa menjemput Andien, karena kesibukan Dimas di rumah sakit.


Andien tidak mau merepotkan sang abang, namun memang sang suami tidak pernah membiarkan Andien sendirian pulang.Disana Andien melihat sang abang menjemputnya bersama mbak Rere dan William anak mereka.


" Yang nyuruh jemput Andien, mas Dimas ya bang ? ," tanya Andien.


" Iya dek, suamimu tercinta takut, isterinya di culik orang."


Andien tertawa.


" Belagu banget dehhhh".


" Seriusan loh Ndien. Bahkan nitipin, kamu, memastikan kamu wajib makan."


" Trus kita kemana bang, makan nya ?".


" Nge bakso di dekat sekolah yukkk," ujar Rere.


" Tahu aja mbak Rere, abang sering bawa kesana ya ?".


" Sewaktu hamil, mbak doyan banget makan disana Bi, tuh wajah William kayak pedagang bakso, " ujar Rere ngakak.


" Mami..., abang tampan kata nenek, kakek, oma,opa, tante..., kenapa mami bilang kayak tukang bakso sihhhh?".

__ADS_1


" Kamu gak lihat, oom tukang bakso pemiliknya tampan loh nak, lagi kuliah kedokteran , pintar kan nak."


William mengangguk.


William dan Andien menautkan tangannya membelai sang ponakan.


" Tante Andien, baju nya makasih yah....,waktu pertunjukan di sekolah, abang memakai pakaian jepang, keren kayak naruto. Tante belinya apa di Jepang ?".


" Benar Will, waktu tante bertanding ."


" Menang apa kalah ?".


" Menang Will, Puji Tuhan."


" Tante sangat pandai bermain badminton, ajari abang ya Tan...".


William mengangguk.


Andien dan lainnya sampai ke warung bakso, warung ini dulunya tidak seluas ini, namun karena semakin banyak pembeli, dan buka sampai malam, bukan buat anak sekolahan saja, sang pemilik memperluas warungnya. Andien juga ada membantu sang pemilik saat itu.Sang pemilik sangat menyayangi Andien, seperti anak sendiri.


Bahkan sebelum ke warung bakso, Andien s3ngaja singgah di fresh market ,membeli buah dan beberapa jajanan buat anak mamang tukang bakso.


" Sudah sampai boss...," ujar William pada Andien.


Andien tertawa.


Andien dan William berjalan di depan, l3bih dahulu dari Aldi dan Rere.

__ADS_1


Sang mamang terkejut dengan kehadiran Andien.Sang mamang kebetulan di area luar warungnya. Sang mamag tukang bakso menarik Andien dan menunjukkan di sebuah sudut disana Dimas dan seorang wanita sedang menikmati bakso sambil bercanda dan tertawa.


" Neng..., susah beberapa kali , dokter Dimas kesini dengan wanita ini. Mamang gak tahu. wanita ini siapa. Gak pakai mobil pak dokter juga, biasa ,neng kan yang di bawa dokter Dimas kemari, makan baksonya mamang."


Andien terdiam dan hanya sanggup melihat pemandangan di depannya.


" Mamang bukan manas manasi neng. Mamang juga laki laki, gak layak makan berdua dengan teman kantor di luar jam kerja, terus gak layak keluar berulang ulang , juga gak layak tanpa sepengetahuan neng. Bapak tadi nanya , neng mana , di jawab lagi pelatihan."


Andien gak tahu menjawab apa. Pikirannya sudah ⁸ ,pasti.Wanita itu cantik, tinggi, badan nya sintal dan berisi, sexy dengan penampilan elegan.


" Andien di bagian belakang aja ya pak. Ini ada sedikit buah dan jajan buat adek adek pak."


" Neng..., mamang sedih. Dari tadi mamang panas dan nyari udara di luar. Sakit seandainya memang pak dokter menduakan neng. Bapak anggap kamu sudah sebagai anak mamang. Mamang sampai doakan neng di solat tadi."


" Gak apa apa mang. Andien kangen bakso nya mang. Gak usah bilang , Andien disini, dan gak usah beritahu bang Ardi ya Mang, Andien gak mau ribut."


Sang Mamang pun mengangguk membawa Andien di bagian belakang warung, disana juga ada beberapa gajebo buat langganan yang suka menikmati pemandangan luar.


Andien duduk disana , memandang di kejahuan.


🙄🙄🙄🙄🙄🙄


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2