Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Jalan Bersama Mereka


__ADS_3

Ketika pagi tiba. Andien sudah bersiap ,dengan sepatu sportnya,celana panjang jeans dan kemeja lengan pendek ,membuat penampilan Andien sporty.


Dimas bolak balik memperhatikan Andien menyisir rambutnya .


" Kalau wanita ,bolak balik dandan ya nak, " ujar sang ibu.


" Kalau laki laki lebih simpel bu, sisiran udah,cukup sekali aja, kalau rambut masih pendek, nyisir pakai tangan juga gak apa apa bu," ujar Dimas.


" Kamu tugas hari ini nak?".


" Iya bu, seperti biasa, banyak operasi bu, banyak juga pasien."


" Ya lah nak , semangat menyelesaikan spesialismu."


" Ya bu, kalau operasi sudah perlahan di lepas prof bu, tapi masih di awasi."


" Begitu memang prosedurnya nak".


" Benar bu".


" Ibu dan Andien besok balik pesawat pagi nak, pukul 8".


" Dimas yang antar ya bu".


" Ya nak."


" Ibu nanti di jemput teman ibu kan?".


" Iya nak".


" Hati hati ya bu".


" Rebes bos, ibu mau nyari baju batik dan beberapa oleh oleh buat mamak dan bapak, buat Ardi dan Ester."


" Ibu gak usah beli lagi, tuh Dimas udah beli semalam buat mereka bu".


" Ih ...,peka kali anak ibu nihh, mantap lah nak".

__ADS_1


Dimas menggaruk kepalanya.


" Sudah selesai bu, " ujar Andien.


" Kamu putih banget Ndien, cantik , semakin besar, semakin cantik."


" Gak ada uang receh bu, " 'ujar Andien menahan tawanya.


" Uang dollar juga gak apa apa nak e, " ujar Bu Bidan .


Andien memeluk sang ibu.


" Jaga diri ya nak, kalau ada laki laki mendekat, kaalu tampan ajakin ber foto, kalau wajah pas pasan , prestasi nya biasanya gak pas pasan nak"


" Nikmati harimu ya nak, gak usah mikirin mas mu yang jomblo ini, gak penting ," ledek sang bu bidan.


Dimas dan Andien tertawa ngakak.


" Jaket udah. awa Ndien? manatahu hujan,dingin,bisa dipakai," ujar Dimas.


" Udah mas , udah Andien buat di tas.Payung juga udah."


" Ya mas".


" Oleh oleh udah mas beli, kslau mau belinoleh oleh, jangan yang berat dibeli, nanti susah angkatnya".


" Andien gerak dulu ya bu, mas, Andien pamit yah".


" Ya nak, hati hati".


" Mas antarin di loby ya, sekalian mas berangkat ke rumah sakit ".


" Ya mas ".


Andien dan Dimas jalan bersisian.


Andien bisa melihat, sesampai di lobby , pegawai hotel banyak yang melihat ke arah Dimas.Yah Dimas memangbtampan, tinggi, dan tipikal dirinya berkarisma.

__ADS_1


Adien menemui sang pelatih tidak lama kemudian , Dimas pun pamit,setelah memberi Andien uang saku.Dimas ngotot pergi begitu saja. Dari jauh Dimas mengatakan pakai buat jajan.


Andien melihat uanag merah lumayan tebal.Andien jadi bengong sendiri.


Andien juga terkejut melihat dompet Andien udah terisi uang pecahan biru dan merah. Andien menggaruk kepalanya.Pasti kerjaan bu bidan. Andien merasa sangat sungkan.


Tidak lama kemudian sebuah bus pariwisata menjemput Andien dan beberapa atelit.Andien oun duduk di samping atelit wanita.


Suasana begitu ramai, Andien dan lainnya pun menikmati sarapan dalam bentuk nasi kotak.


" Sama orang medan gak nendang ya Ndien. orang medan suka masakan pedas kan Ndien," ujar bambang di sisi kursi sederetan Andien duduk.


" Iya mas, benar.Orang medan, lebih suka masakan pedas,kalau manis gak begitu suka."


" Mas pernah tinggal di medan."


" Oh yahhh?".


" Ya Ndien, bahkan bersekolah di sekolah Sutomo, kan terkenal tuh sekolahnya".


" Kalau Andien, di Jakarta mas udah lama.Namun mamak sering masak maskaan medan, daun ubi tumbuk, ikan mujair atau ikan mas di sambal,di arsik "


" Hmmm, mas juga suka arsik, beneran Ndien. kan masaknya gak pakai minyak, mas makanya suka makan arsik, seger, ada asam nya,pedasnya, kompleks".


" Tanda tanda nya tuh Ndien, Bam bang lagi nyari calon isteri loh.Dia jarang suka sama cewek, cewek dekati dia aja, dia menjauh.Tumben sama kamu dia mau cerita," ujar Joko.


Andien hanya tersenyum,sedangkan atelit yang lain mulai gangguin Bambang.


🥰😘🥲😘🥰😘🥰😘


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


" Masak


__ADS_2