Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Anggrek


__ADS_3

" Tidak akan habis waktuku untuk menunggumu Ndien. Nikmati hidupmu , berbahagia , sama dengan yang lainnya, dan pulanglah saat telah yakin, hanya hatiku yang kamu Rindu. Semua karena rasa , saya tidak suka kehilangan siapapun Ndien dalam hidup saya, gimana rasanya dulu ,kita selalu Video call, saling Wa , lalu kita seperti orang asing terpisah. Aku tidak akan menahan rasaku lagi. Mulai sekarang aku akan menyukaimu lebih banyak lagi."


"Bukan membandingkan mas.Kalian sama sama baik, tak kan menemukan sebaik mas ataupun dia . Sejauh mana ku mencari, tak ku temukan yang seperti apa yang ada di dirimu. Namun beri aku waktu".


" Cinta tak mungkin berhenti, tak semudah menaruh hati, butuh waktu cukup lama ,itupun kalau bisa melupakan.Dan maaf Andien yang menyebabkan ini semua mas".


Dimas memapah Andien ke kamar mandi.


" Kalau nyiramnya jangan berantakan ya Ndien, biar pakaian kamu gak basah, mss letakin semua dekat kamu, gak mungkin kan kamu gak mandi, dan mana mau kamu mas pakaikan pakaian," ledek Dimas.


" Ih...mas ...".


" Kalau banyak pakai sabun, lantai di siram dengan bersih, baru berdiri, semua ada di samping , " ujar Dimas.


" Ya mas, " ujar Andien .


Andien perlahan membersihkan diri, mengikuti apa yang Dimas katakan, agar dia tidak terjatuh, kalau jatuh dalam keadaan tanpa pakaian gini , kan kacau.


Andien juga akan bertanding, urusannya bakalan ribet.


Andien sudah selesai membersihkan badannya. Mulai me lap dan memakai pakaiannya.


Perlahan berdiri dan perlahan melangkah.


Andien membuka pintu kamar mandi, dan Dimas langsung sigap menggendong Andien.


" Kamu wangi banget Ndien."


" Hmmmmm".


" Mau sarapan apa Ndien?".


" Apa aja mas, kan Andien tong sampah, apa aja masuk."


Dimas tersenyum.

__ADS_1


Dinas mendarat kan Andien di meja makan, Dan dia pun membuat salad buah, mengeluarkan puding dari lemari pendingin, membuatkan susu dan omelet.


" Dimakan ya Ndien."


Andien mengangguk.


" Mas gak kerja ?".


" Kerja Ndien, selesai makan ,mas ke rumah sakit, sambil bawain mami sarapan, kamu mau di rumah atau di rumah sakit ?".


" Di rumah sakit aja mas."


" Baiklah Ndien."


Andien dan Dimas makan dengan saling berebutan, mereka ke ingat saat mereka masih kecil, mereka merindukan moment itu.


" Sekolah kamu gimana Ndien ?".


" Usah Andien kirim kertas diagnosa soal kaki mas, jadi gak masalah, pelajaran di kirim secara online."


" Beberapa bulan lagi, Andien akan selesai sekolah mas."


" Apa mau kuliah Ndien ?".


" Masih fokus dengan pertandingan mas, mau ambil sekolah desain aja mas, soalnya Andien kan punya store pakaian olah raga."


" Apa store nya jalan Ndien?".


" Lumayan mas, store udah ke beli 4, terus penjualan bagus, karena kwalitas baik, kan Andien detail cek spesifikasi barang."


Dimas merapikan rambut Andien yang tergerai di salah satu sisi wajahnya.


Andien dan Dimas saling bertatapan.


" Kita berangkat yuk mas, nanti mas telat ".

__ADS_1


Dimas pun mengangguk.


Dimas memakai pakaian kerjanya.


" Rambutnya cepak habis Ndien".


" Panas mas, kalau lagi tanding."


" Kalau gini, kamu rasanya tomboy banget ya Ndien."


" Hehehehe, yah mas, ibu bolak balik bilang, panajngin aja rambutnya Ndien. Anak cewek kok cepak gitu, ibu kan anti kalau Andien pangkas, sejak kecil ibu komplain kan mas".


Dimas mengangguk.


Dimas kembali menggendong Andien , menuju parkirannya.


" Lihat Ndien, ini bunga anggrek dari Papua dan Kalimantan, waktu mas tugas disana. Bagus kan bunganya Ndien, hitam gitu warna nya."


" Anggreknya Andien, mamak yang urus mas, sesekali aja Andien gak latihan atau tanding, baru ngurus."


" Banyakan pemberian mas, juga ibu."


" Kita ber 3, selalu suka anggrek dan jenis tanaman hijau yah Ndien."


Andien pun mengangguk.


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2