
Akhirnya sampai ke ruang parkir, Andien melihat suasana sudah sangat ramai.
" Tenang ya Ndien. jangan gugup, " ujar Dimas menatap hangat pada Andien.
Andien mengangguk.
Andien, Dkmas ,mami Dimas dan pelatih serta atelit lainnya pun berjalan dan memasuki gedung. Sorak sorai para penonton pun menggema.
" Main di kandang lawan ,sangat berbeda sensasi nyankan Ndien? gak ada yang di kenal, adrenalin lebih tertantang," ujar Dimas.
" Lumayan mas, Andien pernah juga main di Solo, lumayan gugup, " ujar Andien.
" Gugup tapi kamu cepat baca permainan lawan Ndien jadi sigap dan menang. Ibu sama bapak kan ikuti kamu, balak senang banget ."
" Pulangnya di traktir nasi padang ,kata temannya enak di jalan Bangka, kita makan sotong bakar sama goreng enak kan Ndien."
" Benar bu, mas Dimas gak ikut,karena udah terbang duluan ke Surabaya."
" Kalau saat giliran makan enak,memang mas seribg dilupakan yah Ndien? , " ujar Dimas .
" Biar pak dokter nya slim, jangan gendutan, " ujar Andien menahan tawa.
" Nih perutnya pak dokter, gak six pack lagi," ujar mami Dimas .
" Malahan kekurusan kan bu," ujar Andien.
__ADS_1
" Ya Ndien. mas mu kecapekan, maklum aja Ndien, demi masa depan, ngalahin papi," ujar Dimas tertawa.
" Yah deh mas, jaga kesehatan yahhh".
Dimas mengangguk.
Dimas dan sang mami mencari tempat duduk.Sedangkan Andien susah bergabung dengan atlit lain.
Bambang mendekati Andien, sesejali bercanda.Sampai dia tanding di lapangan ujung, Andien melihat Bambang bermain, ternyata Bambang sangat kompeten ,sorak sorai dan wajahnya yang ramah membuat para penonton wanita kepincut
Andien menyimpulkan gaya Bambang playboy cap kampak,hehehehe.
" Siap siap ya Ndien, bentar lagi kamu akan tanding, jangan gugup," ujar sang pelatih.
" Ya pak".
Lawan menservice bola, Andien membaca pergerakannya. Andien kehilangan 3 skor,Andien kemnali konsentrasi,membaca pergerakan lawan.Dengan jeli Andien pun mulai menguasai lapangan, permainan net,bola bola panjang, Andien siasati menguras tenaga lawan dan babak pertama di menangkan oleh Andien.
Saat Andien berganti tempat, Dimas dan mama nya juga nerganti tempat.
" Permainan net Ndien, gak menguras tenaga,lawan terlihat sering salah langka daro pukulan panjang ke permainan net," ujar sang pelatih.
Andien mengangguk, meminum air mineralnya.
Pluitan sang juri menggema, Andien mengelap keringatnya.
__ADS_1
Andien melakukan service .Sorakan penonton terkagum melihat gaya permainan Andien ,santai namun pukulan tepat sasaran, nahkan smash dari Andien sangan gesit, pemain lawan menjadi salah langkah.
Lawan Andien sangat terkenal, namun Andien bisa mengembangkan sayapnya.Banyak pelatih terkagum dengan potensi Andien, Usia Andien masih kuda,bisa dengan mudah menghadapi pemain nasional,bahkan sang pemain sudah bolak balik bertanding ke luar negeri.
Perbedaan skor membuat pertandingan pun selesai.Andien melihat sang pemain sampai menangis karena lekalahannya.Andien mengucap syukur dan melakukan tanda salib , seperti kebiasaannya mengawali dan mengakhiri pertandingan
Dimas turun ke lapangan memeluk Andien dan sangat bahagia atas kemenangan Andien memasuki babak selanjutnya .
" Slamat Ndien, poyensi kamu dilirik club club hebat, slamat yahhhh".
Andien tersenyum biasa saja.
" Nanti sore pukul 5 ,tanding lagi Ndien, lawan ⁸.
" Kembali ke hotel,istirahat,makan, dan ingat nanti mobil hotel membawa kemari,atau sama tante dan tetangga boleh juga,jangan telat ya Ndien.Bapak punya tugas,beberapa anak didik bapak,tanding juga ," ujar sang pelatih.
Andien mengangguk.
Dimas mengangkat raket Andien.Andien dan sang ibu pun berjalan.Andien menukar pakaian nya kemudian mereka balik ke hotel diaman mereka menginap.
🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment