
Ketika pagi tiba, udara sejuk membuat Andien sangat merasa senang, sudah pasti sebagai atelit, dia wajib rutin jogging, berenang ,maupun latihan.
Dan Dimas menemaninya selalu. Mereka duduk di pinggir jalan, memandangi danau, setelah lelah joging.
" Udara nya segar ya Ndien."
" Ya mas, sangat beda dengan udara ibukota yang banyak asap kendaraan dan polusi, suara bising kendaraan saja membuat kita bad mood."
" Disini lebih tenang, masyarakat lebih ramah."
" Mas suka liburan kesini ?".
" Suka Ndien. Kalau saja mas bisa mengabdi di desa, mas sangat merasa bahagia.Namun kedua orang tua mas juga menjadi tanggung jawab mas, apalagi papi kan ada sakit jantung ,wajib kontrol di rumah sakit besar."
" Yah mas , kondisinya gak memungkinkan, kalau Andien juga pusat pelatihan kan di Jakarta, sesekali ke Surabaya dan beberapa kota, kalau bertanding ."
" Fasilitas kesehatan masih minim ya Ndien."
" Iya mas, mereka wajib ke Siantar, disana rumah sakit sudah lebih lumayan bagus, ada juga mereka ke medan, jika rujukan dari BPJS."
" Lihatlah anak anak itu Ndien, lucu banget, mandi, gak pakai apa apa ."
" Ihhh mas liatin yang lagi mandi yahhh?", ledek Andien.
" Awas ***** nya di gigit ikan mas Ndien, hehehe."
Andien dan Dimas pun ngakak tertawa.
" Mereka mandi dengan kerbau nya, tuh lihat, kerbaunya di bawa masuk Ndien."
Andien pun ngakak.
__ADS_1
" Pemandangan biasa loh mas."
" Hmmm, kamu dulu, waktu kecil ,begitu gak Ndien ?".
" Ya iyalah mas, aku, bang Ardi, kak Ester, Dion, Isak, anak Tulang, main ke mana mana, trus bawa kambing dan kerbau sampai ke bagian dapur, mamak sama bapak terkejutlah, di suruh bawa keluar dari halaman belakang . Aku juga lepasin ayam, kak Ester lepasin bebek, kan kasihan di kandangin,"
" Trus....".
" Opung, Tante, mamak, bapak, Tulang , mereka tangkap lah mas, kami pun di suruh bantu tangkap dan masukin ke kandang kembali."
Dimas pun tertawa.
" Kalau sore, kami ke ladang opung, ambil jagung, di bakar di sana, terus ambil ubi, di bakar di ladang juga. Seru liburannya mas. Dan biasa Tante dan Tulang yang ongkosin, kalau gak, gak bakalan pulang kami, mana ada uang mamak dan bapak bayar ongkos pesawat ."
" Pantas sayang kali kalian sama Tulang dan Tante."
" Baik kali mereka bang, ini saja , Andien beri tiket orang mamak , bapak, Tulang, Tante , buat mereka jalan jalan ke Bali dan Jogja, kapan lagi mereka menikmati hidup, di ladang lihatlah, berkebun dari siang, walau mereka guru dari pagi sampai siang, siangpulang sekolah, bekerja di ladang."
" Tulang guru SMA dan tante guru SMP kan Ndien ?".
" Begitulah Tulang anak anak family semua dia perhatikan mas. "
" Ya Ndien. Hasil cek up Tulang sama Tante bagus, makanan sehat,udara sehat, jauh dari stres bisa membuat metabolisme tubuh baik."
" Ya mas."
" Lihat Ndien, mereka mandiin Kerbaunya."
" Iya mas, lucu ya, di perintah kerbaunya duduk, kerbaunya duduk."
" Udah dari kecil kerbaunya mas , mungkin di pelihara mas."
__ADS_1
" Iya Ndien."
" Pemandangan danau ini sungguh indah ya Ndien."
" Iya mas."
" Mami bilang, pasien nya mas ,udah nanya nanya, kapan pulang."
" Begitulah dokter mas, selalu di butuhkan dimana saja."
" Ya Ndien, jaman sekarang, virus lumayan banyak ".
" Kalau lagi berjangkit DBD , rumah sakit bisa penuh."
" Ya mas, sudah lumayan juga, masyarakat terbantu dengan BPJS."
" Terkadang pelayanan masih minim Ndien.Tiap rumah sakit kebijakannya beda."
" Ya mas, terlambat pertolongan, nyawa taruhannya."
" Banyak yang ngeluh pelayanan rumah sakit lamban, lain lagi jarak pasien dari kampung, datang berobat sudah siang, polilinik udah tidak melayani pengobatan lagi, banyak persoalan Ndien."
" Ya mas, kesehatan paling utama."
Dimas memeluk pundak Andien dari belakang.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment