Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Tante Dan Tulang


__ADS_3

Kerja lembur bagai kuda, buat cuan banyak. Begitulah semboyan Andien.


Andien semangat berlatih, buat kejuaraan yang akan dia ikuti. Mau main tunggal lawan tunggal putera pun di lakukannya dalam pelatihan.Dan setiap hari sabtu tiba. Dia akan minta rest dari kegiatannya.


Andien lebih sering melakukan panjat tebing, mendaki gunung. Tetapi di saat kakak nya akan melangsungkan pernikahan, dia pun sibuk buat membantu kedua orangtuanya di rumah.


Suasana ramai sudah terasa sejak di hari rabu, tante dan tulangnya sudah datang dari medan, emak pun sudah gak berjualan lagi, karena sibuk mempersiapkan acara sang anak ke dua.


" Ternyata atelit. bisa juga merajang sayur. ledek sang tulang."


" Mumpung tante ada, Andien suruh masak arsik. arsik tante enak banget, taboooo" .( enak dalam bahasa batak ).


" Andien, pas hari jadi kota Medan, ke Medan lah nak, ke Samosir , banyak saudara kita ,saudara dekat sama saudara jauh , fans kamu boru."


" Baiklah Tan, selesai nanti sekolahan Andien, kesana Andien sama abang, rencana kami kan Tan, bulan desember kami udah rencana pulang kampung. "


" Bagus kali lah tuh boru, dah lagak kali mamaktua mu di Samosir, katanya, karena makan andaliman sama arsik pukulan mu kuat, bah gak telawan bule bule kamu nak."


" Ihhh tante ada ada aja deh".

__ADS_1


" Bah, kebanggaan kali kamu boru, tulang mu saja ,kalau di pakter tuak, bah manggombur pun dia. Semua orang nanya kau boru, kayak mana bisa jadi atelit, sibuklah anak anak di Samosir sana ber reket semua anak anak itu. Bangga kalinya kami nak. kau harumkan nama bangsa, kayak Sudi Susanti pulak kau main nak. "


" Masih banyak kurangnya Andien Tan. Masih butuh bimbingan senior."


" Fotomu saja sama Susi Susanti , buat kami di Samosir bersorak nak, halak hita on, halak hita, nina tu halak godang.( Orang kita ini, kata mereka ke orang banyak).


" Kalau menang kamu boru, bah marende ma di huta."( Kalau menang kamu anak perempuanku, bernyanyilah orang di kampung).


Andien senang mendengar curhat sang tante.


" Siapa pacar kamu Ndien? si dokter Cinta? ah...., kata abang lagi jomblo kau nang, lagi patah hati, sini tante kenalkan sama anak teman tante. Bukan kaleng kaleng nak".


" Iyah Ndien, dah sukses kamu nak, hemat kalinya kamu, liat ini rumah mamak mu tinggal, udah cantik kamu bangun hasil keringatmu, makanya tante bilang sama adek adekmu, belajar rajin, pintar kayak kamu."


" Anak mamak mu 3, semua baik. Lihat Ester kakak mu pun, baik jodohnya. Senanglah mamakmu, kecil kecil susah dia besarkan kalian sama bapak, sekarang, sudah gak se susah dulu."


" Pulang capek ku kak, pulang , karena baik baik kali anak anak ini kak."


" Doa semua orangtua gitu dek, anak baik, sukses ,senang kita liatnya. Lihatlah suamimu itu dek, gigih kali kerja apa saja mau dia buat anak anak, sudah layaklah Tuhan jamah foa foa nya, tetap dia berbuat baik, kau pun baik sama siapa saja.Jualan kau dek, ada kau liat orang gak makan, kau bungkuskan nasi, kau kasi makan, belum tentu orang berpunya mau berbagi dek."

__ADS_1


" Doa doa mereka lah itu dek. Makanya baik baik dan berhasil anakmu, lihatlah ,tebeli boru pudan( anak paling kecil) rumah ini, bah sudah hebat kali itu da kawan, lain lagi anakmu si Ardi, kuliah dia kan sekarang, karena baik kerja di kuliahkan kantornya, udah di berkati kali lah keluarga ini, dari kekurangan, sampai gak sampe hatilah kakak liat kalian merantau, apa saja di kampung ,di kirim".


" Berbalas budinya anak anak ini dek, di belikkan sama tantenya tas, baju, sama adek adeknya di kampung juga, pande kali orang ini mengingat kami, tulangnya sampai nangis ke rumah, dapat kiriman uang, baju, lain oleh oleh, gak di harapkan , tetapi tahu kali anak anak ini balas budi, Ardi pun tetap dia ingat belikkan entah apa saja buat anak anakku lah dek , sampai nangis aku nerimanya."


" Gak ada aku suruh kak, memang berbudi anak anak ini. Tetangga saja , sayang sama kami kak. Makanan kami, di promosikan di kantor kantor, sampailah besar rumah makan ku kak, sampai ada 10 pekerja yang membantu."


" Jangan sombong kalian ya boru, ingat, gak ada orang sombong sukses."


" Iya tante, Andien sama abang ingat nasehat mamak sama bapak pun gitunya bilang sama kami."


" Iya boru, benar kali itu."


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2