
Andien kembali menjalani kehidupan normal, setelah balik dari Surabaya, Andien sibuk belajar, dan mengikuti berbagai ujian.
Andien juga sibuk berlatih buat turnamen di Singapura.
Ardi selalu bolak balik menjemput Andien.
Ketika pulang sekolah, Ardi melihat Andien, dan melambaikan tangan nya.
" Udah lama nunggu bang? " , tanya Andien.
" Gak dek, tadi kerjaan abang cepat selesai."
" Yuk naik, kita ngebakso yukkkk".
" Beneran nih tawarannya bang?," tanya Andien bersemangat.
" Beneran loh dek, masa bohongan sihhhh ".
" Ya elah, adikku tercakep satu nihhh, yuk ,buruan ".
Andien mengangguk dan menaiki sepeda motor sang abang.
" Bagaimana sekolah mu dek? udah kelar ujiannya?".
" Udah bang, baru selesai tadi, jadi mau tanding gak ada ganjalan pelajaran lagi bang.Nilai pun sore udah keluar semua bang, liat dari aplikasi sekolah."
" Serba cepat ya dek, ada bagusnya.Biasanya dulu kita ,kalau penilaian manunggu 1 atau 2 mingguan, rasanya hatap hatap cemas, bisa apa gak ya dek."
__ADS_1
" Jaman udah canggih bang, nih udah serba cepat ."
" Benar dek, daftar aja ada sistim online, bahkan materi pelajaran sistim online ".
" Dek, tempat kakak kerja ,ada yang kenal sama Dimas, kakak liat di meja kerjanya ada foto Dimas dan dia.Kakak iseng nanya, kenal dimana."
" Katanya kenal Dimas dari tempat tugas sepupunya, katanya Dimas idola di rumah sakit, dan dia ngaku dekat sama Dimas.Foto nya memang dekat sih."
Andien hanya diam.
" Kok diam aja sih dek, reaksinya datar banget."
" Yah Andien mau ngatakan apa mas, kan mas Dimas bukan pacar Andien, yah dia kan bebas mas.Bebas nentuin jodohnya."
" Iya sih dek, apalagi yang se iman , yah klop yah."
" Tapi kamu ada perasaan sama Dimas kan dek ?".
" Rasa suka, kagum pasti adalah bang, gak munafik juga.Tetapi Andien juga realistis kan bang, kita itu siapa bang, mas Dimas anak satu satunya loh".
" Tetapi bu bidan dan bapaknya Dimas kan sayang sama kamu dek, anggap kamu seperti anak sendiri."
" Kebaikan mereka ,gak mau Andien salah artikan bang, sakitnya di Andien. berharap sama orang lain bang, Andien gak mau ke PD an, gak mau gedek rasa juga."
" Benar dek, cewek susah kalau main perasaan."
" Lagian , abang sama kak Ester aja duluan menikah, berurutan bang."
__ADS_1
"Ester aja duluan dek, abang masih banyak tanggung jawab.Mau nyari modal dulu, ini aja baru masuk kuliah, antar kamu, abang kembali kuliah dek, kuliah bisnis. Demi masa depan."
" Iya bang, semangat ya bang".
" Ya dek. Kalau Dimas nya pacaran sama orang lain, gimana kamu dek ?".
" Mau gimana lagi bang, adek pun lagi sekolah. Pantas sih bang, mas Dimas pacaran, karir bagus, ekonomi bagus,bisnis ada, layaknya yah setara la bang . "
" Kamu iklas dek?".
" Iklas lah bang, kami tuh gak ada hubungan apa apa bang, mungkin sebatas adik dan kakak, mas Dimas mana pernah jadian sama Andien bang. "
" Jika Dimas jadian sama teman kantor abang, kamu ala nangis dek?".
" Gak lah bang, yah mungkin first love kandas, tetapi dunia belum berakhir kan bang, masih jauh perjalanan Andien. Andien punya cita cita ,kita beli rumah bang, bangun rumah, hidup kita gak segampang hidup orang lain kan bang, sehari buat sehari."
" Benar dek."
Andien dan Ardi pun sampai di tempat bakso.Mereka makan bakso dengan lahap.Ardi melihat, ada guratan kesedihan di mata sang adik, tetapi sebagai seorang abang, Ardi gak mau menutupi apapun pada sang adik, biar sang adik tahu posisi nya dan menata hatinya seperti apa.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment